Seseorang
mengirimkan email kepadaku dan mengatakan bahwa ia menemukan nama “Ahmad” dalam
Alkitab. Kali ini, ayat yang dipakai adalah Hagai 2:7-8 yang berbunyi:
“Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi
maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat. Aku akan
menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala
bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan,
firman TUHAN semesta alam.” (TB LAI)
“Barang
yang indah-indah” menurutnya menggunakan kata “himdath” yang memiliki kesamaan
dengan “himdahi” dan “himda” yang tersusun oleh huruf H-M-D. Ketiga huruf
Ibrani ini diklaimnya sama dengan huruf-huruf H-M-D dalam Bahasa Arab yang
menyusun nama “Ahmad.” Bahkan tanpa ragu ia berkata bahwa nama itu memiliki
kaitan dengan kata “parakletos” dalam Yohanes 14:16.
Beginilah
lengkapnya bunyi email tersebut (mohon maaf beberapa huruf berubah karena
perbedaan encoding):
Nama AHMAD memang ada dalam Al-Kitab
..Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam
Taurat dan Injil .. QS. 7:157
Memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang
akan datang sesudahku (nabi Isa AS), yang namanya Ahmad .. QS. 61:6
Dua ayat di atas memberikan pengertian sangat kuat bahwa akan
ada seorang nabi yang akan datang sesudah kenabian Isa AS dengan nama
‘Ahmad’ yang tercatat dalam kitab Taurat dan Injil (Alkitab) yaitu kitab
yang sekarang menjadi pegangan umat Kristiani. Tetapi nama ‘Ahmad’ tidak
kita temukan secara langsung dalam Alkitab yang ada sekarang ini, hal ini bisa
terjadi karena memang tidak ada Alkitab yang berbahasa aslinya yaitu bahasa
Ibrani atau karena sengaja disembunyikan atau karena memang ada kesalahan
penulisan dan penterjemahan.
Alhamdulillah, dengan usaha keras, ulet dan teliti dari para
pakar akhirnya terkuak juga letak kesalahannya yang menyebabkan hilangnya nama
Ahmad dalam Alkitab yang ada sekarang ini. Sebagaimana yang kita ketahui,
bahasa yang dipergunakan oleh nabi Isa AS beserta kaumnya adalah bahasa Ibrani,
begitu pula firman Allah dan sabda nabi Isa AS juga dalam bahasa Ibrani. Dengan
demikian nubuat-nubuat yang ada dalam Injil kalau kita kembalikan ke dalam
baha-sa Ibrani, nama Ahmad akan muncul sangat nyata dengan sendirinya, begitu
juga dengan Taurat, kalau kita kembalikan ke dalam bahasa aslinya, nama Ahmad
juga akan muncul dengan sendirinya.
Sang HIMADA adalah AHMAD
Sebab-sebab turunnya nubuat akan kedatangan seorang nabi yang
diutus bagi semua bangsa yang bernama “Ahmad‿ adalah ketika bangsa Israel
yang telah hancur jatuh terpuruk diijinkan kembali membangun Yerusalem dan Bait
Sulaiman yang telah diratakan dengan tanah oleh bangsa Khaldea, sebagian orang
berada dalam kegembiraan dan sebagaian yang lain berada dalam kesedihan yang
memilukan karena teringat kembali akan keindahan Bait Agung Sulaiman. Pada saat
itulah, Allah mengutus Haggai (Menurut Alkitab Haggai adalah seorang nabi)
untuk menghibur bangsa Israel yang telah terpuruk dengan menyampaikan janji
Allah bahwa akan diutus seseorang yang akan mengangkat kembali bangsa Israel
dari keterpurukan : Dan aku akan menggoncangkan semua bangsa, dan HIMADA untuk
semua bangsa ini akan datang; dan aku akan mengisi rumah ini dengan kemegahan,
kata Tuhan pemilik rumah. Hagai 2:7
Seseorang yang diutus untuk mengangkat kembali bangsa Israel
adalah Himada, bangsa Israel tentu menunggu sang Himada segera datang agar
bangsanya segera bangkit dari keterpurukan. Namun sayang seribu sayang bangsa
Israel tidak menafsirkan kata Himada sebagai nama riil seorang nabi yang
diutus, tetapi mereka menafsirkan kata Himada sebagai kata sifat yang abstrak
sesuai arti Himada dalam bahasa mereka yaitu : keinginan, hasrat, kerinduan dan
pujian.
Tentu saja ketika janji Allah tersebut diterjemahkan kedalam
bahasa lain, maka yang terjadi adalah kata Himada akan ikut diterjemahkan dan
berubah dengan sendirinya, mari kita lihat terjemahannya ke dalam bahasa
Inggris : And I will shake all nations, and the desire of all nations shall
come: and I will fill this house with glory, saith the LORD of hosts. Hagai 2:7
Lihatlah kata Himada diterjemahkan menjadi desire dalam bahasa
Inggris yang artinya keinginan atau hasrat, hal ini dianggap benar oleh para
penulis Injil karena mereka memahami Himada bukanlah nama orang tetapi sebagai
kata benda abstrak.
Perlu diketahui terjemahan Alkitab dalam bahasa apapun, baik
kedalam bahasa Arab, Indonesia, Jepang, Spanyol dan bahasa-bahasa lainnya
adalah mengambil dari Alkitab yang berbahasa Inggris tersebut, sehingga tidak aneh
kalau kita tidak menemukan nama Ahmad dalam Alkitab.
Mari kita lihat terjemahan Alkitab dalam bahasa Indonesia yang
diterjemahkan dari Alkitab berbahasa Inggris : Aku akan menggoncangkan segala
bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang
mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN
semesta alam. Hagai 2:8
Lihatlah kata desire dalam bahasa inggris diterjemahkan menjadi
barang yang indah-indah, dari sini saja sudah nampak distorsi dari Inggris ke
Indonesia, sehingga makin tersembu-nyilah nama Ahmad dalam Alkitab. Sebagai
informasi tambahan, kalau kita amati Alkitab berbahasa Inggris mencatat ayat
tersebut dalam Hagai 2:7 tetapi dalam Alkitab berbahasa Indonesia tercatat
dalam Hagai 2:8 tentu saja selisih satu ayat ini perlu dipertanyakan
penyebabnya.
Tetapi kalau Alkitab yang berbahasa Inggris kita terjemahkan ke
dalam bahasa Yahudi atau Ibrani, maka kata Himada tersebut akan muncul kembali
dengan sendirinya, kurang-lebihnya seperti berikut ini :
“ve yavu himdath kol haggoyim‿
Huruf th dalam kata Himdath bisa diganti menjadi hi atau bahkan
dihilangkan sama sekali, sekarang mari kita analisa kata-kata dalam bahasa
Yahudi, Ibrani dan Arab :
Himdath = Himdahi = Himda = bahasa Yahudi
Himada = bahasa Ibrani
Ahmad = bahasa Arab
Semua kata tersebut mempunyai kesamaan arti yaitu terpuji dan
mempunyai kesamaan akar kata yaitu H-M-D, lihatlah bila kita hilangkan vokal
dan kita biarkan konsonannya, maka akan menjadi :
H-M-D = dalam bahasa Yahudi
H-M-D = dalam bahasa Ibrani
H-M-D = dalam bahasa Arab
Tentu ini sebuah bukti yang tak dapat dibantah sedikitpun, dan
bagi siapapun yang ahli dalam bahasa Semit tentu mempunyai kesimpulan yang sama
bahwa Himada dan Ahmad adalah sama, tentu kesimpulannya adalah nama Ahmad
memang ada dalam Alkitab.
PARAKLÊTOS adalah AHMAD
Bangsa Israel/Yahudi melihat nabi Isa AS ternyata bukanlah nabi
yang dijanjikan Allah seperti yang disampaikan oleh Haggai yang dapat
mengangkat bangsa Israel/Yahudi dari keterpurukan. Oleh karena itulah Bani
Israel masih terus mencari siapakah orang yang dijanjikan Allah seperti yang
disampaikan Haggai ?. Suatu ketika Yesus berpidato kepada kaumnya, memberitakan
akan ada nabi lain yang akan diutus sesudah dirinya, menurut Yesus kedatangan
nabi tersebut tidak akan lama lagi.
Pidato Yesus tersebut sangat dipahami oleh orang-orang Israel,
namun sayang sekali mereka tidak langsung menuliskan apa yang disabdakan Yesus
ketika itu, dan pidato Yesus yang berbahasa Ibrani tersebut baru dicatat
enampuluh (60) tahun kemudian dan itupun dalam bahasa Yunani oleh orang yang
mengaku bernama Yohanes :
“Kagſ erſtaſ tou patēr kai allos paraklētos didſmi humin
hina meta humſn eis tou aiſn eimi‿ Yohanes 14:16
Kata Paraklētos mempunyai beberapa arti yaitu: mengagungkan,
memuji dan penolong, dan kalau kata Paraklētos diterjemahkan ke dalam bahasa
Ibrani, kata yang didapat adalah : Hamida Kalau kata Hamida yang disebut oleh
Yesus diartikan sebagai kata benda abstrak maka terjemahan pidato Yesus adalah
seperti berikut ini : Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan
kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.
Yohanes 14:16
Tetapi kalau kata Hamida yang disebut Yesus diartikan sebagai
sebuah nama yang konkrit maka terjemahannya adalah seperti berikut ini : Aku
akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu Hamida, supaya Ia
menyertai kamu selama-lamanya. Yohanes 14:16
Maka pidato Yesus tersebut senada dengan Firman Allah SWT dalam
Al-Qur’an :
Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata: “Hai bani
Israil,….(aku.) memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang
akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad “. QS. 61:6
Tentu hasil akhir yang kita dapatkan adalah kata Hamida dalam
bahasa Ibrani dan kata Ahmad dalam bahasa Arab, dan kedua kata ini adalah
berasal dari akar kata yang sama yaitu H-M-D dan mempunyai arti yang sama yaitu
terpuji, dan senada pula dengan makna Periklētos.
Sebagaimana penjelasan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan
bahwa, apakah kata Hamida dianggap sebagai kata benda abstrak atau riil, jika
kita kembalikan ke dalam bahasa Yesus yaitu Ibrani, maka nama Ahmad tidak akan
mampu disembunyikan lagi.
KEAJAIBAN NAMA MUHAMMAD
Sesuatu yang sangat menarik adalah, tidak ada seorangpun yang bernama
Ahmad atau Muhammad sejak nabi Adam diciptakan sampai dengan lahirnya seorang
anak dari Abdullah dan Siti Aminah. Hal ini bukanlah kebetulan yang direkayasa
kalau Siti Aminah memberi nama Muhammad pada anaknya, tetapi hanya semata-mata
sebagai takdir Allah Yang Maha Kuasa dan sebagai bukti ke-Agungan rencan-Nya.
Sumber :
1. Perjanjian Baru
Interlinier, Yunani Indonesia Diterbitkan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI)
2. Konkordasi Perjanjian Baru
- LAI
3. Menguak Misteri Muhammad
– Sahara Publishers
Beginilah tanggapanku:
Menurutku
ini adalah suatu permainan logika yang bagus tapi sayang manipulatif.
Kata
khemdath (חמדת) dalam Hagai 2:7 berakar
dari kata khamad (חמד) yang artinya “menikmati”
atau “menyenangkan” atau “memuaskan” atau “menyukai.” Kata ini disusun oleh
tiga huruf Ibrani: Kh (ח) - M (מ) - D (ד) bukan H-M-D, sebab kata
ini menggunakan kheth (ח) bukan he (ה).
Dalam
Hagai 2:7, kata khamad (חמד) muncul dalam bentuk
khemdath (חמדת), yaitu bentuk “FEMININ
JAMAK” dari kata khemdah (חמדּה; feminin tunggal). Jadi bukan merujuk pada “satu benda” atau
“satu orang” tertentu melainkan “banyak benda/orang.” Itulah sebabnya
diterjemahkan “barang yang indah-indah” atau lebih tepat “barang-barang yang
indah.”
Barang-barang
yang indah itu adalah persembahan bangsa-bangsa yang akan dibawa masuk ke Bait
Salomo, sehingga bangunan itu menjadi megah.
Dengan
menafsirkan “barang-barang yang indah” itu sebagai persembahan, maka kita tidak
akan lepas konteks dengan ayat 9 “Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah
emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.” Bandingkan jika ayat 7 dan 8
diterjemahkan “Ahmad” tentu akan menjadi ayat yang terputus dan tidak memiliki
hubungan apa-apa dengan ayat lainnya.
Mengenai
Parakletos
Kata
parakletos (παϿα̿κλητος)
dalam Perjanjian Baru berarti “perantara, pengacara, konselor atau penghibur”
(Yoh. 14:16; Yoh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar