Kamis, 20 Februari 2014

Alkitab mengutuk pohon natal ?


TANYA:
Tidak ada perayaan Natal tanpa pohon Natal. Inilah yang saat ini dirayakan oleh orang-orang Kristen setiap tanggal 25 Desember. Padahal, sebagaimana dapat dibaca dari buku-buku sejarah, perayaan Natal dan pohon Natal sudah ada semenjak zaman dahulu kala, jauh sebelum Yesus dilahirkan. Perayaan Natal ini sesungguhnya merupakan tradisi lama dari para penganut penyembah berhala. Barulah pada abad keempat Masehi perayaan Natal ini diadopsi menjadi perayaan kelahiran Yesus oleh orang-orang  Kristen. Padahal, bukan saja tidak mungkin Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Desember, akan tetapi, tanggal 25 Desember itu sendiri diyakini sebagai tanggal lahirnya para berhala (tuhan-tuhan buatan manusia) yang disembah oleh orang-orang kafir pada masa jauh sebelum Yesus.

Secara tegas, Alkitab/Bibel mengutuk keras perayaan Natal dan pohon Natal, berikut petikan ayat-ayatnya: Yeremia 10:2-4: "Beginilah firman Tuhan: "Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak, orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang."
Jadi, Alkitab/Bibel sendiri dengan tegas mengutuk keras pembuatan pohon Natal. Mengapa umat Kristen yang mengklaim Alkitab sebagai pedoman hidupnya malah justru menodai firman Tuhannya sendiri? Wassalaam.

JAWAB:
Konteks dalam Yeremia 10:2-4 adalah mengenai adanya berhala yang dibuat dari pahatan kayu, dimana orang-orang kemudian memberhalakannya (menyembahnya). Dalam kebiasaan umat Kristiani yang merayakan hari natal, tidak pernah ada pemberhalaan suatu jenis barang/ kayu/ pohon natal sekalipun yang diperlakukan sebagai berhala. Umat Kristiani sangat mengerti bahwa kami tidak diperbolehkan menyembah berhala.

Kesepuluh firman (Keluaran 20:1-17), diantaranya menulis demikian * Keluaran 20:1-6 20:1 Lalu Allah mengucapkan segala firman ini: 20:2 "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. 20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. 20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. 20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, 20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku. Jelas sekali ada larangan "beribadah kepada ilah-ilah selain Allah". Sekalipun artikel diatas yang menuduh bahwa kekristenan menyembah "pohon", namun tidak ada data sejarah yang menunjang hal itu, selain bahwa pohon cemara merupakan simbol kekekalan. Adanya pohon natal sebagai hiasan, adalah bagian dari tradisi saja, tidak ada perintah merayakan natal juga tidak ada perintah memasang pohon natal.

Bagaimana sampai terjadi bahwa pohon natal (pohon terang) dijadikan hiasan perayaan Natal? Adanya pohon natal ini adalah bagian dari tradisi di Eropa. Dalam iklim 4 musim seperti di Eropah dimana umumnya pohon-pohon mengalami perubahan sesuai dengan iklim yang terjadi, yaitu musim salju (pohon gundul), musim semi (pohon mulai bersemi/bertunas), musim kemarau (pohon berbunga), dan musim gugur (pohon daunnya berguguran), maka kita dapat melihat bahwa pohon cemara ini merupakan pohon yang tetap hijau sepanjang ke-4 musim itu.

Maka dipakailah pohon cemara ini sebagai simbol menunjukkan simbol kekekalan di tengah ketidak kekalan pohon-pohon lain, dan kemudian dijadikan lambang bahwa Kebenaran Tuhan Yesus menggambarkan ajaran yang kekal di tengah dunia yang berubah-ubah dan tidak kekal. Kemudian untuk mempercantik pohon cemara itu dihiasilah pohon itu dengan berbagai hiasan, juga lilin atau lampu-lampu. Pohon cemara sendiri ada disebut dalam Alkitab, yaitu:
 * Yesaya 41:19 LAI TB, Aku akan menanam pohon aras di padang gurun, pohon penaga, pohon murad dan pohon minyak; Aku akan menumbuhkan pohon sanobar di padang belantara dan pohon berangan serta pohon cemara di sampingnya. KJV, I will plant in the wilderness the cedar, the shittah tree, and the myrtle, and the oil tree; I will set in the desert the fir tree, and the pine, and the box tree together:
 Hebrew, רָּבָּה בְרוֹש תִּדְהָּר וּתְאַּשּׁוּר יַּחְדָּו׃אֶתֵּן בַּםִּדְבָּר אֶרֶז שִּטָּה וַּהֲדַּס וְעֵּץ שָּמֶן אָּשִּים בָּעֲ
Translit, 'ETEN BAMIDBAR 'EREZ SITAH VAHADAS VE'ETS SYAMEN 'ASIM BA'ARAVAH BERUSY TIDHAR UTE'ASYUR YAKHDAV
 * Yesaya 60:13
LAI TB, Kemuliaan Libanon, yaitu pohon sanobar, pohon berangan dan pohon cemara, akan dibawa bersama-sama kepadamu, untuk mempersemarak tempat bait kudus-Ku, sebab Aku hendak memuliakan tempat kaki-Ku berjejak. KJV, The glory of Lebanon shall come unto thee, the fir tree, the pine tree, and the box together, to beautify the place of my sanctuary; and I will make the place of my feet glorious.
Hebrew, ד׃כְבוֹד הַּלְבָּנוֹן אֵּלַּיִּךְ יָּבוֹא בְרוֹש תִּדְהָּר וּתְאַּשּׁוּר יַּחְדָּו לְפָּאֵּר מְקוֹם מִּקְדָּשִּי וּמְקוֹם רַּגְלַּי אֲכַּבֵּ
Translit, KEVOD HALEVANON 'ELAIKH YAVO' BROSY TIDHAR UTE'ASYUR YAKHDAV LEFA'ER MEQON MIQDASYI UMEQOM RAGLEY 'AKABED
Pohon cemara (Ibrani תאשור - TE'ASYUR), pohon kecil (buxus longifolia boiss), tingginya ± 7 meter, daunnya selalu hijau, kayunya keras sekali. Pada Pesta Pondok Daun, kalangan Yahudi, pondok-pondok itu dibuat dari kayu cemara. Sekali lagi tidak ada pemberhalaan bagi pohon cemara. Pohon natal ini dalam kehidupan umat Kristiani yang merayakan natal, selain sebagai hiasan saja yang menambah semarak perayaan natal. Sebagaimana halnya perayaan-perayaan lain yang ada di dunia ini seringlkali mengkaitkan simbol-simbol tertentu dalam perayaan suatu hari besar. Misalnya, di perayaan Paskah, ada telur Paskah. Di perayaan tahun baru Lunar (Imlek) ada lampion dan jenis-jenis barang tertentu. Dalam perayaan hari lebaran umat Muslim di Indonesia ini kita melihat ada hiasan-hiasan ketupat, dll. Namun, dalam perayaan-perayaan tersebut simbol-simbol itu bukan berarti suatu berhala/ dijadikan berhala.

Blessings, BP October 27, 2006

Dimodifikasi oleh : sb (Kamis 16 desember 2010.0914 wita) Sumber : http://www.sarapanpagi.org/72-alkitab-mengutuk-pohon-natal-vt785.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar