Kesaksian
Pertobatan Barakatullah
Nama saya
Barakatullah dan saya berasal dari Mesir. Saya dahulu seorang perwira tentara
dan seorang pemimpin agama Islam. Suatu hari saya melihat secarik kertas yang
menarik perhatian saya. Tertulis di dalam kertas itu “Tetapi Aku berkata
kepadamu!” Saya lalu mengambilnya dan membaca kelanjutannya. Kristus berbicara
disana dan Ia berkata, “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia
dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan
berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Ayat dari Injil ini (Matius
5:43-44) sangat mengejuntukan saya. Sebagai seorang Muslim saya tahu tentang
Kristus. Apakah Ia memiliki hak untuk mengubah perintah dari Allah? Apakah Ia
punya otoritas untuk melakukannya? Untuk bisa menjawab pertanyaan ini, saya
mengikuti kursus sore hari yang diadakan oleh Universitas al-Azhar di Kairo. Selama
empat tahun saya belajar ilmu perbandingan agama dari sudut pandang Islam, dan
bisa mendapatkan gelar akademis. Saya harus mempelajari agama Hindu, Budha,
Konghucu, Yudaisme, dan Kristen, termasuk Kitab Suci mereka. Dengan tekun saya
mempelajari Al-Quran, dan membandingkannya dengan kitab-kitab itu. Melalui
penyelidikan itu saya menjadi Kristen.
Saya menemukan
bahwa Kristus memiliki hak untuk mengubah Hukum Allah, karena Dia, seperti
Allah, memiliki hak untuk memerintah manusia agar taat kepada-Nya, sebagaimana
yang ditegaskan di dalam Al-Quran (Surat Al 'Imran 3:50 dan as-Zukhruf 43:63)
Hari ini saya menceritakan kepada orang-orang Muslim apa yang saya pelajari
pada waktu itu. Penyelidikan mengenai bagaimana anak Abraham ditebus, seperti
yang anda baca dalam artikel ini, adalah penemuan yang saya dapatkan pada waktu
itu. Penemuan itu menolong saya untuk percaya kepada Yesus Kristus sebagai Anak
Allah yang disalibkan. Saya dan keluarga saya mengalami banyak penganiayaan
sejak saat itu. Tetapi sampai hari ini, saya tetap setia kepada Kristus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar