Kesaksian Mos’ab
Hassan Yousef (Anak Pemimpin Hamas)
Kekejaman
Pengikut Hamas
Ketika
saya berusia 18 tahun, saya ditahan di sebuah penjara Israel. Di tempat itu
Hamas memiliki kontrol atas anggota-anggota mereka dan saya melihat Hamas
menyiksa para tahanan dengan sangat kejam. Walaupun Mereka tidak menyiksa saya,
tapi hal itu telah membuat saya shock, melihat mereka menyiksa sesama anggota
mereka : menusuk kuku-kuku dengan jarum, membakar tubuh-tubuh mereka, dan juga
banyak yang dibunuh. Hal ini dipicu karena rasa curiga mereka yang menganggap
korban-korban mereka tersebut telah bekerjasama dengan pihak Israel yang
melawan Hamas.
Saya
Mulai Membaca Injil
Itulah
awal dimana mata saya mulai terbuka lebar bahwa orang Muslim tidak sebaik yang
saya pikirkan selama ini. Tidak ada kasih dan pengampunan. Akhirnya saya mulai
mendalami Injil, ayat demi ayat, dan memastikan bahwa ini buku Tuhan,
pernyataan Tuhan, sehingga saya mulai memandang Injil dengan cara berbeda
walaupun tidak mudah bagi saya untuk mengatakan bahwa Islam adalah salah.
Kewajiban
Memberi Kesaksian
Saya
sangat bersyukur mempunyai keluarga yang terdidik, walaupun saya telah
meninggalkan agama ayah saya, namun mereka tidak membenci saya walaupun mereka
berkali-kali meminta pada saya untuk menyembunyikan agama saya yang baru ini
dan tidak mengumumkannya di media. Tapi saya diwajibkan Tuhan untuk mengumumkan
namaNya dan memujaNya keseluruh dunia karena penghargaan bagi saya adalah bahwa
Ia akan melakukan hal yang sama bagi saya. Jadi, saya lakukan ini sebagai
sebuah kewajiban. Saya harus menguatkan diri. Ini tantangan yang sangat besar
dan keputusan yang sangat besar dalam hidup saya. “Karena bagi saya, tujuan hidup saya hanyalah Kristus! Dan mati berarti
untung” (Injil, Surat Filipi 1:21).
Sumber: Mus’ab Hassan Yousef Anak pemimpin Hamas di
West Bank Sheik Hassan Yousef Al-Hayat TV (cyprus) 19 Agustus 2008. MEMRI TV
PROJECT (memritv.org)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar