Saya Orang Arab Mantan Muslim
Surat ExMuslim : Saya Mantan Muslim Orang Saudi
oleh Sahid (2005/01/08)
Dear Ali Sina,
Maaf jika inggris saya jelek tapi
saya perlu menulis pada anda. Saya tidak pandai menulis. Saya seorang muslim.
Saya baca artikel-artikel anda dan pikiran saya berubah tentang islam. Saya
adalah salah seorang yang selalu berusaha menyiarkan islam. Selama ini saya
pikir Osama bin Laden bukanlah muslim, sayalah muslim sesungguhnya. Sekarang
saya sadar, sayalah yang bukan muslim dan Osama bin Laden adalah muslim
sesungguhnya. Untungnya saya tinggal di Swedia dan saya bisa murtad dengan aman
disana, karena Swedia negara yang bebas. Saya lahir di Arab Saudi dan jika saya
tinggalkan islam dinegara kelahiran saya, saya bisa dibunuh.
Saya harus mengubah seluruh hidup
saya karena saya tinggalkan islam. Sangat sulit tapi saya akan coba karena saya
tidak mau jadi seorang muslim. Saya tidak lagi pergi ke mesjid, tidak lagi
sholat, berhenti melakukan semua ini. Saya malah mencukur jenggot saya. Saya
tidak janji untuk jadi orang barat dalam sehari tapi saya sudah mulai berubah.
Keluarga saya tinggal di Arab Saudi. Saya tidak akan bilang pada mereka
keputusan saya ini karena mereka sangat tidak toleran. Saya harap semua muslim
akan meninggalkan islam. Dan ini akan terjadi. Islam itu tidak manusiawi. Kau
tidak bisa jadi manusia dan jadi muslim dalam waktu yang sama. Kebanyakan
muslim akan memilih untuk jadi manusia. Saya yakin ini.
Saya seorang muslim tapi saya tidak
mau membunuh non muslim. Saya tidak berpikir bahwa ada ayat-ayat demikian dalam
Quran. Saya pikir itu Cuma untuk dipraktekan di abad ke-7 saja. Saya seorang
ayah. Saya punya anak perempuan umur 1 tahun. Ibunya meninggal ketika
melahirkannya. Anak saya tidak akan menjadi seorang wanita muslim. Dia akan
menjadi seorang wanita barat. Dia akan menerima pendidikan dan punya karir.
Saya lakukan semampu saya untuk itu. Lucu sekali bahwa saya telah baca Quran
jutaan kali tapi tidak melihat hal-hal yang anda tulis dalam artikel anda. Anda
membuat saya melek. Terimakasih atas situs anda. Anda buat saya menjadi manusia
yang lebih baik. Tidak, anda membuat saya menjadi manusia. Sebelumnya saya
adalah seorang muslim.
Saudara perempuan saya yang juga
tinggal di Swedia telah lama meninggalkan islam tapi saya tidak tahu itu.
Ketika saya katakan padanya tentang kemurtadan saya ini dia sangat senang
sekali. Sekarang kami jadi lebih dekat. Keluarga saya (dan saya sebelum
meninggalkan islam) tidak suka padanya karena dia berusaha keras untuk keluar
dari Saudi Arabia dan pergi ke negara bebas. Dia benci Islam sejak kecil. Sudah
sifatnya. Dia selalu ingin mengejar karir. Dia bilang Islam tidak akan kuat
ditanggung oleh perempuan (khususnya di Arab Saudi).
Saya baca semua artikel disitus anda.
Butuh waktu beberapa bulan. Saya selidiki sendiri. Saya bicara dengan Imam. Dia
tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan saya.
P.S. Saya harap keadaan akan membaik dinegara asalmu.
Orang-orang Iran adalah orang yang paling cerdas dan berpendidikan diantara
para muslim.
Thank you very much! Inggris saya jelek tapi saya tinggal
di Swedia dan bahasa swedia lebih penting buat saya!
---------------
Dear Sahid
Thank you for your wonderful story!
Tidak, anda tidak perlu jadi orang Barat. Anda adalah orang Arab, sama seperti
saya orang Persia. Kita harus bangga akan garis keturunan dan budaya kita.
Dengan meninggalkan islam tidak berarti kita tinggalkan identitas kita.
Sebaliknya, kita harus mengembalikan identitas kita yang dihilangkan islam.
Sebelum islam, orang Arab adalah orang yang sangat toleran. Permusuhan antar
agama tidak ada. Orang berselisih karena rasa hormat atau hal-hal menggelikan
lainnya, sama seperti ditempat lain juga tapi tidak pernah berselisih karena
agama. Malah mereka punya bulan khusus setiap tahun yang mereka, oleh semua
golongan agama, dianggap keramat dan dilarang berkelahi atau bertempur pada
bulan itu. Bahkan para pencuri dan perampok jalanan pun menghormati bulan
keramat itu.
Meski mereka berbeda agama, semua
orang Arab berkumpul bersama dan memuja dewa-dewa mereka. Tak seorangpun
menghina dewa orang lain. Mereka mengijinkan siapapun untuk menyiarkan
agamanya. Mereka mengijinkan pernikahan antar ras, dengan Yahudi, dengan
Kristen, dll, dan tidak pernah punya pikiran bahwa orang beda agama itu najis
(kotor, menjijikan, hina). Para Wanita dihormati, mereka boleh keluar rumah
sendirian. Mereka boleh punya usaha sendiri, contohnya Khadijah (istri pertama
Muhammad), bahkan mereka bisa memimpin pasukan, seperti Aisha (istri kecilnya
Muhammad).
Tapi pelahan-lahan, seiring ajaran
Muhammad mulai mengendap, generasi yang baru berpikir bahwa praktek ini adalah
praktek jaman jahiliyah dan mulai meninggalkannya. Orang Arab (sebelum islam)
adalah orang berbudaya dan masyarakat mereka jauh lebih manusiawi dari yang
sekarang setelah Muhammad meracuni pikiran mereka. Anda tidak perlu ganti
identitas. Yang anda perlu lakukan adalah mengklaim kembali nilai-nilai toleran
dan sekular dari nenek moyang anda. Anda bisa membesarkan anak anda agar bangga
sebagai orang Arab dan jadi seperti bibinya yang sudah dicerahkan, mandiri dan
sukses.
Salam saya bagi anda, anak dan
saudari anda! Mari bergabung bersama kami, demi tujuan kami dan jadilah bagian
dari gerakan kami. Kita harus menggapai orang Arab segera. Banyak dari mereka
aslinya berjiwa tulus dan murni seperti anda. Kita harus menggapai mereka
sebelum Osama bin Laden, Al Jazeera atau Media Arab pembenci lainnya mengisi
hati mereka dengan kebencian dan membujuk mereka untuk meledakkan diri sebagai
pembom bunuh diri. Kirim kisah anda dalam bahasa Arab dan jika anda punya waktu
tolong terjemahkan artikel-artikel disini kedalam bahasa Arab.
Semoga anda dan anak anda diberkati dan semoga dia tidak
pernah tahu arti diskriminasi, kekerasan dan penganiayaan terhadap sesama. A
Sina
Sumber:http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=15413 http://www.faithfreedom.org/Testimonials/Sahid.htm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar