Ada sebuah pohon berbuah lebat,
buahnya terlihat kuning keemasan sangat menggiurkan.
Seekor burung jalak terbang ke pohon tsb, dgn suara keras berteriak
memuji pohon,
"Pohon yg subur, kau terlihat indah dgn buah² pohon ini."
Mendengar pujian tsb, pohon berkata,
"Teman, tinggallah ditempat saya..."
Kemudian seekor burung kenari terbang ke pohon ini, menghadap pohon ini
sambil bernyanyi,
"Pohon ini sangat hijau,
buahnya sangat wangi & sangat bagus."
Pohon berkata kpd burung kenari,
"Jika kau ingin memakan buah,
silahkan ambil saja..."
Seekor burung pelatuk terbang ke pohon ini, dia mematuk-matuk disana
sini di badan pohon buah,
membuat pohon buah sangat kesakitan, sambil menjerit kesakitan berteriak
pd burung pelatuk.
Burung pelatuk berkata,
"Saya melihat di dalam tubuhmu ada seekor ulat, saya ingin
mematuknya keluar, jika tidak, maka anda akan sakit dimakan ulat..."
Si pohon dgn marah berkata,
"Omong kosong...
Kau mematukku, sengaja mau membunuhku.
Cepat pergi dari sini !!"
Burung pelatuk akhirnya terbang pergi.
Tidak berapa lama kemudian,
pohon menderita sakit,
daunnya berubah kuning kemudian gugur.
Akhirnya dahannya juga layu, tidak bisa berbuah lagi.
Burung jalak terbang meninggalkannya,
Burung kenari juga tidak datang bernyanyi lagi.
Pada saat ini burung pelatuk datang lagi,
walau bagaimanapun pohon menjerit kesakitan dia tak peduli,
mematuk terus sampai seluruh ulat ditubuh pohon terpatuk habis.
Beberapa waktu kemudian,
pohon ini tumbuh kembali,
daun² hijau mulai terlihat & berbuah lagi.
Pohon dgn perasaan terharu berkata,
"Yg bernyanyi & memuji anda belum tentu adalah seorang Teman,
tapi yg bersedia menunjukkan kekurangan Anda & juga mngkin membuat
anda sakit, dgn mksud baik inilah Teman Sejati."
Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium
berlimpah-limpah. (Amsal 27:6)
Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara
dalam kesukaran. (Amsal 17:17)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar