Kesaksian Sabatina
Aku dipaksa
nikah di luar keinginanku dengan saudara sepupuku, sehingga aku
melarikan diri dan kembali ke Eropa. Aku lalu meninggalkan Islam dan memeluk
Kristen. Balasan Islam lalu datang padaku dengan hebatnya: di tahun 2001 ayahku
dan seorang imam mengeluarkan keputusan mati bagiku. Aku harus melarikan diri
lagi. Jutaan wanita telah mengalami siksaan yang sama seperti diriku. Tapi
kebanyakan diam saja ketakutan. Akulah suara mereka dan aku gunakan
organisasiku, Sabatina e.V. untuk menolong para wanita itu mendapatkan hidup
yang lebih baik.
Wawancara
sabatina james tentang iman, hak asasi wanita & obama.
Oleh Michelle A. Vu, Christian Post Reporter
May 4, 2010|1:29 pm
Sabatina James, bekas Muslimah taat yang membelot
ke Kristen, hidup dengan menanggung resiko yang berbahaya. Dia harus
berpindah-pindah tempat selama 16 kali sejak tahun 2001 karena ancaman mati
padanya sebagai murtadin. Dia sekarang hidup di tempat rahasia di Eropa di
bawah perlindungan polisi. James bicara dengan The Christian Post minggu lalu
dengan menggunakan telpon genggam yang bisa dibuang setelah pakai. Penulis buku
best seller My Fight for Faith and Freedom dan pendiri organisasi kemanusiaan,
Sabatian EV, bicara terus terang tentang iman Kristennya, perjuangannya
menegakkan hak azasi wanita dan apa pendapatnya tentang Presiden Obama dalam
berhubungan dengan negara² Islam.
Berikut adalah
ringkasan wawancara.
CP : Berapakah usiamu
sekarang?
James : Aku berusia 27 tahun.
CP : Dalam bukumu kau berbicara tentang
pandangan Islam terhadap wanita dan bagaimana pria Muslim memperlakukan wanita
berdasarkan ajaran² Qur‟an. Jadi benar sudah apa yang dikatakan para
pengritik Islam – bahwa agama ini mengajar umatnya untuk memukuli istri, wanita
itu tak ada harganya, dan syahid merupakan cara masuk surga dan mendapatkan
para perawan yang telah menunggu mereka?
James : Ya begitulah, Qur‟an mengatakan
di Sura 4:34 bahwa jika istrimu tak taat, maka kau boleh menaboknya. Itu memang
benar pernyataan Qur‟an. Di negara² Islam seperti Pakistan,
Afghanistan, diterapkan hukum Syariah. Hukum Syariah ini berasal dari Qur‟an dan
begitulah yang mereka terapkan. Mereka mengambil ayat² Qur‟an dan
mengatakan apa yang tertulis di Qur‟an lah yang mengharuskan wanita untuk taat dan
jika tidak taat maka suami boleh menaboknya. Begitulah faktanya. Sabatina EV
itu adalah organisasiku dan banyak banget Muslimah yang
datang pada kami. Kami mengenal para gadis muda yang dipaksa nikah di usia 13
tahun. Di Hamburg, contohnya, ada seorang gadis Afghanistan yang dipaksa nikah
di usia 13 tahun. Tapi orang gak mau bicara tentang hal ini karena jika kau
kritis akan islam maka orang² akan menuduhmu sebagai rasis. Tapi sebenarnya ini
bukan tentang ras, tapi tentang hak azasi manusia. Jika kau hidup di negara
demokrasi maka kau harus menegakkan hak azasi manusia, tak peduli apakah
agamamu memperbolehkanmu untuk menaboki istrimu. Ketika aku masih kecil, aku
bercita-cita mati demi Allah – seperti pembom bunuh diri itu lho. Aku gak tahu
apa yang akan kudapat di surga, tapi aku yakin itulah satu²nya masuk surga
karena memang tak ada jaminan bagi Muslim untuk tahu apakah Awlo akan
mengampuni mereka atau tidak. Jika kau mati bagi Allah maka kau dan keluargamu
dijamin masuk surga; begitulah apa yang kami pelajari di sekolah² Qur‟an. Aku
berusia 10 tahun ketika baca Qur‟an. Kakekku saat itu baru mati dan dia adalah
seorang ulama. Aku belajar Qur‟an darinya dalam bahasa Arab. Hal itu normal bagi
Muslim. Ketika aku berusia 10 tahun, aku pindah ke Austria dan sejak itu aku
yakin bahwa aku tidak mau mati. Tapi hatiku sih tetap berhasrat suatu hari
Allah akan memberiku kekuatan untuk mati demi Allah; bahwa aku akan membunuh
kafir dan masuk surga. Itu memang impian normal Muslim.
CP : Jadi bahkan anak kecil Muslim yang tak
mengikuti sekolah ekstrim Qur‟an di masyarakat ternyata juga punya pikiran
untuk mati sebagai pembom bunuh diri?
James
: Iya. Masyarakat Muslim-ku memang demikian. Aku berasal dari Pakistan dan
polisi kafir yang melindungiku sekarang (di Eropa) berkata bahwa Pakistan adalah
negara yang paling berbahaya di dunia. Aku berada di Pakistan tahun 2008 dan
aku banyak menangis di sana, rasanya bagai kiamat saja. Keadaan luar biasa
jeleknya bagi orang Kristen dan wanita. Aku mewawancara seorang wanita dan dia
kehilangan putranya yang ditangkap tentara Pakistan. Putranya ini Kristen dan
difitnah membunuh seorang Muslim. Padahal pembunuhnya adalah orang Muslim juga.
Para tentara menangkapnya dan dia dijebloskan ke penjara. Mereka memukulinya,
menyodominya, dan lalu menggantungnya. Ketika ayah anak ini menemukan dia di
penjara dan tahu bagaimana nasibnya, sang ayah tak kuat menerima kenyataan
sehingga menderita serangan jantung dan mati. Aku mewawancara sang ibu. Sungguh
sukar keadaan yang mereka alami. Putra mereka yang meninggal baru saja
bertunangan dengan seorang gadis dan sekarang gadis ini tak mau bicara lagi.
Aku tak bisa berbuat apapun. Di hari aku bertemu dengan sang ibu, aku melihat
bagaimana pedihnya tangisan sang ibu dan aku melihat kesedihan sang tunangan
wanita. Aku begitu malu dengan apa yang kudengar dari negara² barat tentang
berdialog dengan Islam dan kami harus hidup damai satu dengan yang lain.
Sungguh keadaan yang terbalik. Di negara Islam jutaan orang disiksa, orang²
kafir takut bicara, takut akan Islam.
CP : Di bukumu, kau bicara bahwa keluargamu
tinggal di negara Barat tapi mereka tetap saja menerapkan Syariah padamu –
honor killing (bunuh anak sendiri yang dianggap melanggar Islam dan
mempermalukan keluarga). Kenapa kok gitu? Mengapa mereka bisa berpikir untuk
tetap hidup di bawah hukum Islam sedangkan itu melanggar UU di negara mereka
hidup?
James
: Para Muslim yang hidup di negara Kristen mengira mereka dikelilingi umat Kristen.
Tapi mereka lalu melihat orang² barat ini tak hidup secara Kristen – contohnya,
gak pernah ke gereja, tidak percaya Tuhan, menghina Yesus – bagi Muslim hal ini
memuakkan. Bagi Muslim, Tuhan itu maha tinggi. Tuhan itu maha penting dalam
kehidupan masyarakat Muslim. Jika orang Kristen berani mengejek Tuhan, gak
peduli akan Tuhan, maka Muslim merasa harus melindungi anak² mereka dengan
hukum Islam agar anak² itu tak tumbuh jadi seperti para kafir Eropa. Inilah
sebabnya mereka berusaha agar putri² mereka tidak jadi seperti para gadis Jerman
atau Eropa yang suka ngesex sebelum nikah. Masyarakat Muslim gak mau yang kayak
gitu. Mereka tak bisa membedakan mana umat Kristen yang taat atau Kristen KTP
yang datang ke gereja saat hari Natal ajah. Ketika umat Muslim masuk ke Eropa
atau Amerika, mereka tidak meninggalkan cara berpikir Islamiah atau agama Islam
mereka di airport. Mereka membawa iman Islam itu dan ingin hidup dengan cara
Islamiah. Mereka datang ke negara barat demi duit barat dan lahan pekerjaan
yang lebih baik. Jika tidak begitu, tentunya mereka tak akan serius bikin
mesjid segala. Ketika aku berada di Amerika, aku mendengar pidato Presiden
Obama ketika dia berada di Mesir. Aku tadinya berharap dia akan bicara tentang
penindasan yang dilakukan Muslim terhadap Kristen di Mesir. Tapi dia gak
ngomong sepatah kata pun akan hal itu. Dia malah bicara tentang sang Nabi suci,
tentang Qur‟an, dan aku jadi muak berat karena pikirku,
“Okelah kau bicara tentang si Mamad, tapi kenapa kau tidak melindungi orang
Kristen di sana? Katamu kau kan Kristen tuh dan kau jelas punya banyak
pengaruh. Mengapa kau tidak mengatakan, „kami ingin dialog dengan negara² Islam
dan kalian boleh kan mendirikan mesjid di negara kafir, jadi kalian pun
seharusnya mengijinkan kafir mendirikan mesjid di Mesir dan gak boleh menyiksa
umat Kristen di penjara.‟ ” Tapi dia tak mengatakan hal itu sepatah kata pun.
Inilah sebabnya gw benci politik. Politikus itu tak peduli akan penderitaan orang
yang sebenarnya dan pelanggaran HAM.
CP : Di bukumu kau berkata
bahwa pidato Obama di Kairo bagaikan tamparan di wajah umat Kristen yang
ditindas. Apakah kau merasa banyak umat Kristen yang berperasaan sama seperti
dirimu?
James
: Iya dong, sebab aku kan salah satu dari mereka. Aku beralih agama ke Kristen.
Aku sendiri hidup di bawah perlindungan polisi. Aku berada di Amerika sebelum
lari ke Jerman sebentar karena alasan keamanan. Aku hidup bersembunyi dengan
keluarga Pakistan Kristen. Aku benar² tak punya rumah. Aku pindah dari satu
apartemen ke apartemen lain dan aku tak punya teman bicara. Aku banyak berhubungan
dengan teman² ex-Muslim yang lalu memeluk Kristen dan mereka semua berkata,
“Tahu gak, tak ada yang memperjuangkan hak² kita.” Karena itulah aku sangat
senang sewaktu mengetahui bukuku laku keras banget di Eropa. Orang² membacanya
dan mereka jadi tahu apa yang sebenarnya terjadi di negara Islam dan mengapa
para abang membunuh saudara² perempuan mereka gara² masalah kehormatan (honor
killing). Mengapa Muslim saling bunuh.
CP
: Jadi kau berpendapat bahwa
Presiden Obama seharusnya bicara dengan nada lain pada negara Islam?
James
: So pasti. Orang yang punya pengaruh sebesar itu seharusnya memberi pesan yang
lain. Dia seharusnya bersimpati dengan orang² yang dipenjara yang mungkin mendengar
pidatonya. Tapi dia tak membela orang² tertindas sama sekali.
CP
: Di bawah Presiden Bush terjadi
banyak ketegangan antara dunia Muslim dan AS. Aku mengerti mengapa Presiden
Obama mencoba mengurangi ketegangan dan berusaha bekerja sama. Apakah ini akan
menolong menciptakan kedamaian?
James
: Udah pasti tidak. Aku sangat yakin dialog hanya bisa tercapai jika kedua
belah pihak setuju satu bahwa mereka harus saling tolong dan mendengar pendapat
pihak lain. Yang terjadi di masyarakat Barat sekarang bukan dialog tapi monolog
doank. Mereka justru memperbolehkan Muslim membangun mesjid dan berlaku seenaknya
di Eropa. Bagaimana dengan orang² Kristen? Negara² Islam tidak melakukan apapun
untuk menolong umat Kristen di sana. Jadi ini tentunya bukan dialog dan tak
menolong siapapun.
CP
: Sekarang bagaimana umat Kristen
Barat bisa menolong para wanita yang menderita, yang kau sebut tadi?
James
: Para wanita ini tak punya apapun jika mereka melarikan diri dari rumah mereka.
Mereka tak punya keluarga, duit, apapun. Yang mereka butuhkan adalah orang²
yang mau menerima mereka sebagai keluarga sendiri. Mereka tidak selalu mau
pergi ke organisasi perlindungan karena mereka pikir hanya wanita sial saja yang
pergi ke tempat seperti itu. Yang mereka butuhkan adalah keluarga yang mau melindungi
mereka. Contohnya, aku sekarang tak hidup di apartemenku. Aku hidup bersama
teman²ku di Jerman karena aku terus berpindah apartemen sejak muncul ancaman
bunuh dari ayahku. Aku sudah pindah selama 16 kali sejak tahun 2001, dan
sekarang aku hidup bersama teman²ku. Aku gak punya apartemen dan aku bertanya
pada Tuhan ke manakah aku harus pergi nanti. Hari ini aku membaca tulisan Rasul
Paulus. Aku bisa merasakan caranya dia hidup. Sang Rasul memberiku banyak
harapan karena cara hidupnya yang berpindah membuatku merasa tidak sendirian.
Rasul Paulus juga ditindas keras dan aku tidak dipenjara, aku punya pengaruh
luas di Jerman, orang² membaca bukuku. Yang
kami butuhkan adalah orang² Kristen yang mau bicara tentang penindasan terhadap
umat Kristen dan mau menerima mereka yang tertindas sebagai keluarga mereka. Sungguh
sukar hidup tanpa ayah, ibu, dan harus meninggalkan semuanya. Aku sering sekali
menangis dan merasa sendirian. Beberapa hari yang lalu aku berkata, “Tuhan, aku
merasa tak ada seorang pun yang bisa mengerti apa yang kualami karena tak ada
satu pun orang di masyarakat Barat yang mengalami perlakukan seperti ini.”
Yakni penindasan yang dilakukan keluarga Muslim terhadap anggota keluarga yang
meninggalkan Islam dan memilih Yesus. Ketika aku mendirikan organisasiku, kami
mendapat banyak tekanan dari pihak Muslim, tapi aku maju teruuus. Aku berkata
Tuhan membutuhkan para wanita yang berani maju untuk melakukan pekerjaanNya.
Makanya aku berkata, “Baiklah Tuhan, aku akan berlaku seperti Ratu Esther,
„jika memang udah saatnya mati, maka mati saja.‟ Tapi sebelum
mati aku ingin membantu para wanita Muslim.”
CP
: Kau bicara tentang perbedaan besar
pada Islam dan Kristen dalam memperlakukan wanita, terutama dari cara Yesus
memperlakukan wanita. Apakah kau bisa menjelaskan perbedaan besar ini dan alasan
lain mengapa kau ingin mengikut Yesus?
James
: Aku dulu adalah pengikut Islam yang sungguh² karena Tuhan itu sangat penting
bagiku. Aku mencoba sekuat tenaga untuk menyenangkan Allah, tapi Allah kok
tidak menjawab pertanyaanku sama sekali, padahal aku telah kerja keras untuk menyenangkannya.
Suatu hari aku bicara dengan teman sekelas. Aku berkata, “Aku punya banyak
banget masalah di rumah dan aku tak tahu harus berbuat apa.” Teman pria ini
berkata padaku, “Kau harus berdoa.” Aku jawab, “Aku sholat lima waktu sehari
dan kau orang Kristen hanya berdoa di hari Minggu saja.” Dia berkata, “Iya,
tapi kayaknya kau berdoa pada tuhan yang salah.” Di hari Natal, dia memberiku
sebuah Alkitab. Di malam hari aku duduk di ranjang, saat itu orangtuaku sudah
pada tidur. Aku berdoa pada Allah, “Siapakah kau ya Allah? Apakah kamu itu
Yesus? Atau Mamad?” Aku begitu bingung karena di dunia ini terdapat banyak
sekali agama. Lalu aku merasa harus membuka Alkitab. Ketika aku masih kecil aku
mendengar bahwa jika kau membuka dan membaca Alkitab maka kau akan terjangkit
penyakit kanker. Tapi aku tetap saja merasakan dengan jelas bahwa aku harus
membuka Alkitab itu. Ketika aku membuka Alkitab, aku langsung membaca tulisan
yang berkata “siapapun yang mencari aku dengan hati yang tulus akan
menemukanku.” Bagiku, itulah jawaban atas pertanyaanku. Aku bertanya siapakah
Tuhan, dan Dia menjawab pertanyaanku. Setelah itu aku bertanya mengapa hal ini
tak terjadi pada Qur‟an, meskipun aku membaca Qur‟an setiap
hari. Padahal aku baru saja untuk pertama kali membuka Alkitab, dan “jreng”
jawabannya langsung muncul. Setelah itu aku mulai membaca Perjanjian Baru dan
salah seorang tokoh Alkitab yang begitu menyentuh hatiku adalah Yesus. Contohnya
nih, ketika seorang wanita akan dirajam, Yesus justru menjadi pelindungnya. Aku
merasa sangat senang ketika membaca Yesus bicara pada para wanita, mereka tidak
perlu dibunuh ketika mereka datang padanya, atau tidak dipukul, dll. Nabi
Muhammad di usia 50 tahunan nikah sama Aisyah yang baru berusia 9 tahun. Inilah
contoh yang diikuti orangtuaku, tapi Yesus tidak berbuat seperti itu.
CP
: Apakah cara terbaik bagi orang
Kristen untuk membagi pesan Kristen pada umat Muslim? Katamu bagi dirimu adalah
Alkitab dan teman Kristen?
James
: Kupikir setiap orang berbeda ya. Rasanya tak ada satu resep yang manjur. Tapi
kupikir yang berakibat jelas bagi Muslim adalah orang² Kristen yang tahu akan iman
mereka dan berani mempertahankannya dan membela hak² mereka. Karena jika orang
Kristen membiarkan saja Muslim berbuat semaunya dan tidak bicara tentang
bagaimana Muslim merusak gereja, maka Muslim mengira umat Kristen itu lemah dan
mereka kuat. Inilah sebabnya mengapa Muslim ingin membuat setiap negara jadi
negara Islam. Orang Kristen harus berani dan maju bicara dengan lantang,
“Denger nih. Aku mengasihi kamu, kamu boleh tinggal di negara barat kafir, tapi
kamu harus mengikuti UU negara kafir ini dan jika tidak mau, maka silakan cabut
saja.”
CP
: Apakah ada hal lain yang ingin kau
tambahkan?
James
: Cara hidup kita berakibat besar pada Muslim. Contohnya, dengan teman kelasku yang
Kristen itu. Dia adalah satu²nya orang yang benar² tahu akan Alkitab. Kristen
lain hanya pergi ke gereja saat hari Natal saja. Dulu kupikir, “Kami umat Muslim
harus membawa mereka pada Islam karena mereka tak beragama.” Kita punya pesan
tentang harapan dan kita harus membawa pesan ini pada dunia Muslim. Banyak
sekali Muslim yang hidupnya sangat susah, contohnya di rumah² suaka. Yesus
selalu menolong orang, dan lalu orang² berkata hal yang baik tentang Dia.
Janganlah hanya bicara tentang pengampunan dan rahmat, tapi lakukan apa yang
kau ucapkan. “Kiranya KEBENARAN Yang Memerdekakan Muslim/ah.” TUHAN YESUS
Memberkati kita semua ^_^
Link
Sumber Berita Kesaksian Sabatina James :
http://www.christianpost.com/news/interviewex-muslim-on-faith-womens-rightobama-45011/
http://sabatinajames.com/about-sabatina-e-v/
http://sabatinajames.com/
http://indonesia.faithfreedom.org/forum/sabatina-james-murtad-t49407/
Video-Video Youtube Kesaksian Sabatina James yang Telah
Murtad Masuk Kristen
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=uWARKJSKOP4
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=f0ZVFFHtzJQ

Sayang
BalasHapusKalian ikut Paulus ke Neraka
Paulus itu jelas seorang Farisi
Dan Farisi itu ke Neraka bersama ummatnya (Paulus membuat agama Kristen)
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus