By
Wolfgan Simson (Fenomena Murtad Dalam 20 Tahun Terakhir)
Dua puluh Tahun Terakhir : Paling
Banyak Muslim Murtad ke Kristen Sedang Terjadi “Badai” Besar-Besaran Di Gurun .
Paling banyak Muslim murtad ke Kristen dalam 20 tahun belakangan ini ketimbang
dalam seluruh sejarah Kekristenan. Sebuah mukjizat?... Pertengahan tahun 90-an
itu (1996), kita hanya bisa bermimpi bahwa Muslim akan masuk Kristen.
Paling-paling satu misionaris mendapatkan satu pengikut per tahun. Ada yang
masuk gereja-gereja Kristen besar, ada juga yang kembali ke Islam. Bagi mereka yang
tetap Kristen, kebanyakan menghadapi ancaman keluarga dan harus dipaksa
melarikan diri keluar negeri. Nah, betapa herannya ketika saya kembali satu
tahun kemudian dan melihat El faqi, si mantan imam itu ditemani pengikut
sebanyak 120 orang di halaman rumahnya. Mereka ternyata murtad dalam beberapa
bulan ini saja.
El Faqi bagi saya lebih dari seorang
pahlawan. Sebuah kelompok Muslim militan benci padanya karena upaya memurtadkan
Muslim ini dan mengancam akan menggorok lehernya. Pas sebelum para pejagal
membuka pintu rumahnya, ia dan keluarganya berhasil melarikan diri dan akhirnya
mendapat suaka di AS. Sedihnya, ia tewas secara misterius dalam kecelakaan
mobil.
Saat
Millenial
14 abad lalu, Islam mulai melebarkan
sayapnya dengan menjajah negara-negara Kristen seperti Mesir dan Tunisia.
Selama 1.000 tahun, Kristen kesulitan menyampaikan Injil kepada Muslim, sehingga
Islam memang paling kebal terhadap Injil. Paling sulit mencari pengikut dari
masyarakat Muslim. Namun keadaan kini berubah, sesuai dengan laporan misionaris
AS di Asia Selatan, Kevin Greeson: "Suatu pagi di bulan Mei 1999, saya baca laporan surat kabar
Bangladesh, mengutip seorang anggota Parlemen yang bertanya kepada
rekan-rekannya: 'Apa yang terjadi pada agama kami? Di ibukota, para Muslimin Membuang
Quran Mereka Ke Tong Sampah, di salah satu distrik Mereka Bahkan Membuang Quran
Ke Sungai!'
"Apa yang sedang terjadi? Suatu
hari seorang imam mengangkat Qurannya di mesjid, mengatakan 'buku ini tidak
melakukan apapun untuk memperbaiki nasib kami.' Ia kemudian membuangnya ke
sungai. Pengikutnya sekitar 4.000 lelaki menyusulnya, juga membuang quran-quran
mereka ke sungai." Laporan Greeson menunjukkan sebuah erosi spiritual yang
terjadi dalam islam. Seperti juga yang terjadi dengan gereja-gereja tua,
animisme atau Budhisme. 'Inti Islam pada umumnya hanya mempertahankan status
quo kemiskinan, ketidakpastian dan penyakit - kecuali bagi minoritas yang kaya
raya. Ayo fast-forward sedikit. Musim panas 2005, saya makan siang dengan 3
misionaris yang bekerja dengan Muslim. Salah satu berkata: "Dalam dua
tahun belakangan ini di India Utara, saya melihat lebih dari 5.000 Muslim
meninggalkan islam. Pekerjaan maju begitu cepat sampai jumlahnya tidak lama
lagi akan melebihi 50.000. Mereka bertemu dalam gereja-gereja rumah, dan bahkan
semakin banyak para mullah bergabung dengan kami." Orang kedua berkata:
"Dari pengalaman kami, lewat sumber-sumber yang bisa dipercaya, kami tahu
bahwa di Bangladesh 7.000 Muslim dibaptis Setiap bulan di tahun 2003. Tahun
2004, jumlah ini bertambah menjadi 120.000!! Sejak 1997, jumlah Muslim yang
meninggalkan islam sampai mencapai angka fenomenal: 522.000 orang.
Lebih dari setengah juta? Itu lebih
banyak dari jumlah evangelis Kristen di Swiss, Austria & Perancis! Mungkinkah
itu? "Lebih banyak Muslim meninggalkan islam dan datang kepada Kristus dalam
20 tahun belakangan ini ketimbang dari kapanpun dalam sejarah," kata
misiologis dan penulis buku Baptis, David Garrison. "Di Afrika Utara,
16.000 Muslim Berber murtad; di republik Asia Tengah, 4.000 Muslim murtad;
15.000 Muslim Kazakh murtad dalam 15 tahun. Bahkan para pakar Islam mengakui
kejadian exodus besar-besaran ini."
Sang Onta
Tahu
Abdul adalah seorang Muslim yang
diselamatkan, atau disebut Isahi, yang diterjemahkan sebagai "dia yang
menjadi milik Isa (Yesus Kristus)." Greeson mengatakan bahwa di tahun
1998, Abdul melihat 50.000 Muslim dibaptis dan melihat 8.000 gereja ditanam di tahun
2003. "Kami mengatakan kepada para wanita untuk membawa para suami mereka.
Semuanya membawa suami atau ayah mereka dan kami menjelaskan ayat-ayat Quran tentang
Isa (Yesus), menunjukkan dirinya lebih besar ketimbang sekedar nabi.
"Mereka girang dan marah. Girang karena mereka kini menemukan kebenaran tentang
Isa yang selama ini disembunyikan oleh para imam. Lalu kami menunjukkan film tentang
Yesus dalam bahasa mereka.
"Yang kemudian terjadi memang
luar baisa; para lelaki bersikeras untuk bertemu kembali hari berikutnya.
Selama empat hari, mereka duduk dan mendengar injil. Mereka semua akhirnya
mengakui Yesus dan dibentuklah seketika itu juga enam jemaat (gereja-gereja
rumah). "Dalam dua setengah tahun,
tim kami melihat 4.500 Muslim di-baptis dan dibentuknya 314 gereja-gereja baru.
Dua tahun kemudian, jumlah gereja tumbuh menjadi lebih dari 800. Gerakan ini
masih tumbuh terus."
Apa yang diajarkan Greeson kepada
Muslim yang membuat mereka begitu terbuka pada Injil? Katanya, ini ada
hubungannya dengan ONTA. "Setiap Muslim tahu bahwa Allah memiliki 99 nama,
dan mereka juga tahu bahwa menurut tradisi, hanya onta yang mengetahui nama
Allah yang ke 100," tulis Greeson dalam Manual Pendidikannya. "Nama
itu adalah 'Isa'! Quran tidak menjawab pertanyaan itu secara langsung, namun
memberi cukup banyak indikasi. "Quran mengatakan: Isa tahu jalan ke surga
(Surat Al-Imran 3:42-55); status Isa diatas status nabi karena dikatakan bahwa
Isa adalah suci (3:42-4); Isa memiliki kekuasaan atas kematian (49-54); dan Isa
tahu jalan ke surga (55-56). "Tentang Muhamad Quran cuma mengatakan (Surat
46:9-10): 'Saya bukan sesuatu yang baru diantara para nabi; saya tidak tahu apa
yang akan terjadi dengan saya ataupun pengikut saya. Saya hanya membawa
peringatan.' Ini sangat kontras dengan pernyataan Isa tentang dirinya (Yohanes
6:47 dan 14:1-7).
"Kemudian jika kau tanya Muslim,
'Saya ingin kesurga jika mati nanti. Siapa nabi yang akan membantumu kesana?'
Hasilnya sering membawa mereka untuk membaca Injil (Perjanjian Baru) -- dan
menemukan Isa." Reformis Australia, Alan Hirsch, penulis The Shaping of
Things to Come, percaya bahwa 10% penduduk Barat sedang dalam pencarian
spiritual besar-besaran, siap membentuk kembali gereja dunia. Setelah perang
Afghanistan & Iraq & tsunami tahun 2004 yang menghancurkan daerah fundamentalis
Aceh, kami tidak perlu heran dengan semakin banyaknya Muslim yang
bertanya-tanya tentang agama mereka. Mereka bertanya: apakah Islam bukan lagi
agama yang paling hebat di dunia? Mengapa kami terhina? Mengapa auwloh
membiarkan penderitaan ini? Dan orang-orang miskin semakin bertanya-tanya,
'Mengapa nasib kami tidak membaik juga?'
Kehausan Muslim secara spiritual dan
tiga faktor dibawah ini membawa sukses Kristen: (1) semakin banyaknya
terjemahan Injil yang relevan dengan budaya setempat; (2) gereja-gereja yang
sesuai dengan budaya penduduk asli khususnya network gereja rumah; dan (3)
training-training inovatif serta metoda-metoda penginjilan seperti manual ONTA
ala Greeson yang tadinya belum ada.
Sumber:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=15813
Tidak ada komentar:
Posting Komentar