Jumat, 18 Juli 2014

KE”ESA”AN TUHAN DAN KE”ESA”AN MANUSIA
(Kejadian 1:26, 1 Yohanes 5:7-8)

Keesaan Tuhan (Bapa, Anak dan Roh Kudus)
I.                    Ketiganya adalah satu (Matius 28:19, 1 Yohanes 5:7)
-          Bapa adalah Roh Kudus (Yesaya 63:10, 1 Korintus 2:11, 2 Korintus 3:17, Kisah 1:16, 4:25)
-          Roh Kudus adalah Bapa (Matius 10:20)
-          Roh Kudus adalah Anak (Galatia 4:6)
-          Anak adalah Roh Kudus (Matius 1:18,20, 1 Petrus 1:11, Wahyu 3:1, 5:6)
-          Anak adalah Bapa (Yesaya 9:5, Yohanes 10:30)
-          Bapa adalah Anak (Yesaya 63:9)
II.                  Ketiganya Mandiri (Kejadian 3:22)
-          Bapa bukanlah Roh Kudus (Yesaya 63:11)
-          Roh Kudus bukanlah Bapa
-          Roh Kudus bukanlah Anak (Matius 3:16)
-          Anak bukanlah Roh kudus (Matius 3:11, 12:31,32, Kis 1:2,8)
-          Anak bukanlah Bapa (Kisah 7:55,56, Roma 8:34, Markus 16:19, Lukas 22:69, Kolose 3:1, 1 petrus 3:22)
-          Bapa bukanlah Anak (Yohanes 3:16)
III.                Ketiganya Bersama (Kejadian 1:1-3, 18:1-2, Lukas 3:22)
IV.                Salah satu adalah mewakili semuanya
-          Bapa adalah Anak dan Roh
-          Anak adalah Bapa dan Roh Kudus
-          Roh Kudus adalah Bapa dan Anak (Roma 8:9, 1 Korintus 2:11, Yohanes 14:23)

Keesaan Manusia (Tubuh, Jiwa dan roh)
I.                    Ketiganya adalah satu = LIHATLAH DIRIMU SEKARANG ! (1 Yohanes 5:8)
-          Tubuh adalah roh (Amsal 27:9)
-          roh adalah Tubuh
-          roh adalah Jiwa (Ulangan 30:6, 1 Samuel 2:35, Ayub 6:4. Amsal 24:14)
-          Jiwa adalah roh (Mazmur 94:99, Yehezkiel 13:18,20)
-          Jiwa  adalah Tubuh (Yesaya 15:4)
-          Tubuh adalah Jiwa (Kejadian 46:15,18,22, Hakim-haim 5:21, 2 Raja-raja 12:24, 1 Tawarih 5:21, Mazmur 94:21, Kisah 2:41. 1 Korintus 7:34)
II.                  Ketiganya Mandiri
-          Tubuh  bukanlah roh (1 Korintus 2:11)
-          roh bukanlah Tubuh (Lukas 8:55)
-          roh bukanlah Jiwa (Ulangan 4:29, 6:5, 10:12,11:13, 13:3, 26:16, 28:65, 30:10, Yosua 22:5, 23:14, Mzmur 78:8, Amsal 2:9) hati=roh
-          Jiwa bukanlah roh (Ibrani 4:12, Yakobus 1:21)
-          Jiwa bukanlah Tubuh (1 Samuel 18:1)
-          Tubuh bukanlah jiwa (Keluaran 23:9, Bilangan 14:24, Rut 4:15, 1 Samuel 2:23, Ayub 14:22, Mzamur 42:6,7,12, 43:5, 44:6, 71:23, Matius 10:28, 1 Petrus 2:11. 3 Yohanes 1:2, Wahyu 6:9, 20:4 )
III.                Ketiganya bersama (Mazmur 16:9, 31:10, 84:3, Yehezkiel 24:25. Kisah 2:26, Markus 12:30, Filipi 1:27, 1 Tesalonika 5:23, Ibrani 4:12)
IV.                Salah satu adalah mewakili semuanya
-          Tubuh adalah jiwa dan roh (kejadian 3:6, Imamat 13:13, Bilangan 19:13, Mazmur 34:19, 108:2)
-          Jiwa adalah Tubuh dan roh
-          Roh adalah Tubuh dan Jiwa (Amsal 20:27, Ibrani 12:23)

Keteranngan     
Tuhan
Bapa                  : Kepala, mata, kaki, telinga, tangan, hati dll
Anak                   : Firman, Putra, anak manusia, anak tunggal
Roh kudus          : batin, hati, akal budi

Manusia
Tubuh     : Organ biologis seperti Kepala, mata, kaki, telinga, tangan, hati/Liver, air dll
Jiwa        : Pikiran, Perasaan, Emosi, Kehendak

roh         : Batin, Hati, Akal budi

Minggu, 02 Maret 2014

TUHAN INGIN ANDA PAKE OTAK


MAULANA AJMAL QADRI : Ahli agama Ilsam Senior dari madrasah Deobandi di Lahor, Pakistan - melawan Ali Sina | 17/11/2007

Maulana Ajmal Qadri:
Pak Ali, Kamu telah jadi sangat terkenal di dunia Syaiton…

Ali:
Wah, memang ada benarnya nih perkataanmu, wahai Maulana. Aku memang jadi begitu ngetop di dunia islam 

Maulana Ajmal Qadri:
Apakah kau heran mengapa aku mengatakan ini? Karena aku mengerti apa yang terjadi denganmu, akupun dulu “seperti” kamu… seorang agnostik… belajar segala hal anti Islam, filosofi Barat, dlll… tapi alhamdulillah AUWLOH maha kuasa telah membimbingku..

Ali:
Wah, kalau begitu boleh dong kau bagi-bagi bimbingan tersebut pada kami? Kami akan senang sekali mendengar bimbingan apa yang kau terima. Mungkin memang ada hal yang baik dari Islam yang selama ini luput kita perhatikan.

Maulana Ajmal Qadri:
Aku tidak bisa menunjukkan bukti apapun tapi ada suatu kekuatan di luar jangkauan pengertian dan penelaahanmu.

Ali:
Aku sih setuju saja dengan pendapat itu. Akan tetapi, dengan cara apa kau pikir kekuatan misterius ini di luar jangkauan kami untuk membenarkan pengakuan Muhammad? Kita tidak debat tentang kekuatan misterius nih, tapi tentang Muhammad dan pengakuannya.
Berdasarkan apa yang kutemukan, Muhammad itu tukang tipu yang berbohong dan mengelabui orang-orang yang gampang dikibuli untuk menguasai dunia. Dia tidak berbeda dengan pemimpin aliran sesat lainnya. Kami tidak mempermasalahkan Tuhan atau yg kau sebut auwloh itu, tapi mempermasalahkan Muhammad dan pengakuannya yang bohong.


Maulana Ajmal Qadri:
Aku tidak tahu apakah AUWLOH akan menunjukkan jalan yang DIA tunjukkan padaku, tapi satu yang PASTI PASTI PASTI bahwa kau TELAH JADI ALAT KEKUATAN JAHAT YANG TELAH MENGIKUTIMU SEJAK LAMA dan kau telah sangat jauh tersesat sehingga mungkin tidak bisa balik lagi. KAU TIDAK LEBIH HANYALAH KORBAN SYAITON.

Ali:
Ah, ngawur kau (macam mana pula itu... *Batak mode On*). Jika yang Auwloh tunjukkan padamu itu memang masuk akal, maka kau tentunya bisa membagikannya pada kami dan membuat kami jadi beriman pula. Karena Tuhan tidak mungkin adalah Tuhan yang tidak masuk akal, maka tentunya bimbingannya masuk akal. Jika tidak, maka setiap penipu bisa saja mengaku sebagai rasul Tuhan dan mengelabui orang-orang lain. Dapatkan kau menerangkan secara logis, apa buktinya Muhammad itu benar-benar nabi dari Tuhan?

Maulana Ajmal Qadri:
JANGAN SOMBONG DENGAN PENGETAHUANMU, KARENA KAU TIDAK TAHU APA-APA TENTANG ISLAM, KAU BENAR-BENAR TIDAK BERPENGETAHUAN AKAN ISLAM.

AKU PERINGATKAN KAMU AKAN SIKSAAN SEKARANG DAN YANG AKAN DATANG JIKA KAU TIDAK BERTOBAT DAN JIKA PERTOBATANMU DITERIMA AUWLOH. TUNGGU AJA DAN LIHAT. KALAU ITU SUDAH TERJADI, SILAKAN HUBUNGI AKU.


Ali:
Kalau Tuhan benar-benar ada, maka Dia tidak bisa berbuat tak adil. Tuhan yang tak adil tidak lain adalah Setan. Tuhan yang adil tidak akan menghukum orang yang tidak percaya tanpa memberikan semua bukti yang nyata. Aku sampai sekarang tidak melihat bukti apapun yang menunjukkan bahwa Muhammad adalah nabi Tuhan. Sebab aku takut Tuhan akan menghukumku karena ikut setan, maka aku tidak mau ikut Muhammad. Sejauh yang kulihat, perbuatan dan perkataan Muhammad benar-benar dari setan. Aku tidak mau mengikuti nabi palsu dan pergi ke neraka karena itu. Sebab itulah aku meninggalkan Islam dan aku mengajak semua saudara-saudara Muslim dan saudari-saudari Muslimah untuk sadar, selidiki kebenaran, baca Qur’an dan periksa sendiri bahwa Muhammad bukanlah nabi. Jika percaya nabi palsu, maka kau bisa-bisa masuk neraka.

Sekarang kau mengatakan aku tidak tahu apa-apa tentang Islam. Aku tidak pernah mengaku tahu tentang segala hal. Aku hanyalah manusia biasa dan bisa berbuat salah. Karena itulah aku menawarkan siapapun untuk menunjukkan salahku dan aku berjanji untuk tidak hanya bertobat dan menutup webstieku, tapi juga memberi duit sebanyak $50.000 sebagai hadiah kepada siapapun yang bisa membuktikan aku salah dan karena menyelamatkan jiwaku. Dalam setiap perdebatan dengan ilmuwan-ilmuwan Muslim, aku selalu menang. Padahal pada kenyataannya aku bukanlah ilmuwan Islam dan pengetahuan Islam dan bahasa Arabku tidak ada apa-apanya dibandingkan punya mereka. Meskipun begitu, aku tetap saja selalu menang dan mereka kalah melulu. Ini membuktikan bahwa aku menang bukan karena aku lebih pintar atau punya lebih banyak pengetahuan tapi karena aku mengerti Islam yang sebenarnya dan mereka tidak. Pengetahuan bukan berarti pengertian. Orang bisa saja sangat berpengetahuan tapi hanya mengerti sedikit hal.

Silakan kau menuliskan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sejati, cantumkan hal itu di forum kami dan biarlah semua orang membaca dan mempelajari kebenaran. Bukankah tidak ada jalan yang lebih baik dari pada ini? Aku beri kau kesempatan untuk menggunakan website kami untuk promosi Islam dan menolong setiap orang, tidak hanya murtadin, untuk mengenal Islam sebagai agama sejati dari Tuhan.

Salam hangat,
Ali Sina


BAGIAN 2

Maulana Ajmal Qadri adalah seorang akademisi religius senior di Sekolah Deobandi dan presiden dari Jamaat Ulama-e-Islam. Maulana dianggap sebagai orang suci oleh para pengikutnya dan salah seorang ulama yg paling berpengaruh di Pakistan.

Tahun 1999 Maulana Qadri mengeluarkan fatwa yang mengatakan bahwa pembuat undang-undang yang bertentangan dengan Hukum Syariat layak utk dibunuh.

Dia juga menyatakan: “Di madrasah kami, diajarkan Jihad Quran. Hal ini menolak supremasi siapapun, kuasa apapun, kecuali Auwloh. Kami percaya bahwa Jalan Muslim adalah Jalan tertinggi, bahwa prinsip-prinsip islam adalah yg terbaik dan bahwa sisanya sama sekali tidak mendekati.”

Mulana Ajmal Qadri wrote:
Mr. ALI,
Hal pertama yang saya minta adalah hentikan pemakaian kata menghina tentang nabi Muhammad (pbuh). Anda harus menghormati dan peduli pada perasaan dan kepercayaan dari 1 milyar lebih orang jika anda menghormati kemanusiaan.

Dear Maulana:
Saya tidak menghina Muhammad. (ngapain menghina orang yg sdh hina? Buang-buang waktu aja... capeee deeehhh. -adm). Saya cuma menuduhnya. Jika saya bilang Muhammad itu maling, pembantai manusia atau pemerkosa, saya membuktikan klaim-klaim saya itu dengan dasar hadis dan Sirah seperti yang telah saya tunjukkan. Terserah anda setuju atau tidak dengan tuduhan-tuduhan itu.

Sedang utk menghormati kepercayaan, siapa bilang kepercayaan harus dihormati? Kenapa orang harus menghormati sebuah kepercayaan yang mengajarkan bahwa orang kafir adalah makhluk kotor/najis, salibkan mereka dan potong jari-jari mereka karena mereka adalah musuh Auwloh dan mereka akan jadi bahan bakar neraka? Ini sudah menghina bagi saya, karena saya kafir. Kenapa lagi harus menghormati sebuah agama yang berisi penghinaan terhadap diri saya? (kalo kafir itu artinya cuma sekedar tidak percaya si Mamad, maka saya bangga jadi kafir! So what gitchu looohhh... –admin)

Kita harus menghormati orang dan hak mereka utk percaya apapun yang mereka pilih bukannya menghormati apa yang mereka percaya. Saya harus menghormati hak anda utk percaya pada suatu kemustahilan tapi ini tidak berarti saya harus menghormati kemustahilan tsb.

Kami sering dengar bahwa kami harus menghormati kepercayaan orang lain. Ini omong kosong. Kita tidak harus menghormati kepercayaan apapun, bahkan kepercayaan kita sendiri. Kita harus selalu mempertanyakan kepercayaan. Ini satu-satunya jalan manusia bisa maju. Jika kita menghormati kepercayaan, jangan pertanyakan kepercayaan dan jangan menantang kepercayaan, gimana bisa kita memusnahkan kepercayaan palsu?

Lagian, apa muslim menghormati kepercayaan orang lain? Terus kenapa mereka menghina orang Yahudi, Kristen, bahkan membunuhi orang-orang Bahais, Sikh, Ahmadiah atau Hindu dimanapun muslim jadi mayoritas dan diatas angin?

Lupakan apa yang dilakukan orang muslim. Tengok Muhammad. Apa Muhammad menghormati kepercayaan orang lain? Kenapa dia merangsek masuk Kabah dan menghancurkan patung-patung kepercayaan orang lain? Kenapa dia merusak kuil-kuil di Mekah? Bukankah ini merusak kesucian dari kepercayaan orang lain? Dia bisa saja bikin mesjid ditempat lain, kenapa dia harus merusak dan menghina dewa-dewa orang lain? Dia memberi contoh bagi para muslim lain agar ditiru dan hasilnya, para pengikut nabi setan ini sekarang sama tidak toleran seperti si jahanam itu.

Mereka terus menerus berperang satu sama lain, menuduh yang lain murtad dan saling berbunuhan. Apa anda tahu bahwa lebih banyak muslim yang mati ditangan muslim lain dibanding yang mati ditangan non muslim? Pembunuhan antar sekte ini masih berlangsung sampai sekarang.

Waktu anda minta orang lain utk menghormati kepercayaan anda, tengok dulu lebih dekat bagaimana kepercayaan anda menghormati kepercayaan orang lain. Muslim menikmati kebebasan dan HAM yang jauh lebih banyak dinegara-negara non muslim dibandingkan non muslim dinegara-negara muslim.

Quote: Dan jangan ragu lagi bahwa muhammad pbuh adalah utusan Auwloh yang terakhir dan terbesar, dan quran adalah (furqan) kriteria utk menilai yang benar dari yang salah apapun kriteria iman disajikan Quran pada ummat utusan terakhir ini.

Well, saya ragukan itu. Itulah sebabnya kenapa saya meminta anda membuktikan klaim ini secara logis. Saya tidak akan percaya anda hanya karena anda bilang begitu. Dimana bukti-buktinya? Saya tidak akan percaya hanya karena Muhammad bilang begitu. Saya butuh bukti. Muslim keliru -- tak bisa bedakan antara ‘bukti’ dengan ‘klaim’, bukannya memberi bukti, mereka malah mengulangi klaim/pengakuan-pengakuan tsb sebagai bukti itu sendiri.

Quote: Saya tidak akan masuk kedalam diskusi logika dengan anda karena logika murni menyeret anda kearah agnotisme atau ateisme, hal itu akan selalu menyesatkan anda, kecuali anda tidak percaya pada “spiritualitas” dan membiarkan akal anda mengikuti hati anda.. karena jiwa berhubungan dengan hati dan jiwa punya fungsinya sendiri (mata sendiri, kuping sendiri, dll) dan quran diungkapkan didalam hati nabi Muhammad pbuh seperti yang dinyatakan dalam Surat Baqarah..karenanya Auwloh menyebut “tuli, bodoh” pada mereka yang jiwanya mati.

Itu benar-benar pernyataan yang ‘besar’. Jika logika menyeret kearah agnotisme atau ateisme, bukankah ini artinya bahwa percaya pada Tuhan itu tidak rasional? Siapa yang memberi kita otak? Tuhan bukan? Kenapa memakai otak akan berujung pada agnotisme atau ateisme? Seperti kata Galileo, jika Tuhan tidak ingin kita memakai otak, kenapa Dia beri kita otak? Jika kita tidak boleh pakai otak dan logika utk mencari Tuhan, darimana kita tahu bahwa kita tidak disesatkan oleh dukun tukang obat? Kita tidak kekurangan nabi-nabi palsu yang menyesatkan banyak orang dengan kebohongan-kebohongan mereka dan menyuruh jangan pakai otak, jangan pake akal, jangan pake logika; percaya saja. Buka hati, tutup pikiran dan percaya apapun yang dikatakan dengan membuta dan tanpa kritik. Orang-orang tak berotak ini bukannya diselamatkan tapi disesatkan. Itulah risiko yang anda ambil jika tidak pakai otak. Jika pesan Tuhan tidak logis, gimana kita bisa yakin itu pesan Tuhan?

Kebalikan dari yang anda katakan, karena Tuhan adalah Tuhan yang rasional dan bukan Tuhan yang tidak rasional dan bodoh, dia tidak akan pernah ingin kita manusia percaya membuta pada nabi-nabi ayam sayur (seperti muhammad). Dia (Tuhan) kasih otak utk membedakan yang asli dari yang palsu. Jika kita harus memakai otak dan logika dalam hal-hal sederhana dikehidupan kita, kenapa dalam pencarian Tuhan tidak boleh?

Tidakkah anda melihat rencana busuk ini? Kenapa anda pikir Muhammad berkeras agar kita jangan pakai otak? Ini karena dia tahu pengakuannya tidak masuk akal, tidak logis. Dia tahu bahwa dia berbohong. Dia juga tahu jika orang mulai berpikir waras pake otak mereka akan segera sadar akan kebenaran dan tak seorangpun akan percaya pada kebohongan-kobohongannya.

Ngga kepikiran utk percaya bahwa Tuhan ingin kita bodoh ketika menyangkut hal-hal pencarian bimbinganNya? Jika kita tidak boleh pake otak, darimana kita tahu agama mana yang benar dan agama mana yang palsu? Ada ribuan agama/kepercayaan didunia. Yang mana yang benar? Haruskah kita ikuti yang paling logis atau yang paling mengancam nyawa kita?

Hanya dengan logika kita bisa menemukan kebenaran. Kebenaran itu secara natural adalah Logis. Sebaliknya, kepalsuan-lah yang tidak logis. Untuk melihat bahwa Muhammad itu palsu, cukup dengan hal ini. Jika orang bilang kau tidak boleh pakai otak dan percaya saja dg membuta, langsung kabur aja, karena orang itu pasti bukan nabi asli dari Tuhan, tapi dukun cabul atau tukang obat. Bukankah hal ini saja jadi bukti yg meyakinkan bahwa Muhammad itu palsu?

Siapa yang tuli, bodoh dan buta? Yang pakai otak dan mencari kebenaran secara logika atau yang percaya tanpa berpikir? Lihat tidak, betapa mudahnya menyangkal islam?

Tidak benar bahwa logika akan menghilangkan iman anda pada Tuhan. Anda akan kehilangan iman pada Muhammad tapi tidak pada Tuhan. Tentu saja Muhammad tidak tahu apapun tentang Tuhan dan semua yang dia katakan tentang Tuhan tidak masuk akal, irasional dan gila abizzzz. Muhammad tidak mengerti sama sekali tentang Tuhan. Dia membayangkan Tuhan seperti diktator sadis, orang mirip Saddam Hussein yang melakukan seenak udel dan melanggar aturan apapun, yang suka dipuja puji. Yang menghadiahi para psikopat dan menghukum para pemikir bebas. Itu bukan definisi dari Tuhan. Orang dengan otak sebodoh Muhammad tidak bisa mengerti kebesaran dari Tuhan. Jadi dia menggambarkannya sebagai makhluk Lalim yg penuh murka. Pengertian Muhammad akan Tuhan sangatlah bodoh. Itu sebabnya jika anda pakai otak dan mencoba logis, anda akan kehilangan iman anda dalam islam. Anda tidak kehilangan iman anda dalam Tuhan jika anda pakai otak. Anda kehilangan iman pada tuhannya (atau auwlohnya) Muhammad, karena auwlohnya muhammad tidak logis, tidak rasional dan bodoh. Dia bukan Tuhan sejati tapi isapan jempol dari pikiran sakit seorang psikopat yang bodoh.

Saya menemukan Tuhan setelah saya tinggalkan islam dan saya temukan Tuhan memakai logika. Saya tidak melepaskan akal utk mencari Tuhan. Kebenaran tidak bisa tidak logis. Kepalsuanlah yang tidak logis.

Alasan manusia terpecah-pecah, adalah karena tiap orang percaya pada tuhan yang tidak rasional. Jika kita hentikan kegilaan ini dan memakai berkat terbesar (otak/rasio/logika) yang diberikan Tuhan pada kita utk mencarinya, kita semua akan menemukan Tuhan Sejati yang Satu dan perpecahan ini akan musnah.

Quote: Saya percaya anda disesatkan setan karena saya suka berpikir hal yang sama tentang islam dan nabi Muhammad pbuh, sampai tanda-tanda Auwloh ditunjukkan pada saya (yang mana tidak akan saya sebut dalam surat ini), tapi Alhamdulillah Auwloh membuktikan pada saya segala sesuatu apa yang Auwloh katakan dan UtusanNya itu benar. (TIDAK ADA KERAGUAN).

Jika pertanda Auwloh ditunjukkan pada anda, pertanda itu tidak muncul pada saya. Saya tidak percaya pada apa yg anda percaya bukan karena saya tidak melihat pertanda. Dalam ketiadaan pertanda yang bisa saya lakukan adalah memakai otak dan mencoba utk berpikir logis. Jika saya lakukan itu, saya lihat Muhammad hanya seorang nabi palsu dan bukan utusan Tuhan. Saya ulangi, masalah saya bukan dengan Tuhan. Muhammad-lah yang saya tolak. Saya pikir Muhammad tidak punya hubungan apapun dengan Tuhan. Jelas bagi saya bahwa dia sebenarnya tidak mengerti Tuhan.

Apa Tuhan ingin kita percaya Dia secara tidak rasional? Ini penghujatan terhadap Tuhan. Tuhan tidaklah irasional. Setan yang irasional. Jika Muhammad bilang jangan pakai otak dan percaya membuta, itu bukti bahwa Muhammad bukan dari Tuhan tapi dari Setan.

Itu yang terjadi pada para muslim yg malang. Karena mereka tidak menyembah Tuhan Sejati tapi Setan, mereka hidup dalam kesengsaraan dan terus menerus berperang satu sama lain. Anda pikir kenapa muslim jadi orang termiskin, terbelakang dan tersial didunia? Kenapa mereka terus menerus berperang satu sama lain dan dengan pihak lainnya? Ini karena mereka menyembah setan. Anda bilang anda tidak bisa membicarakan pertanda Tuhan. Apa untungnya buat saya? Jika pertanda itu asli, anda bisa menjelaskannya secara logis. Darimana saya tahu anda tidak disesatkan oleh pertanda palsu? Ceritakan tentang pertanda itu dan saya akan buktikan anda dibodohi. Apa saya harus pakai otak saya atau otak anda? Jika pertanda-pertanda yang anda lihat memuaskan anda; baguslah! Tapi selama saya tidak melihat pertanda saya tidak percaya. Bodoh sekali percaya tanpa bukti? Kenapa saya harus percaya islam dan bukannya agama-agama lain?

Quote: Dan islam begitu indah dan damai dan segala sesuatu didalamnya sesuai dengan alamiah manusia.

Keindahan hanya dimata pemiliknya. Anda lihat islam indah dan saya lihat busuk. Itu subjektif. Ayolah jangan debat estetika! Bagaimanapun, Islam tidaklah damai. Pernyataan ini kayak becanda. Muslim selalu berperang. Muhammad sendiri melakukan 78 perampokan/penjarahan dalam 10 tahun terakhir kehidupannya. Jadi bilang islam itu damai sama saja omong kosong. Jika anda bilang islam sesuai dengan sifat alami manusia, saya juga harus tidak setuju. Jika sesuatu itu sesuai dengan alamiah, harusnya ini bisa dimengerti alami juga. Islam tidak dimengerti secara alami. Harus lewat indoktrinasi dan kadang pemaksaan pada mereka yang tidak mau tunduk. Ini bukti bahwa islam tidaklah alami.
Pertama anda bilang islam tidak logis. Gimana bisa sesuatu yang alami itu tidak logis? Kedua jika benar alami kenapa Muhammad memerintahkan para pengikutnya utk berjihad dan memaksakan islam pada orang lain lewat pedang? Konsep jihad itu sendiri jadi bukti bahwa islam bertentangan dengan sifat alamiah. Ide dari amr bi'l ma`aroof dan nahy anil munkar (membolehkan yang dibolehkan dan melarang yang dilarang) adalah bukti lain bahwa islam bertentangan dengan alami manusia. Jika islam sesuai dengan sifat-sifat alami manusia, kenapa perlu dipaksakan pada orang lain?

Quote: Dan sebagai informasi saja bahwa masih ada pengikut sejati nabi Muhammad pbuh didunia ini (pada siapa Auwloh telah memberi pandangan spesial utk melihat yang tidak terlihat dan menjadi teman auwloh) dan pengikut sejati dari nabi Muhammad pbuh diberi kuasa spesial dari Auwloh (mirip dengan yang diberikan pada nabi Muhammad) mereka adalah bukti terbuka dari kenabian yang sejati dari Muhammad pbuh. Semoga Auwloh membawamu kepada hal seperti ini, tapi saya takut anda sudah bertindak terlalu jauh hingga layak mendapat kemarahan Auwloh.

Bisa ngga salah satu pengikut sejati Muhammad ini membuktikan pernyataannya? Jika bisa tolong minta mereka menulis surat pada saya. Saya ingin sekali tahu apa yang akan mereka katakan.

Lupakan saya. Anggap saya tak ada harapan. Anda jangan pikirkan saya, pikirkan saja jutaan orang yang membaca situs ini. Apa anda pikir mereka tidak perlu tahu kebenaran? Tolong suruh kesini muslim yang memiliki kuasa spesial itu dan biarkan mereka mendirikan kebenaran Islam sekali dan selama-lamanya.

Saya telah meyakinkan banyak muslim bahwa islam itu kebohongan. Jumlah ini akan bertambah besar dengan banyak orang membaca situs ini. Saya janji akan mempublikasikan sanggahan dari “Teman Auwloh” yang sudah dicerahkan ini, yang bisa melihat yang tidak terlihat. Biarkan mereka bicara. Biarkan mereka memberi pertanda.

Quote: Nabi-nabi bani Israel berdoa pada Auwloh agar bisa ada diantara para pengikut nabi Muhammad pbuh karena mereka tahu apa status teman dari nabi pbuh. Anda tidak tahu apa status dari ummat ini, karena anda menghabiskan waktu dengan cara yang salah dan PERSEPSI ANDA JADI TIDAK SEIMBANG.

Ini omong kosong. Siapa bilang nabi-nabi israel berdoa agar bisa ada diantara pengikut-pengikut Muhammad? Mana bukti dari klaim gila-gilaan ini? Anda para muslim sudah biasa membuat pengakuan-pengakuan tak berdasar dan karena tidak ada orang yang berani menentang, karena tidak tahan ditentang, anda terus-terusan membuat pengakuan palsu dan sekarang anda sungguh-sungguh percaya kebohongan yang anda buat sendiri. Tidak jauh dari kenyataan. Tak seorangpun berdoa agar bisa jadi pengikut Muhammad karena Muhammad bukan nabi Tuhan sama seklai. Muhammad tidak disebut-sebut dalam kitab suci agama apapun.

Quote: Akan jadi diskusi yang panjang yang saya pikir percuma saja karena saya tidak bisa memberi anda hidayah.

Terus ngapain lagi anda nulis surat ini? Apa anda pikir saya akan percaya gitu saja, dengan membuta, klaim irasional yang anda lemparkan pada saya? Saya butuh bukti, dan anda tidak punya. Saya tidak percaya Tuhan yang irasional dan tidak akan jadi pengikut buta.

Quote: Jika Auwloh mentakdirkan hidayah bagi anda maka akan datang jika Dia tidak memutuskan menaruh anda di api neraka. Saya hanya memperingatkan anda agar menghentikan semua ini segera dan bertobat dan jadilah auliya akraam nya Auwloh, solusi anda ada disana atau hukuman akan datang pada anda cepat atau lambat tapi pasti.. percaya saya.. segera inshauwloh..

Udah itu doang?! Pertama anda bilang logika membuat orang tidak percaya tuhannya Muhammad, karena tuhannya tidak logis dan irasional. Itu cukup utk mengetahui bahwa tuhan dia bukan Tuhan sejati. Lalu anda bilang anda punya pertanda tapi tidak bisa menceritakannya. Lalu anda bilang tidak punya hidayah. Sejauh ini anda tidak memberi bukti apapun bahwa Muhammad benar nabi Tuhan yang sejati. Lalu anda mengeluarkan ancaman jika saya itdak percaya tuhan irasional anda dan nabi palsunya, saya akan masuk neraka. Apa anda mencoba menakut-nakuti anak kecil? Kami orang-orang rasional, dear Maulana. Cukup anda buktikan islam itu benar utk menyajikan argumen logis. Ancaman hanya utk orang goblok. Orang pintar tidak takut dengan ancaman agar tunduk! Tuhan memberi otak utk dipake agar jangan jadi korban penipu tukang obat. Siapapun bisa mengeluarkan ancaman. Saya ingin bukti logis. Anda tidak punya.

Jangan takut utk berpikir logis dear Maulana. Pake otak. Tuhan ingin anda pake otak dan kepintaran anda. Dengan logika anda bisa menemukan Tuhan sejati. Jangan biarkan nabi palsu dan si penipu muhammad menyesatkanmu. Jangan jadi korban kebohongan muhammad. Tuhan tidak akan pernah menghukum orang hanya karena orang itu pake otaknya. Dengan mengikuti Muhammad anda mengikuti setan. Apapun yang orang ini lakukan dan katakan semuanya setan. Jangan sia-siakan hidup dan kekekalan anda dengan ikut setan.

Tidak seperti anda, yang tidak bisa membuktikan islam itu benar, saya telah membuktikan bahwa islam itu palsu. Baca artikel-artikel saya. Anda akan menemukan kebenaran disana. Saya pakai Quran dan Hadis utk mendukung klaim-klaim saya. Saya juga mengirim anda copy dari buku saya, jika anda minta, gratis. Bukti bahwa Muhammad bohong sangat sangat banyaknya. Anda tidak akan diberi pahala karena ikut nabi setan. Saatnya bangun. Jutaan muslim sudah bangun. Jangan ketinggalan!


KE”ESA”AN TUHAN DAN KE”ESA”AN MANUSIA

(Kejadian 1:26, 1 Yohanes 5:7-8)

Keesaan Tuhan (Bapa, Anak dan Roh Kudus)
I.                    Ketiganya adalah satu (Matius 28:19, 1 Yohanes 5:7)
-          Bapa adalah Roh Kudus (Yesaya 63:10, 1 Korintus 2:11, 2 Korintus 3:17, Kisah 1:16, 4:25)
-          Roh Kudus adalah Bapa (Matius 10:20)
-          Roh Kudus adalah Anak (Galatia 4:6)
-          Anak adalah Roh Kudus (Matius 1:18,20, 1 Petrus 1:11, Wahyu 3:1, 5:6)
-          Anak adalah Bapa (Yesaya 9:5, Yohanes 10:30)
-          Bapa adalah Anak (Yesaya 63:9)
II.                  Ketiganya Mandiri (Kejadian 3:22)
-          Bapa bukanlah Roh Kudus (Yesaya 63:11)
-          Roh Kudus bukanlah Bapa
-          Roh Kudus bukanlah Anak (Matius 3:16)
-          Anak bukanlah Roh kudus (Matius 3:11, 12:31,32, Kis 1:2,8)
-          Anak bukanlah Bapa (Kisah 7:55,56, Roma 8:34, Markus 16:19, Lukas 22:69, Kolose 3:1, 1 petrus 3:22)
-          Bapa bukanlah Anak (Yohanes 3:16)
III.                Ketiganya Bersama (Kejadian 1:1-3, 18:1-2, Lukas 3:22)
IV.                Salah satu adalah mewakili semuanya
-          Bapa adalah Anak dan Roh
-          Anak adalah Bapa dan Roh Kudus
-          Roh Kudus adalah Bapa dan Anak (Roma 8:9, 1 Korintus 2:11, Yohanes 14:23)

Keesaan Manusia (Tubuh, Jiwa dan roh)
I.                    Ketiganya adalah satu = LIHATLAH DIRIMU SEKARANG ! (1 Yohanes 5:8)
-          Tubuh adalah roh (Amsal 27:9)
-          roh adalah Tubuh
-          roh adalah Jiwa (Ulangan 30:6, 1 Samuel 2:35, Ayub 6:4. Amsal 24:14)
-          Jiwa adalah roh (Mazmur 94:99, Yehezkiel 13:18,20)
-          Jiwa  adalah Tubuh (Yesaya 15:4)
-          Tubuh adalah Jiwa (Kejadian 46:15,18,22, Hakim-haim 5:21, 2 Raja-raja 12:24, 1 Tawarih 5:21, Mazmur 94:21, Kisah 2:41. 1 Korintus 7:34)
II.                  Ketiganya Mandiri
-          Tubuh  bukanlah roh (1 Korintus 2:11)
-          roh bukanlah Tubuh (Lukas 8:55)
-          roh bukanlah Jiwa (Ulangan 4:29, 6:5, 10:12,11:13, 13:3, 26:16, 28:65, 30:10, Yosua 22:5, 23:14, Mzmur 78:8, Amsal 2:9) hati=roh
-          Jiwa bukanlah roh (Ibrani 4:12, Yakobus 1:21)
-          Jiwa bukanlah Tubuh (1 Samuel 18:1)
-          Tubuh bukanlah jiwa (Keluaran 23:9, Bilangan 14:24, Rut 4:15, 1 Samuel 2:23, Ayub 14:22, Mzamur 42:6,7,12, 43:5, 44:6, 71:23, Matius 10:28, 1 Petrus 2:11. 3 Yohanes 1:2, Wahyu 6:9, 20:4 )
III.                Ketiganya bersama (Mazmur 16:9, 31:10, 84:3, Yehezkiel 24:25. Kisah 2:26, Markus 12:30, Filipi 1:27, 1 Tesalonika 5:23, Ibrani 4:12)
IV.                Salah satu adalah mewakili semuanya
-          Tubuh adalah jiwa dan roh (kejadian 3:6, Imamat 13:13, Bilangan 19:13, Mazmur 34:19, 108:2)
-          Jiwa adalah Tubuh dan roh
-          Roh adalah Tubuh dan Jiwa (Amsal 20:27, Ibrani 12:23)

Keteranngan     
Tuhan
Bapa                  : Allah, Yahwe
Anak                   : Firman, Putra, anak manusia, anak tunggal
Roh kudus          : Roh kebenaran, Roh Kristus, Roh Keputraan Kristus, Roh Allah

Manusia
Tubuh     : Organ biologis seperti Kepala, mata, kaki, telinga, tangan, hati/Liver, air dll
Jiwa        : Pikiran, Perasaan, Emosi, Kehendak

roh         : Batin, Hati, Akal budi

Jumat, 21 Februari 2014

Manipulasi Terjemahan Quran

The Deceptive Translations of the Quran

PENGUBAHAN {MANIPULASI}

TERJEMAHAN QURAN

Author: Mumin Salih (ex-muslim)

Artikel ini menunjukkan bukti usaha sengaja yang dibuat oleh para penerjemah Al Qur’an utk mengubah arti dari Quran dengan maksud agar penyajiannya bisa diterima oleh para pembaca di dunia barat.

Dulu saya cukup sering baca Quran, tapi sekarang tidak lagi. Quran tidak menarik, bukan buku yang mudah dibaca atau dimengerti. Para muslim terus menerus mengulang-ulang utk menolong mereka menghafal dan membiasakan diri mereka dengan kata-kata yang tidak akrab ditelinga mereka. Karena bahasa Arab kebetulan menjadi salah satu objek yang menarik bagi saya sendiri, saya jarang baca Quran yang bahasa inggrisnya. Tapi, saya harus mengacu pada terjemahan inggrisnya jika berdebat dengan muslim non Arab. Saya khawatir tingkat ketidak akuratan yang saya temukan dalam terjemahan inggrisnya akan bisa terlihat. Yang saya bicarakan ini adalah kesalahan penerjemahan. Kesalahan ini adalah kesalahan yang sengaja dibuat oleh penerjemah hingga mengubah arti dari ayat-ayat itu dengan maksud utk menyajikan Quran dalam bentuk yang bisa diterima oleh para pembaca non Arab.

Artikel ini hanya meninjau beberapa ayat-ayat dimana para penerjemah telah memilih dengan hati-hati kata-kata yang dipakai hingga mengubah secara total arti dari ayat tsb. Ini jelas sebuah usaha penipuan agar bisa menampilkan gambaran baik dari Quran kepada para pembaca yang berbahasa inggris. Kita lihat dua dari penerjemah yang paling dikenal: Yusuf Ali dan Hilali & Khan, tapi ini bukan berarti penerjemah lain itu lebih baik.

Contoh kesatu dari surat Al Nabaa (Q.78.33)

Q. 78: 33
Inggris: Companions of equal age
Arabic: Kawa’eba atraba
Indonesia: dan gadis-gadis remaja yang sebaya

Dalam surat ini, Quran menjelaskan kenikmatan yang bisa didapat disurga dengan taman-tamannya, anggur, minuman keras dan tentu saja kenikmatan sex dari para perempuan. Dalam ayat diatas, Quran menjelaskan pada muslim (lelaki pastinya) jenis perempuan yang bisa mereka dapatkan utk mereka nikmati. Bahasa Arabnya ‘Kawa’eba’ artinya gadis/perawan muda yang dadanya kenyal dan bentuknya bagus, maksudnya kebalikan dari dada nenek-nenek. kata ‘atraba’ artinya ‘yang sebaya’. Dg demikian terjemahan yang seharusnya adalah: ‘gadis/perawan muda yang dadanya kenyal dan bentuknya bagus serta umurnya sebaya’. Penerjemah memutuskan utk melewati bagian erotisnya tentang dada perempuan tsb; sebaliknya mereka menggunakan kata companion (teman), dimana artinya bisa saja bukan perempuan!

Contoh kedua dari surat Al Imran (Q 3.14)

Inggris:
Fair in the eyes of men is the love of things they covet: Women and sons; Heaped-up hoards of gold and silver; horses branded and cattle and well-tilled land.

Arabic:
zuyyna li nnassi hubbu shahawati mina al nissaai walbanin ….

Indonesia:
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: perempuan-perempuan, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Auwloh-lah tempat kembali yang baik (surga).

Kata arab ‘nas’ artinya sekelompok orang, atau ini maksudnya bisa juga umat manusia pada umumnya. Tapi dua pengertian itu termasuk lelaki dan perempuan. Dalam ayat diatas, diterjemahkan agar artinya jadi hanya ‘lelaki’, yang mana ini menjadikan artinya jauh sekali berbeda. Ayat asli sebenarnya adalah blunder (kesalahan) besar, yang menggambarkan apa yang ada dalam benak Muhammad ketika ‘wahyu’ itu diturunkan. Terjemahan yang pantas dalam bahasa inggris harusnya:

‘Mankind was made to love the desired things in life like women, children, money and cattle…’

‘umat manusia diciptakan utk mencintai hal-hal yang dihasratkannya dalam hidup seperti perempuan, anak kecil, uang dan ternak….’

Dengan kata lain, Muhammad tidak menganggap perempuan sebagai bagian dari umat manusia, tapi hanya sebagai objek birahi bagi lelaki (umat manusia versinya), disamakan dengan ternak! Ayat aslinya menunjukkan imajinasi pikiran seorang arab, dan mungkin hal ini bisa diterima di Arab abad ke-7, tapi sekarang?!?, ini bukti nyata bahwa Quran bukanlah karya Auwloh tapi hanya ciptaan seorang lelaki Arab belaka.

Penerjemah, dalam hal ini Yusuf Ali, harusnya tahu blunder ini dan mencoba membenarkan kerusakan/hal memalukan ini, hingga terjemahannya menjadi yang disebut diatas itu.

Contoh ketiga dari surat Al Naziaat (Q 79.27-30)

[79.27] What! Are ye the more difficult to create or the heaven ? Auwloh hath constructed it
[79.28] On high hath He raised its canopy, and He hath given it order and perfection.
[79.29] Its night doth He endow with darkness, and its splendour doth He bring out (with light).
[79.30] And the earth, moreover , hath He extended (to a wide expanse)

[79.27] Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Auwloh telah membangunnya,
[79.28] Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,
[79.29] dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang.
[79.30] Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.

Semua yang ada dalam empat ayat diatas adalah penghinaan akan logika dan sains. Dalam bahasa awamnya, ayat tersebut memberitahu kita bahwa Auwloh menciptakan langit (ayat 27) dan menyempurnakannya (ayat 28) dan menciptakan malam dan siang (ayat 29) lalu setelah semua itu Dia menciptakan bumi! Ayat-ayat ini bukan hanya menyatakan bahwa langit diciptakan dan disempurnakan sebelum penciptaan bumi, tapi juga menyatakan bahwa siang dan malam diciptakan sebelum bumi. Penerjemah mencoba menyelamatkan Quran dari tulisan-tulisan yang memalukan tsb dengan melakukan kesalahan-kesalahan terjemahan:

Dalam ayat 27, kata ‘heaven’ dipilih sebagai terjemahan kata arab (samaa), yang sebenarnya tidak punya arti ‘heaven’ sama sekali, tapi artinya langit! Ini jelas membuat perbedaan besar dalam arti tsb.

Dalam ayat 30, kata ‘more-over’ dipilih sebagai terjemahan kata arab (baada zalika) yang arti sebenarnya adalah ‘after that’. Kesalahan ini seperti sebuah usaha mati-matian dari penerjemah utk mengalihkan perhatian para pembaca dari ketidak akuratan sains. Jelas dari ayat diatas, bahwa Auwloh menerangkan urutan penciptaan, dan memastikan bahwa setelah Dia selesai mencipta seperti yang disebut dalam ayat 27-29 lalu dia menciptakan bumi yang datar.

Contoh keempat dari surat Al Nur (24:2)

Q.24: 2 the woman and the man guilty of illegal sexual intercourse, flog each of them with a hundred stripes. Let not pity withhold you in their case, in a punishment prescribed by Allâh, if you believe in Allâh and the Last Day. And let a party of the believers witness their punishment.

[24.2] Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Auwloh, jika kamu beriman kepada Auwloh, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.

Penerjemah, disini adalah Hilali dan Khan, memilih kata hukuman (punishment) sebagai terjemahan kata arab ‘Azabahuma’ yang artinya adalah sebuah kesalahan besar! Arti yang tepat dari kata azabahuma adalah: “the torture of both of them” (siksaan bagi keduanya), tapi penerjemah ingin mengalihkan perhatian pembaca dari fakta bahwa Auwloh, yang harusnya maha pengampun, sebenarnya menyetujui penyiksaan!

Well, jeleknya adalah bahwa Auwloh tidak saja menyetujui penyiksaan, tapi Dia juga ikut khawatir terhadap perasaan dari orang-orang yang melaksanakan perintah siksaan ini, Dia khawatir mereka akan terpengaruh hingga memperingan hukuman yang diperintahkanNya ini. Itu sebabnya Dia memperingatkan mereka agar jangan berbelas kasihan pada orang-orang terhukum tsb, dan mengingatkan mereka akan Hari keramat yang sangat mereka hapal, yaitu Hari Kiamat, juga dikenal sebagai Hari Pengadilan, meski ‘Hari Siksaan’ sebenarnya lebih tepat utk itu.

Untuk melengkapi kesadisanNya, Auwloh memerintahkan orang-orang beriman lainnya agar menyaksikan kekejian ini dengan berkata: ‘dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman’. Sesuai dengan perintah ini, sudah menjadi kewajiban dari masyarakat Islam (Fardh kefaya/fardu kifaya) utk menonton penyiksaan ini, itu sebabnya kenapa mereka mengumumkannya di mesjid setelah sholat Jum’at agar orang-orang ‘beriman’ datang menonton!

Meski menerjemahkan Quran itu berbeda dari penafsiran, penerjemah sering memasukkan ‘tafsir keinginan’ mereka sendiri dalam banyak ayat, yang tidak sejalan dengan tafsir tradisional yang sudah diterima banyak orang islam. Ini biasa terjadi khususnya ketika Quran mengatakan sesuatu yang mustahil, yang membuat atau memperingatkan sang penerjemah agar ‘turut campur’ seketika utk menghentikan para pembaca agar tidak punya pikiran macam-macam. Dengan kata lain, mereka berkata pada para pembaca: ‘please jangan salah pahami Auwloh! Yang Dia maksudkan itu sebenarnya hal yang lain!’

Berikut adalah dua contoh dari praktek aneh tsb:
Contoh kelima dari Surat Al Hajj (22:65)
Q.22: 65. … Auwloh has made subject to you all that is on the earth, and the ships that sail through the sea by His Command? He withholds the sky (rain) from falling on the earth except by His leave…

Penerjemah sengaja menyisipkan kata ‘rain’ di dalam tanda kurung utk mengesankan bahwa inilah yang dimaksud dengan kata ‘sky’. Saya tidak pernah tahu bahwa ‘sky’ bisa punya arti aneh demikian, tidak juga para akademisi muslim yang menjelaskan ayat selama 1400 tahun belakangan ini. Lagi-lagi, penerjemah berusaha sekuat tenaga memperbaiki kerusakan sains yang ada dalam ayat ini, dengan mengalihkan benak pembaca agar tidak berpikir tentang langit yang jatuh.

Contoh keenam dari surat Al Nissa (Q.4.34)
Q.4: 34…..as to those women on whose part ye fear disloyalty and ill conduct, admonish them (first), (Next), refuse to share their beds, (And last) beat them (lightly)

Q.4: 34….As to those women on whose part you see illconduct, admonish them (first), (next), refuse to share their beds, (and last) beat them (lightly, if it is useful),

Dalam ayat diatas, Auwloh berbicara (pastinya pada lelaki) tentang bagaimana berurusan dengan para perempuan itu, yang mereka duga akan tidak setia dan meminta para lelaki agar berhati-hati pada para perempuan tsb dan menolak membagi ranjang dengan mereka dan menyuruh memukul mereka. Penerjemah menambahkan (dengan kebaik hatian mereka) pada ayat ini dengan menyisipkan kata ‘lightly’ (perlahan) segera setelah kata ‘beat them’ (pukul mereka), seakan mereka ingin bilang pada para pembaca: please jangan salah pahami Auwloh!

Quran tidak berkata ‘lightly’ sama sekali, tapi penerjemah menyisipkannya agar segera mempengaruh pembaca. Auwloh bisa dengan mudah bilang ‘lightly’ jika Dia bermaksud begitu, tapi Dia tidak bermaksud menyuruh utk memukul perempuan dengan pelahan. Juga Auwloh tidak memberi syarat apapun seperti yang disarankan oleh Hilali/Khan ketika mereka menambahkan kata ‘if it useful’ (jika berguna).


QURAN PUNYA TABIR PENGHALANG
Quran ditulis dengan gaya Arab Kuno yang kurang akrab bagi sebagian besar orang Arab. Dengan demikian Quran memposisikan dirinya dengan nyaman dibelakang tabir penghalang yang membuatnya terlihat samar-samar dan punya arti mendua dan membuatnya jauh dari mata kritis. Mirip seperti perempuan muslim yang pakai cadar hitam dan ikutan kontes kecantikan. Hanya mereka yang tidak punya IQ saja yang akan memilih perempuan ini sebagai ‘Ratu Kecantikan” dg hanya berdasarkan: “Siapa tahu dia cantik?” Kita tidak tahu apa yang ada dibelakang cadar! Orang dengan otak yang normal bahkan tidak akan menganggap dia layak ikut kontes.

Akademisi muslim mempromosikan Quran beserta cadar hitamnya dan meyakinkan para pengikut yang bodoh dan bilang bahwa kitab ini adalah kitab yang paling indah, tapi, mereka tidak pernah akan bisa melihat yang sebenarnya karena ada cadar tsb! Mereka mengklaim pada para pengikutnya bahwa Quran mengatakan semuanya, semua yang cocok dengan agenda mereka, meski mereka sebenarnya mungkin tidak melihatnya karena cadar itu! Orang berharap bahwa dengan menterjemahkan Quran kebahasa lain akan menghilangkan cadar mendua yang melindungi versi arabnya yang asli (yang tidak pakai ‘tanda kurung’ untuk menjelaskan maksudnya), dan menyajikannnya dalam bahasa yang jelas dan sederhana pada para pembaca non arab. Sayangnya, maksud demikian jauh dari kebenaran karena para penerjemah memilih kata dan gaya bahasa yang tetap mempertahankan kepalsuan, kemenduaan dan kesamaran dari Quran.

Sumber:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=15818
http://www.news.faithfreedom.org/index.php?name=News&file=article&sid= 1396
translator: podrock

Catatan Tentang Sejarah Quran

The Quran's Historicity

MEMPERTANYAKAN BUKTI
HISTORIS QURAN

Sebelum 750 AD (sekitar 100 tahun setelah wafatnya Muhamad) tidak ada satupun dokumen yang dapat memberikan gambaran tentang perioda pembentukan Islam. Tidak ada sedikitpun keterangan/kesaksian dari masyarakat Islam selama 150 tahun pertama mereka, antara masa penjajahan Arab pertama pada permulaan abad ke 7, sampai timbulnya literatur pertama Islam abad ke 8 (Riwayah SIRA-MAGHAZI).

Satu-satunya hal yang kita miliki sebelum tahun 750 itu terdiri dari ‘hampir seluruhnya pernyataan yang tidak jelas asalnya' (“almost entirely of rather dubious citations in later compilations’’[Humphreys]).

Memang luar biasa bahwa Islam tidak dapat menunjukkan satupun bukti sejarah buku suci mereka bahkan dalam waktu 100 tahun setelah kelahiran nabi mereka.

Sejumlah cerita dalam Quran berasal dari abad ke-2 literatur Yahudi:

cerita Cain & Abel (Kain & Habil) dalam dalam Surah 5.31-32 dipinjam dari Targum Jonathan ben Uzziah dan Mishnah Sanhedrin 4.5;

cerita Abraham, berhala dan penghancuran mereka dalam Sura 21.51-71 adalah dari Misdrash Rabbah ;

cerita Solomon dalam Sura 27.17-44, tentang burung yang dapat berbicara dan ratu Sheba yang mengangkat gaunnya karena menyangka lantai mengkilap sebagai air, diambil dari Targum kedua cerita Esther.



Bahkan cerita Gunung Sinai diangkat dan mengambang diatas kepala rakyat Yahudi sebagai ancaman kalau menolak hukum Yahwe (Surah 7.171) berasal dari The Abodah Sarah. Dan seterusnya dst.

Dalam Surah 17.1 terdapat laporan tentang perjalanan Muhamad dari mesjid suci ke mesjid terjauh. Dalam tradisi berikutnya, ayat ini menunjuk kepada Muhammad menaiki langit ke 7, setelah sebuah perjalanan malam ajaib (MI’RAJ) dari Mekah ke Yerusalem, diatas kuda bersayap bernama Buraq. Ini berasal dari berbagai sumber : Testamen Ibraham (~200), Rahasia Enoch (chap.1.4-10 and 2.1), dan buku Persia tua berjudul Arta-I Viraj Namak.

Quran menunjukkan bahwa Muhammad memutuskan hubungan dengan orang-orang Yahudi pada tahun 624 dan memindahkan arah Kiblat (Surah 2.144 and 149-150) dari Yerusalem ke Mekah. Namun, dokumen yang ada dalam kepemilikan kami, yaitu Doctrina Iacobi Chronicler (dari tahun 661) dan dokumen Usup Sebeos (dari tahun 660) menunjukkan hubungan baik antara kaum Yahudi dengan kaum Ismaeli yang dahulu dikenal sebagai kaum Saracen. Sumber berikut dari Armenia bahkan menyebut gubernur Yerusalem adalah orang Yahudi pada tahap akhir masa penjajahan/conquest. Jadi, testimoni-testimoni sejarah ini bertentangan dengan kesaksian dalam Quran.



MEKAH

Dalam Surah 3.96 dan 6.92 terdapat sebutan Mekah (Bakkah) yang merupakan tempat perlindungan pertama umat manusia, atau the ‘’Mother of all settlement’’ Adam menempatkan batu hitam dalam Ka’bah pertama, namun dalam Sura 2.125-127 disebutkan bahwa Abraham dan Ishmael yang membangunnya kembali beberapa tahun kemudian.

Riset oleh Patricia Crone dan Michael Cook menunjukkan bahwa Mekah tidak disebut-sebut dalam dokumen arkeologi sebelum permulaan abad ke 8. Ingatlah bahwa ini merupakan 1 abad setelah wafatnya Muhamad.

Bahkan lebih aneh lagi adalah pernyataan kaum Muslim bahwa selain merupakan kota tua dan besar, Mekah juga pusat dagang Arab di abad ke7 dan sebelumnya. Pernyataan ini lebih mudah diperiksa kebenarannya karena bukti-bukti dokumen dari jaman itu cukup banyak.

Dari riset ekstensif Bulliet bisa dikatakan dengan pasti bahwa pernyataan kaum Muslim ini SALAH. Ini dibuktikan lebih lanjut oleh Groom dan Muller yang mengatakan bahwa Mekah tidak mungkin berada pada rute perdagangan karena secara geografis ini berarti orang harus mengadakan de-tour (jalan memutar yg lebih panjang, yg justru bertentangan dengan logika ekonomi kaum pedagang) ketimbang melewati rute normal, yaitu melalui jalur barat. (It would have entailed a detour from the natural route along the western ridge.)

Bahkan Patricia Crone menambahkan ‘’Mekah adalah tempat gersang dan kering dan tempat-tempat macam itu bukan pilihan pedagang. Mengapa karavan harus turun kedalam lembah gersang Mekah kalau mereka dengan mudah dapat berhenti di Ta'if?"

Ia juga mempertanyakan, komoditi macam apa di wilayah Arab saat itu yg bisa ditransportasi melewati jarak jauh dan alam kering, dan tetap bisa dijual dengan mendapatkan keuntungan yang cukup besar untuk mendukung pertumbuhan sebuah kota yang kedudukannya tidak strategis itu?"

Faktanya adalah, pada abad-abad tidak lama menjelang kelahiran Muhamad di tanah Arab ini tidak ada satupun jalur pedagangan internasional, apalagi di Mekah. Ternyata kebanyakan data mengenai asal pernyataan "Mekah sarang dagang" ini adalah gara-gara riset tidak teliti seorang Jesuit, Henry Lammens, seorang "akademik yang tidak reliable".

Lammens menggunakan sumber-sumber abad pertama (seperti orang-orang Romawi, Periplus dan Pliny) dan bukannya sumber-sumber sejarawan Yunani yang hidup lebih dekat pada masa tersebut seperti Cosmas, Procopius dan Theodoratos (P. Crone).

Kenyataannya, di abad pertama, jalur perdagangan Yunani antara India dan negara-negara Mediterania sepenuhnya bersifat maritim. Silahkan anda membuka atlas untuk mengerti mengapa. Tidak ada gunanya mengangkut barang dagangan melewati jalan darat yang cukup jauh jika jarak itu bisa ditempuh dalam separuh waktu lewat sungai/laut. Selain lebih cepat dan menjaga agar komoditi dagangan tidak rusak termakan waktu, juga lebih hemat dalam biaya dan resiko perjalanan. Logika pedagang mana yg mau mengambil jalan/rute yg sama sekali tidak ekonomis itu?

Menurut Nn. Croone, pada masa kaisar Dioclesias, lebih murah bagi kerajaan Romawi untuk mengangkut gandum lewat laut sepanjang 780 km (1,250 miles) ketimbang mengangkutnya lewat jalan darat sepanjang 30 km (50 miles). Mengapa para pedagang dari India mengirim lewat laut barang dagangan mereka, menurunkannya di pelabuhan Aden dan meneruskan perjalanan di pundak onta sepanjang 780km lewat gurun gersang?

Jika Lammens melakukan riset secara benar, ia juga akan melihat bahwa jalur perdagangan Yunani-Romawi dengan India runtuh pada abad 3 AD (sesudah Masehi), sehingga pada jaman Muhammad tidak ada jalur darat maupun pasar Romawi yang menjadi tujuan barang dagang tersebut. Croone juga menunjukkan bahwa, seandainya Lammens meluangkan waktu untuk membaca sumber-sumber Yunani kuno, ia akan menemukan bahwa orang-orang Yunani -- tujuan barang dagangan tsb -- belum pernah mendengar nama kota Mekah. Kalau memang tempat itu begitu penting, tentunya mereka yang akan menerima barang dagangan tersebut pasti mengetahui eksistensinya. Namun, kita TIDAK MENEMUKAN SEDIKITPUN KETERANGAN, kecuali bahwa orang Yunani menyebut kota Ta’if dan Yathrib (kemudian dinamakan Medina), juga Khaybar di bagian utara. Tidak adanya sebutan Mekah dalam dokumen historis memang merupakan fakta problematik dalam membuktikan keberadaan sebuah kota yang dianggap pusat kelahiran Islam.

Bahkan terdapat kebingungan dalam tradisi Islam tentang dimana sebenarnya letak Mekah. Menutut riset J. van Ess, baik pada masa perang sipil pertama dan kedua, ada kesaksian tentang orang-orang yang bergerak dari Medina ke Iraq, lewat Mekah. Namun kota MEKAH itu terletak di bagian south-west Medina sementara Iraq berada di belahan north-east. Maka kota perlindungan Islam, menurut tradisi tersebut terletak di bagian timur Medinah, yaitu arah berlawanan dari letak Mekah sekarang!?!?!

(According to the research by J. van Ess, in both the first and second civil wars, there are accounts of people proceeding from Medina to Iraq , via Mecca , yet the town is situated south-west of Medina and Iraq is north-east. Thus the sanctuary for Islam, according to these traditions was at one time north of Medina , which is the opposite direction from where Mecca stands today!)

Ini mengakibatkan kebingungan. Bukan hanya bukti-bukti dokumenter Arab dan Yahudi tentang penanggalan saling kontradiksi, namun kota pusat Islam itu dikenal hanya jauh kemudian.



BUKTI ARKEOLOGIS ARAH KIBLAT

Dikatakan bahwa arah kiblat ditetapkan pada Mekah pada sekitar tahun 624. Namun bukti-bukti arkeologis yang masih berlangsung pada mesjid-mesjid pertama yang dibangun pada abad ke7 oleh para arkeolog Creswell dan Fehervari mengenai 2 mesjid Umayyad di Iraq dan didekat Baghdad, menujukkan bahwa Kiblat tidak diarahkan pada Mekah tetapi jauh ke utara. Mesjid Wasit malah melewati Mekah sebanyak 33 derajat dan mesjid Baghdad sebanyak 30 derajat. Ini sesuai dengan kesaksian Balahhuri (yang disebut Futuh) bahwa Kiblat mesjid pertama di Kufa, Iraq, yang dibangun tahun 670 mengarah ke barat, padahal kalau mau mengarah ke Mekah, seharusnya mengarah ke selatan.

Mesjid Amr b. al As diluar Kairo di Mesir menunjukkan bahwa arah Kiblat menunjuk jauh ke utara sampai harus diperbaiki oleh gubernur Qurra b. Sharik. Bukti-bukti diatas menunjukkan bahwa Kiblat tidak diunjukkan pada Mekah tetapi pada sebuah kota jauh di utara, kemungkinan didekat Yerusalem.

Ini diperkuat oleh pelancong dan penulis Kristen Yakub dari Edessa, yang tulisannya berasal dari tahun 705 dan merupakan saksi mata di Mesir. Ia menulis bahwa kaum Mahgraye (nama Yunani bagi kaum Saracen) di Mesir bersolat menghadap ke timur dan TIDAK ke selatan atau tenggara (menghadap Mekah). Suratnya (yang disimpan di British Museum) memang merupakan pembuka mata. Oleh karena itu bisa disimpulkan bahwa sampai tahun 705 pun, arah kiblat ke Mekah BELUM JUGA DITETAPKAN.

Menurut Dr. Hawting, dari SOAS (School of Oriental and African Studies di London), penemuan arkeologis baru juga menunjukkan bahwa sampai saat itu, kaum Muslim (atau disebut juga kaum Hagar, dari nama ibu Ishmael, yang dihamili nabi Ibrahim) memang solat tidak mengarah ke Mekah tetapi ke utara, kemungkinan besar Yerusalem. NAMUN QURAN MENGATAKAN KEPADA KITA (dalam Surah 2) BAHWA ARAH KIBLAT ADALAH MENUJU MEKAH, kira-kira 2 tahun setelah HIjrah, atau sekitar 624 dan tidak pernah berubah sampai sekarang.

Apa yang terjadi disini? Mengapa Kiblat tidak mengarah kepada Mekah sebelum tahun 705? Mari sekarang kita melihat Yerusalem.



THE DOME OF THE ROCK

Dome megah ini didirikan oleh Abd al-Malik pada tahun 691 dan sampai sekarang masih berdiri. Pertama, kita harus mengingat bahwa the Dome of the Rock bukan sebuah mesjid karena tidak memiliki arah kiblat. Hanya sebuah gedung oktagonal dengan 8 pilar.

Muslimin puas dengan keterangan bahwa Dome ini didirikan guna memperingati malam Muhamad terbang ke surga guna berbicara dengan Musa dan Allah tentang jumlah sholat yang harus dipatuhi pengikutnya. Namun, menurut riset oleh Van Berchem dan Yehuda Nevo, kaligrafi disana tidak menyebtukan apa-apa tentang Mi’raj NAMUN MENOLAK STATUS KETUHANAN YESUS, PENERIMAAN PARA NABI, PENERIMAAN WAHYU OLEH MUHAMAD DAN PENGGUNAAN ISTILAH ‘’Islam’’ DAN ‘’Muslim’’.

Mengapa, kalau memang khusus didirikan untuk memperingati Mi’raj Nabi gedung itu tidak menyebut sepatah katapun tentangnya? Gedung megah ini yang didirikan pada masa kelahiran Islam menunjukkan bahwa GEDUNG INILAH DAN BUKAN MEKAH yang merupakan tempat perlindungan Islam pertama dan pusat kelahiran Islam sampai paling tidak abad ke7.

Menurut tradisi Islam, kalif Sulaiman, yang berkuasa antara tahun 715-717, pergi ke Mekah dan bertanya tentang naik haji. Ia tidak puas dengan jawaban yang diterimanya disana dam memilih untuk mengikuti Abd al-Malik (i.e. melancong ke the Dome of the Rock). Fakta ini saja, kata Dr. Hawting, menunjukkan bahwa bahkan pada abad ke 8 sudah adanya ketidakpastian tentang letak tempat lahirnya Islam.

Menurut tradisi, WALID I, kalif yang berkuasa antara 705-715 menulis kepada semua daerah, memerintahkan penghancuran dan peluasan mesjid-mesjid. Mungkinkah ini saat Kiblat ditetapkan kearah Mekah? Kalau iya, ini menunjukkan kontradiksi besar-besaran dalam Quran.

Dr. John Wansbrough, otoritas terbesar dalam tradisi dini Islam, menunjukkan pengamatan menarik terhadap Muhamad. Sumber-sumber non-muslim terbaik masa ini diberikan oleh kaligrafi Arab pada batu-batuan yang tersebar di gurun dan daratan Syria-Yordan, khususnya di gurun Negev. Alm. Yehuda Nevo, dari Universitas Yerusalem, melakukan riset ekstensif dan menerbitkan hasilnya pada tahun 1994 dalam bukunya ‘’Toward a Prehistory of Islam/Menuju Masa pra-sejarah Islam’’, yang saya jadikan bahan acuan disini.

Nevo menemukan dalam teks-teks religius Arab, dari satu setengah abad kekuasaan Arab (abad ke 7 dan ke adanya sebuah kepercayaan monotheis yang ‘’jelas-jelas bukan Islam, namun sebuah kepercayaan dari mana Islam bisa berkembang" ("demonstrably not Islam, but a creed from which Islam could have developed’’.)

Ia juga menemukan bahwa dalam semua institusi religius selama masa SUFYANI (th 661-684) tidak ada sedikitpun sebutan tentang Muhammad atau petunjuk bahwa Muhamad adalah nabi Allah. Ini benar, sampai sekitar tahun 691, dimana tujuan utama inskripsi adalah religious atau hanya commemorative, seperti inskripsi pada bendungan didekat Ta’if, yang didirikan oleh Kalif Muâwiya pada tahun 660-an. Absennya nama Muhamad pada inskripsi-inskripsi kuno adalah penting.

Kemunculan pertama nama Muhamad rasul Allah ditemukan pada coin Arab-Sassanian dari Xalib ben Abdallah dari tahun 690, yang dibuat di Damaskus. Pernyataan Kepercayaan, termasuk Tauhid (KeTunggalan Allah), pernyataan bahwa Muhammad rasul Allah dan penolakan keTuhanan Jesus (rasul Allah wa-abduhu) ditemukan dalam inskripsi Abd al-Malik dalam the Dome of the Rock, tertanggal 691. SEBELUMYA, PERNYATAAN KEPERCAYAAN MUSLIM TIDAK DAPAT DIPASTIKAN.

Setelah dinasti MAARWANID (sampai 750), nama Muhammad biasanya timbul dalam pernyataan religius, seperti pada coin, milestones and papyrus ‘’protocols’’. Namun, papirus bahasa Arab pertama di Mesir, dalam bentuk bukti penerimaan pajak tahun 642, ditulis dalam bahasa Yunani dan Arab dan menganut judul ‘’BASMALA’’, namun karakternya bukan Kristen maupun Muslim.

Inskripsi-niskripsi dalam the Dome of the Rock, walaupun mengandung teks religius, tidak pernah menyebut nama nabi atau kepercayaan Muslim, 30 tahun setelah kematian Muhammad, walaupun menganut suatu bentuk monotheisme yang berkembang dari gaya literatur Yahudi-Kristen. Terlibih lagi, ketika kepercayaan itu diperkenalkan pada masa MARWANID (setelah 684) it is carried almost ‘’overnight’’. Tiba-tiba, kepercayaan itu menjadi satu-satunya deklarasi religius negara. Namun lagi-lagi tidak begitu saja diterima rakyat.

Menurut Y. Nevo, rumusan Mohammedan ini hanya dimulai digunakan dalam inskripsi umum pada jaman Kalif Hisham (724-743). NAMUN WALAUPUN MEREKA PEGIKUT MUHAMAD, MEREKA BUKAN MUSLIM. Untuk itu, kata Nevo, kita harus menunggu sampai permulaan abad ke 9 (sekitar 822), bersamaan dengan ditemukannya Quran tertulis pertama. Jelaslah bahwa bukan semasa hidupnya Muhamad diangkat kepada posisi nabi, BAHKAN KETIKA ITU, KEPERCAYAAN KEPADA MUHAMAD TIDAK SAMA DENGAN APA YANG DITEMUKAN SEKARANG.



QURAN

Sumber-sumber menunjukkan bahwa buku ini (Quran) disusun secara tergesa-gesa. Wansbrough mengatakan bahwa ‘’nampak jelas bahwa buku ini (Quran) tidak memiliki struktur keseluruhan, sering tidak jelas, baik dari segi bahasa maupun isi, menghubung-hubungkan materi yang terpisah-pisah dan cenderung mengulang-ulang anak-kalimat dalam berbagai versi. Atas dasar ini dapat disimpulkan bahwa buku ini adalah produksi editing tidak sempurna di masa kemudian dari bermacam-macam tradisi’’ seperti dikutip dalam buku Crone-Cook ‘’Hagarism’’.

Mengenai kapan Quran itu disusun kami hanya bisa menerka dari penanggalan manuskrip-manuskrip yang ada. Dari sini, kami bisa menyimpulkan bahwa Quran tidak eksis sebelum akhir abad ke 7. Referensi tertua dari luar tradisi literatur Islam mengenai sebuah buku yang dinamakan dengan ‘’Quran’’ timbul pada pertengahan abad 8 dari tulisan pembicaraan antara seorang Arab dan seorang pendeta dari Bet Hale. Namun ini belum tentu menunjuk pada buku yang kita kenal sekarang. Baik Crone maupun Cook menyimpulkan bahwa selain referensi kecil ini, tidak ada indikasi apapun bahwa Quran eksis sebelum akhir abad ke 7.

Dalam riset mereka, baik Crone dan Cook bersikeras bahwa kemungkinan besar, Quran (atau dalam bentuk permulaan) disusun sebagai bukunya Muhamad pada masa gubernur HAJJAJ BEN YUSUF (663-714), sekitar tahun 705. Dari kesaksian Leo by Levond, gubernur Hajjaj nampak telah mengumpulkan semua tulisan-tulisan lama kaum Hagarene dan menggantikannya dengan versi yang disusun ‘’menurut keinginannya, dan membagikannya kepada siapaun di negerinya’’. Ini juga sesuai dengan fakta bahwa baik manuskrip Quran di Samarqand dan Topkapi (di Turki), Quran tertua yang kita miliki, ditulis dalam bahasa Kufic, dialek Persia dari Kufa, dan bukan bahasa Arab.

Kesimpulan masuk akal adalah bahwa dalam masa inilah Quran memulai perkembangannya, kemungkinan ditulis, sampai akhirnya disahkan pada pertengahan sampai akhir abad 8 sebagai Quran yang kita kenal sekarang.

Namun demikian, bukti-bukti arkeologis tentang keberadaan Quran adalah yang paling problematik. Bekas-bekas bangunan dan inskripsi dari daerah itu dari abad 7 dan 8 tidak hanya menunjukan kontradiksi bahwa Muhamad mengesahkan Kiblat semasa hidupnya, atau bahwa ia yang menyusun Quran yang kita kenal sekarang, bahkan asal usul ke-nabiannya juga diragukan. Ini merupakan penemuan penting dan problematik.

Sekarang kita menemukan coin-coin yang katanya memuat tulisan Quran, tertanggal 685, yang dibuat pada masa Abdul Malik. Terlebih lagi, the Dome of the Rock yang dibangunnya pada tahun 691 menunjukkan ketidaksesuaian antara inskripsinya dengan pernyataan dalam Quran.

Dua ahli etymologi, Van Berchem and Grohmann, setelah riset ekstensif terhadap inskripsi ini mengatakan bahwa mereka mengandung ‘’variant verbal forms, extensive deviances, as well as omissions from the text which we have today’’(‘’Arabic Papyri from Hirbet el-Mird’’ as cited by Crone-Cook).

Jika inskripsi-inskripsi ini berasal dari Quran, dengan berbagai macam variasi. bagaimana mungkin Quran disahkan (dikanonisasi/qanun) sebelum akhir abad ke 8? Orang hanya bisa menyimpulkan bahwa terjadi sebuah evolusi dalam penyusunan Quran, KALAU MEMANG MEREKA ASALNYA DIKUTIP DARI QURAN.



KESIMPULAN SINGKAT :

Kaum Yahudi dan Arab bersahabat sampai paling tidak tahun 640.

Yerusalem adalah Holy Sanctuary for Islam sebenarnya sampai permulaan abad ke 8.

Mekah tidak dikenal sebagai kota yang viable sebelum akhir abad ke 7 dan tidak juga dikenal sebagai rute perdagangan.

Kiblat baru ditetapkan kearah Mekah setelah abad ke 8.

Muhammad tidak dikenal sebagai rasul semua rasul sebelum akhir abad ke 7.

Referensi paling pertama tentang adanya Quran tidak ada sebelum pertengahan abad ke delapan.

Tulisan Quran original tidak serupa dengan teks Quran sekarang.

Quran yang kita miliki sekarang BUKAN Quran yagn seharusnya dikumpulkan dan dikanonisasi kalif Uthman pada tahun 650, seperti diakui kaum muslimin.

Quran yang kita miliki sekarang (sejak tahun 790) tidak ditulis 16 tahun setelah wafatnya Muhamad, melainkan 160 tahun kemudian!

sumber :
www.indonesia.faithfreedom.orgwww.indonesia.faithfreedom.org
www.faithfr.dreamhosters.comwww.faithfr.dreamhosters.com
www.flex.com/~jai/satyamevajayatewww.flex.com/~jai/satyamevajayate
www.debate.org.ukwww.debate.org.uk by Joseph Smith.
http://sullivan-county.comhttp://sullivan-county.com by Joseph Smith.
http://sullivan-county.comhttp://sullivan-county.com by Ibn Warraq.