ISSA AHMAD KHALID
(ANTHONY TARASCA)
(ANTHONY TARASCA)
KEMBALI KE PANGKUAN KRISTUS
PENDAHULUAN
Saudara-saudara
dalam Yesus Kristus, aku ingin menyampaikan kepada kalian semua
perjalanan spiritual yang telah kualami, yang dahulu membuatku
meninggalkan Anugrah Keselamatan dari Tuhan kita Yesus Kristus ke dunia
kebingungan ritual agama islam. Bukan tujuanku untuk menyinggung
perasaan para Muslim, tapi aku merasa perlu menyampaikan hal ini untuk
menyebarkan kebenaran akan Tuhan Yesus dengan harapan menyadarkan umat
Kristen yang bingung untuk tidak melakukan hal yang sama seperti yang
kulakukan dulu dengan beralih memeluk islam dan juga untuk menerangkan
kepada semua Muslim mengapa aku kembali ke tangan penuh kasih Tuhan dan
Juru Selamatku Yesus Kristus. Aku berdoa agar kalian membaca kata-kataku
ini dengan hati dan pikiran terbuka.
LAHIR SEBAGAI ORANG KATOLIK ROMA
LAHIR SEBAGAI ORANG KATOLIK ROMA
Aku
memeluk agama Kristen sejak usia muda. Ibuku dari dulu sampai saat ini
merupakan penganut Katolik Roma yang taat. Di luar masalah setuju atau
tidak dengan theologi Katolik, aku mengagumi imannya. Iman ini yang
membuatku belajar di sekolah Katolik sewaktu masih anak-anak, dan juga
menjadi pembantu pengurus altar di kebaktian Misa hari Minggu. Setelah
aku dewasa, aku mulai melayani sebagai Usher dan bercita-cita jadi
pastor Katolik Roma. Aku ingin mengabdi pada Tuhan dengan segala
kemampuan yang kumiliki. Pada tahun-tahun belajar agama ini, aku mulai
mempertanyakan apa sih yang kuikuti sebagai seorang Katolik karena
melihat banyaknya dogma dan tradisi yang tidak tercantum dalam Alkitab.
Aku
mulai merasa bahwa gereja Katolik merasa diri mereka sendirilah yang
punya hak untuk mengartikan Alkitab sesuai anggapan mereka. Aku tidak
mengerti bagaimana seseorang dapat mempelajari Alkitab dan percaya bahwa
pada Maria yang adalah ibu perawan Tuhan kita Yesus, karena sebenarnya
Yesuslah yang jadi perantara Tuhan dan manusia. Berdoa kepada Maria dan
orang suci lainnya tidaklah perlu dan merupakan pelanggaran mutlak
Perintah ke 1 dan 2. Akan tetapi, aku tidak bertujuan untuk mengecam
Gereja Katolik atau umat Katolik karena mereka pun umat Kristen pula.
Tapi aku merasa perlu menyampaikan hal ini untuk menjelaskan latar
belakang mengapa aku meninggalkan Gereja. Setelah bertahun-tahun
kemudian baru aku sadar bahwa kebingunganku akan iman Kristen bukanlah
terletak pada paham Kristen itu sendiri, tapi pada interpretasi Katolik
akan Kristen.
Hal
ini jelas tampak pada banyak tulisanku tentang propaganda islam yang
jelas menunjukan latar belakang ajaran Katolik dan bukannya ajaran asli
Alkitab yang jadi jelas setelah aku menghabiskan waktu untuk
mempelajarinya.
Beberapa
tahun setelah aku meninggalkan Gereja, aku memeluk islam dan jadi
Muslim, lalu mengganti namaku jadi Issa Ahmad Khalid. Aku mulai menulis
kampanye melawan Kristen dalam mempromosikan islam. Aku sangat
terpengaruh oleh ajaran Sheikh Ahmed Deedat, sampai-sampai melakukan
pengecaman yang sama yang dilakukannya. Hal ini jelas membuat banyak
Muslim merasa senang, apalagi dulunya aku penganut Katolik taat.
ISSA AHMAD KHALID
ISSA AHMAD KHALID
Dengan
nama Muslim baruku, aku menghabiskan beberapa tahun menjadi tokoh islam
berpengaruh di masyarakat Muslim lokal. Aku berkhotbah di banyak mesjid
dan bahkan sempat muncul dua kali dalam acara TV dengan tokoh Muslim
lokal lainnya. Aku malu untuk mengatakan bahwa waktu itu aku senang
sekali membuat kaum Kristen marah dengan isi khotbahku. Aku bahkan
mengambil sikap yang lebih kontroversial untuk menghina dan merendahkan
iman Kristen dengan segala kemampuanku tanpa menahan diri sama sekali.
Aku menyebut Alkitab sebagai kitab porno dan tak bermoral. Aku habiskan
waktu berjam-jam mencari-cari dalam halaman-halaman Alkitab untuk
menghina lebih lanjut. Aku bahkan juga mengartikan ayat-ayat di luar
konteks yang dimengerti orang Kristen berpengetahuan manapun untuk
mendukung tulisanku karena aku membayangkan menulis artikel tsb untuk
orang awam yang tidak tahu apa-apa.
Meskipun begitu harus kuakui bahwa segala tujuan jelekku terhadap Alkitab malahan nantinya membuktikan alasan kembalinya diriku pada iman Kristen.
KEBINGUNGAN AKAN ISLAM
Meskipun begitu harus kuakui bahwa segala tujuan jelekku terhadap Alkitab malahan nantinya membuktikan alasan kembalinya diriku pada iman Kristen.
KEBINGUNGAN AKAN ISLAM
Ada
banyak hal yang akhirnya membuatku bingung dengan Islam. Tidak hanya
kelakuan para Muslim saja, tapi juga dengan ajaran-ajaran dan literatur
Islam juga. Faktor terutama di atas segalanya adalah karakter (sifat,
perilaku) Muhammad yang tadinya kuanggap sebagai yang terbesar diantara
para Nabi Tuhan (Allah), dan penerima wahyu Tuhan terakhir bagi umat
manusia seperti yang dipercaya Muslim tertera di dalam Qur’an.
Aku membaca banyak sekali literatur islam sampai aku akhirnya percaya bahwa islam adalah agama yang paling sempurna, dan juga Muhammad adalah perwujudan kesempurnaan Tuhan. Literatur-literatur islam tsb menggunakan Alkitab sebagai alat dan referensi untuk menunjukkan ke-sah-an kenabian Muhammad dan Islam.
Di pihak lain, para Muslim (termasuk diriku sendiri) terus saja mengumbar bahwa Alkitab telah dikorupsi, tapi di lain pihak kami menggunakan Alkitab yang sama untuk membuktikan kenabian Muhammad. Ini jelas munafik total tidak hanya di pihak diriku saja, tapi pihak semua Muslim yang terus melakukan hal ini. Aku mengutip ayat-ayat Alkitab di luar pengertian aslinya agar bisa memutarbalikkan isinya untuk mendukung ideologi dan interpretasi Islam sendiri.
Ini tidak berbeda dengan seorang pemanah yang curang. Jikalau pemanah yang jujur akan mengarah sasaran terlebih dahulu dan lalu menembakkan panah dengan tepat, pemanah yang curang menembakkan panah terlebih dahulu dan mendekatkan sasaran di sekitar letak panah itu.
Tidak perlu dijelaskan lebih lanjut bahwa tiada bukti Muhammad ada di Alkitab seperti yang dikatakan para Muslim termasuk diriku sendiri dahulu. Semua bukti-bukti keberadaan Muhammad dalam Alkitab hanyalah karangan Muslim belaka. Ini kutunjukkan beberapa contohnya: “Ucapan illahi terhadap Arabia.” Yesaya 21:13.
Dalam mengartikan ayat ini, Muslim akan mencoba dan meyakinkan semua orang yang mau mendengar bahwa ayat ini menyebut tentang Muhammad dan dunia Muslim sebagai penegak hukum Allah hanya karena ada huruf Arabia belaka. Tiada beban yang diletakkan pada Arabia seperti yang diungkapkan ahli Islam Sheik Ahmed Deedat di “Bible Combat Kit”, tapi ayat ini hanyalah berisi ramalan peringatan terhadap Arabia. Jika membaca dan mempelajari dengan seksama berdasarkan keterangan sejarah, isi ayat ini berhubungan dengan kaum Dedan yang tadinya bermalam pada orang-orang Arab ketika mereka melakukan perjalanan di padang pasir, tapi sekarang harus bermalam di semak belukar karena kaum Arab akan diusir ke luar dari tanah itu. Jadi jelas hal ini tidak ada hubungannya dengan Muhammad.
Ulangan 33:2
“Tuhan datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kananNya tampak kepada mereka api yang menyala.”
Aku membaca banyak sekali literatur islam sampai aku akhirnya percaya bahwa islam adalah agama yang paling sempurna, dan juga Muhammad adalah perwujudan kesempurnaan Tuhan. Literatur-literatur islam tsb menggunakan Alkitab sebagai alat dan referensi untuk menunjukkan ke-sah-an kenabian Muhammad dan Islam.
Di pihak lain, para Muslim (termasuk diriku sendiri) terus saja mengumbar bahwa Alkitab telah dikorupsi, tapi di lain pihak kami menggunakan Alkitab yang sama untuk membuktikan kenabian Muhammad. Ini jelas munafik total tidak hanya di pihak diriku saja, tapi pihak semua Muslim yang terus melakukan hal ini. Aku mengutip ayat-ayat Alkitab di luar pengertian aslinya agar bisa memutarbalikkan isinya untuk mendukung ideologi dan interpretasi Islam sendiri.
Ini tidak berbeda dengan seorang pemanah yang curang. Jikalau pemanah yang jujur akan mengarah sasaran terlebih dahulu dan lalu menembakkan panah dengan tepat, pemanah yang curang menembakkan panah terlebih dahulu dan mendekatkan sasaran di sekitar letak panah itu.
Tidak perlu dijelaskan lebih lanjut bahwa tiada bukti Muhammad ada di Alkitab seperti yang dikatakan para Muslim termasuk diriku sendiri dahulu. Semua bukti-bukti keberadaan Muhammad dalam Alkitab hanyalah karangan Muslim belaka. Ini kutunjukkan beberapa contohnya: “Ucapan illahi terhadap Arabia.” Yesaya 21:13.
Dalam mengartikan ayat ini, Muslim akan mencoba dan meyakinkan semua orang yang mau mendengar bahwa ayat ini menyebut tentang Muhammad dan dunia Muslim sebagai penegak hukum Allah hanya karena ada huruf Arabia belaka. Tiada beban yang diletakkan pada Arabia seperti yang diungkapkan ahli Islam Sheik Ahmed Deedat di “Bible Combat Kit”, tapi ayat ini hanyalah berisi ramalan peringatan terhadap Arabia. Jika membaca dan mempelajari dengan seksama berdasarkan keterangan sejarah, isi ayat ini berhubungan dengan kaum Dedan yang tadinya bermalam pada orang-orang Arab ketika mereka melakukan perjalanan di padang pasir, tapi sekarang harus bermalam di semak belukar karena kaum Arab akan diusir ke luar dari tanah itu. Jadi jelas hal ini tidak ada hubungannya dengan Muhammad.
Ulangan 33:2
“Tuhan datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kananNya tampak kepada mereka api yang menyala.”
Tentang kata “puluhan ribu orang kudus”, adalah menggambarkan jumlah yang tidak terhitung banyaknya. Pada saat itu, literatur Yahudi belum mengenal angka nol, sehingga mereka memakai kata puluhan ribuan (plural) untuk menggambarkan jumlah ribuan yang banyak sekali. Juga, Gunung Paran tidak terletak di Arabia, tapi di gurun Sinai. Ayat ini jelas sama sekali tidak mengungkapkan apa-apa tentang kedatangan Muhammad.
"The villages that Kedar doth inhabit." Isaiah (Yesaya) 42:11
"Arabia and all the princes of Kedar." Ezekiel (Yeheskiel) 27:21
Sekali
lagi, para Muslim tidak tahu fakta sejarah yang penting dalam ayat-ayat
di atas. Memang benar bahwa salah satu anak Ismael bernama Kedar, tapi
dengan menggunakan ayat ini untuk membuktikan kedatangan Muhammad adalah
hal yang tidak berdasar sama sekali karena Kedar adalah juga sebutan
bagi Arabia di masa Nabi Yesaya dan Yehezkiel. Juga Yehezkiel
menerangkan dengan jelas bahwa dia menyebut para pedagang lokal sebagai
pangeran-pangeran Kedar.
"For to you every vision has become like the words of a sealed book. You give it to someone able to read and say, read that. He replies, I cannot because it is sealed. You then give the book to someone who cannot read and say, read that. He replies, I cannot read." Isaiah 29:11-12
"For to you every vision has become like the words of a sealed book. You give it to someone able to read and say, read that. He replies, I cannot because it is sealed. You then give the book to someone who cannot read and say, read that. He replies, I cannot read." Isaiah 29:11-12
Muslim
menggunakan ayat ini sebagai referensi Muhammad mendapat wahyu Qur’an,
meskipun faktanya dia tidak bisa membaca. Muslim juga menganggap ayat
ini menggambarkan Sura pertama Qur’an “Al-Fatihah” (Pembukaan) dan
mereka lupa bahwa sebenarnya Sura ini bukan Sura pertama yang diturunkan
kepada Muhammad. Ayat Yesaya di atas sebenarnya adalah tentang
peringatan Nabi Yesaya terhadap bangsa Israel yang menentang firman
Tuhan dan mengikuti nabi-nabi palsu (cocok emang buat si muhammad, nabi palsu. –RiD)
Ulangan 18:18
“Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firmanKu dalam mulutnya; dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.”
Ulangan 18:18
“Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firmanKu dalam mulutnya; dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.”
Di
sini Tuhan mengatakan pada Musa dan bani Israel bahwa Dia akan
membangkitkan seoarang nabi dari kaum dan keturunan bangsa Israel.
Muslim menggunakan ayat ini sebagai bukti kedatangan Muhammad
berdasarkan fondasi yang goyah karena kaum Ismael (Arab) bukanlah
saudara (kandung) kaum Israel melainkan saudara sepupu. Kata “saudara”
yang sama juga digunakan di Ulangan 18:7 dan ini jelas menunjukkan bahwa
“saudara”yang dimaksud di sini adalah saudara kandung (garis keturunan
Abraham-Sarah; Ishak) dan bukan saudara sepupu (Ismail).
Mazmur 118:22-23
“Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.”
Mazmur 118:22-23
“Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.”
Muslim
mengaku bahwa ayat ini menggambarkan tentang Muhammad. Akan tetapi
Tuhan kita Yesus Kristus mengutip ramalan ini di Matius 21:42-43 dan
menyatakan bahwa Dialah pemenuhan dari ramalan ini.
“Terang yang Akan Datang” yang disebut di Yesaya 42:1-2, 6-7 sekali lagi menyatakan tentang Tuhan Yesus yang datang ke bumi 600 tahun sebelum Muhammad lahir.
Yohanes 14:16-17
“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya. Yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.”
“Terang yang Akan Datang” yang disebut di Yesaya 42:1-2, 6-7 sekali lagi menyatakan tentang Tuhan Yesus yang datang ke bumi 600 tahun sebelum Muhammad lahir.
Yohanes 14:16-17
“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya. Yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.”
Muslim
menganggap Yesus berbicara tentang Muhammad, tapi seperti yang semua
umat Kristen ketahui, Yesus sebenarnya berbicara tentang Roh Kudus. Ayat
itu dengan jelas mengatakan bahwa sang Penolong akan bersama-sama
menyertai kita untuk selama-lamanya. Muhammad tidak menyertai kita
selama-lamanya, karena dia sudah mati. Ayat itu juga mengatakan bahwa
dunia tidak melihat atau kenal sang Penolong, tapi Muhammad dilihat dan
dikenal banyak orang. Ayat itu juga mengatakan bahwa sang Penolong akan
menyertai dan hidup di dalam diri kita; Muhammad jelas tidak dapat
melakukan hal itu sebab dia bukanlah Roh. Yesus dengan jelas mengatakan bahwa ayat ini berbicara tentang sang Penolong yang adalah Roh Kudus di ayat berikut: Yohanes 14:26
“Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”
Sekali lagi kita bisa baca di Yohanes 16:7
“Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.”
“Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”
Sekali lagi kita bisa baca di Yohanes 16:7
“Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.”
Di ayat ini pun para Muslim menganggap Yesus berbicara tentang Muhammad, tapi jika mereka mengerti akan Alkitab lebih jauh, mereka akan sadar apa yang dikatakan Yesus selanjutnya tentang nubuat ini ketika dia terangkat ke Surga: Kisah Para Rasul 1:4-5
"Do not leave Jerusalem, but wait for the gift My Father promised, which you have heard Me speak about. For John baptized with water, but in a few days you will be baptized with the Holy Spirit."
Yesus dengan jelas berkata sesuatu akan terjadi dalam waktu beberapa hari dan bukan 600 tahun seperti yang Muslim ingin kita percaya. Malah akhirnya memang nubuatan itu dipenuhi dengan turunnya Roh Kudus di Kisah Para Rasul 2:1-4.
Aku bisa terus saja memberikan contoh-contoh lain yang lebih banyak, tapi ini nantinya seakan membuatku menjelek-jelekkan Muhammad belaka dan membuat hubungan jelek dengan pihak Muslim. Akan tetapi pengetahuan baru ini dan ibadah agama Islam yang diulang-ulang membuatku sadar bahwa kebenaran Tuhan terletak pada Anugrah Keselamatan Yesus Kristus. Keselamatan tidak terletak pada penyerahan diri kepada orang Arab yang hidup hampir 1.400 tahun yang lalu dan sampai saat ini diikuti para Muslim secara fanatik. Banyak contoh artikel kesaksian di www.answering-islam.org yang menunjukkan hal itu.
Hal
yang paling jelas adalah Muslim hidup dalam ketakutan atas Tuhan atau
sesama Muslim. Sebagai orang Kristen, aku tidak takut akan ancaman api
neraka sebab aku telah menyerahkan diriku dalam Anugrah Keselamatan dari
Tuhan Yesus. Hal ini tidak didapat para Muslim karena Qur’an
mengajarkan bahwa Tuhan menyelamatkan siapa yang Dia Kehendaki dan
mengutuk siapa yang Dia Kehendaki. Hal ini membuat Muslim bertanya-tanya
apakah mereka akhirnya bisa masuk surga meskipun sudah banyak melakukan
perbuatan baik. Karena pemikiran seperti inilah, banyak Muslim yang
mati dalam nama Tuhan dan Islam, dengan menyebut diri mereka sebagai
martir.
Tapi
arti martir dalam Kristen sangatlah berbeda dengan martir dalam Islam.
Muslim percaya mereka yang mati dalam perang demi Allah adalah martir.
Kristen percaya bahwa martir adalah mereka yang mati untuk
mempertahankan imannya dan menolak untuk menyangkal iman mereka terhadap
Yesus Kristus.
Selain tulisan kesaksian ini, aku
telah menyatakan secara jelas kepada para Muslim yang dulu kupanggil
sebagai saudara-saudaraku bahwa aku kembali kepada iman Kristenku.
Sedihnya, aku diejek dan dihina, juga diancam karena terang-terangan
murtad. Aku kaget sekali bagaimana aku diserang dengan sengit, tapi
aku hanya takut pada Tuhan dan bukan pada orang. Yesus mengajarkan kita
untuk takut pada mereka yang dapat menghancurkan jiwa dan bukan mereka
yang dapat menghancurkan jasmani.
Ironisnya,
diantara para Muslim yang kuberitahu tentang kemurtadanku ada orang
yang memiliki website Islam. Dulu aku memberi banyak sumbangan tulisan
bagi propaganda Islam di websitenya. Tapi meskipun aku telah
menyatakan murtad dan kembali ke Kristen, tulisanku tetap saja tercantum
di websitenya. Aku telah minta dia menghilangkan tulisanku, tapi dia
hanya mengganti namaku dengan inisialku (AT) dengan menyatakan bahwa
tulisan-tulisanku itu dibuat orang yang baru masuk islam. Sikapnya
sangatlah munafik.
Dia
tidak sadar bahwa dengan melakukan hal itu, dia berarti juga menentang
agamanya sendiri. Saat ini di lingkungan Muslim aku sudah dianggap
sebagai murtadin. Orang Muslim yang terus berhubungan dengan diriku bisa
dianggap murtad pula. Karena karya-karya tulisanku masih ada di
websitenya, dia secara tidak langsung tetap berhubungan denganku, dan
sikap ini bertentangan dengan isi banyak Hadis tentang Muhammad.
Artikel-artikelku dulu itu bisa dilihat disini.
Aku
tidak bangga akan tulisan-tulisanku, dan ini akan jadi sesuatu yang
memalukan untuk jangka waktu lama dalam hidupku. Tapi aku dulu memang
tidak tahu banyak tentang Alkitab dan akhirnya pengetahuan yang benar
tentang Yesus Kristus tumbuh dan aku kembali kepadaNya. Halleluya!
Aku
berdoa agar kesaksianku yang singkat ini bisa mencerahkan mereka yang
membacanya, jadi bahan bacaan yang menenangkan bagi mereka yang
mengalami hal serupa, dan jadi sumber pengetahuan bagi mereka yang
memilih untuk ikut si Muhammad atau Yesus Kristus.
Aku
sekarang hidup berdasarkan Anugrah Keselamatan dari Tuhanku dan Juru
Selamatku Yesus Kristus. Aku mempersiapkan diri akan kedatanganNya
kembali yang bisa terjadi di waktu kapanpun. Aku sekarang bekerja bagi
Tuhan, jadi seorang Pendeta, dan membagi-bagikan kesaksianku pada siapa
yang mau mendengarkan.
Bagi
mereka yang menuduh bahwa Alkitab bertentangan dengan isinya sendiri,
aku nyatakan bahwa hal itu tidak benar. Alkitab bertentangan dengan cara
hidup mereka yang menuduh hal seperti itu. Bagi mereka yang mencoba
membenarkan “kesalahan” Alkitab, sebaiknya biarkan Alkitab
memperbaikimu. Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku bisa saja terus
mengecam Islam, Muhammad dan Qur’an, tapi semua yang ingin kusampaikan
sudah ada disini.
Knowledge is power,
pengetahuan adalah kekuatan. Jika kita miliki kekuatan itu, kita bisa
mengajar orang lain. Aku ingin menganggap diriku sebagai bukti tentang
hal kekuatan tsb. Terima kasih atas kesediaan kalian membaca kesaksiaku.
Semoga Tuhan memberkati kalian melalui Anugrah Kesalmatan dari Yesus
Kristus. Amen!
*Reverend Anthony Tarasca - the ARMOUR OF GOD CHRISTIAN MINISTRIES United In Christ Jesus.

tulisan yg dibuat".
BalasHapus