Kesaksian
Hamran Ambrie (Muslim jadi Kristen)
Alkitab,
memang sudah saya miliki sejak tahun 1936, Saya membaca Alkitab bukanlah untuk
mencari kebenarannya, melainkan hanya untuk mencari ayat-ayat yang dapat menunjang
pendirian saya sebagai seorang Muslim yang Anti Kristen, untuk menyerang iman
Kristen itu sendiri. Sampai berumur 40 tahun, saya adalah penghujat Jesus
Kristus. Saya tidak percaya bahkan menolak ke-Ilahi-an Jesus Kristus itu sebagai
Anak Allah, Tuhan dan Juruselamat. Pelbagai cara yang sudah saya lakukan untuk
menghinakan menolak kebenaran Jesus Kristus. Tetapi begitu besar Kasih Allah,
pada suatu saat saya dicari, dijemput dan diselamatkan. Dalam tahun 1962, dikala
saya sedang menyusun sesuatu naskah khotbah, saya membaca ayat Quran s.AI Maidah
68, yang berbunyi: "Qul ya ahlal kitabi lastum'ala sya-in hatta tuqiemut
taurata wa! injil wa ma unzila alaikum min rabbikum.'' artinya: "Katakanlah!
hai Alhi Kitab. Kamu tidak pada agama yang sebenarnya, kecuali apabila kamu
turuti Taurat dan Injil, dan apa-apa yang diturunkan kepadamu dari pada
Tuhanmu''. Ayat ini, bukanlah untuk pertama kali itu saya baca, melainkan sudah
ratusan kali. Tetapi pada kali terakhir itu, Allah telah membisikan dalam
roh-jiwa saya, bahwa yang dimaksudkan "Taurat dan Injil" dalam ayat
Quran itu adalah Taurat-lnjil yang ada terdapat dalam Alkitab atau Bibel
sekarang ini. Pikiran saya sejak dahulu mengatakan, bahwa Taurat dan Injil yang
dimaksudkan oleh Al-Quran itu secara phisik sudah tidak ada lagi, dan isinya
sekarang telah diintisarikan dalam Al- Quran. Sedang Taurat Injil yang ada
dalam Alkitab sekarang ini, adalah yang palsu isinya sudah diorak-arik oleh
tangan manusia, dikurangi dan ditambah dan lain-lain.
Roh jiwa saya selalu mengatakan bahwa
Taurat Injil itu adalah yang terdapat dalam Alkitab sekarang benar adanya. Pikiran/otak
saya selalu mengatakan: tidak yang ada sekarang adalah Taurat--Injil palsu. Roh
jiwa saya mengatakan: bahwa Taurat-Injil yang dimaksudkan itu adalah yang
terdapat dalam Alkitab sekarang . Pendapat pikiran/otak saya sekarang bertolak
belakang dengan kata hati roh jiwa saya. Karenanya saya menjadi ragu, bimbang, mana
yang benar. Untuk mendapatkan ketentraman, maka masalah ini saya bawa dalam
sembahyang tahjud (sembahyang tengah malam) dengan doa istiharah, yaitu suatu
doa kepada Allah memohon agar diberi petunjuk tanda-tanda kebenaran, supaya
Allah pilihkan buat saya mana yang benar satu diantara dua macam pendapat ini. Saya
berdoa demikian: "Ya Allah, khalik langit dan bumi; Allah-nya orang-orang
Islam, Allah-nya orang-orang Kristen, Allah-nya orang-orang Budha, Allah-nya
bulan bintang, Allahnya lembah dan gunung-gunung, Allah semesta alam, tunjukkan
tanda-tanda kebenaran Tuhan yang disebutkan dalam Quran ini mengenai Taurat dan
Injil itu. Apakah yang dimaksud itu memang Taurat dan Injil yang sudah tidak
ada, yang sudah disarikan dalam Al-Quran. Jika memang demikian, saya mohon agar
Tuhan teguhkan hatiku untuk tidak mempelajari Alkitab itu. Tetapi kalau
sekiranya yang dimaksudkan "Taurat Injil" dalam Quran itu, adalah
memang kebenarannya itu ada di dalam Alkitab (Bible) sekarang ini, saya mohon
kiranya Tuhan bukakan hatiku untuk lebih bergairah membaca mempelajari Alkitab
itu secara jujur dan baik." Saya tidak meminta pilihkan kepada
siapa-siapapun, tidak kepada pendeta, juga tidak kepada alim-ulama Islam juga
tidak kepada kawan-kawan saya yang cerdas pandai, tetapi saya minta dipilihkan
oleh Allah Yang Maha Tahu dan Maha Benar itu saja, agar dalam hal ini saya
mendapatkan satu pilihan yang benar-benar ''meyakinkan kebenarannya'', menurut
kehendak Allah itu sendiri. Saya berdoa dengan sepenuh hati, benar-benar
menggantung harap atas petunjuk Allah saja untuk memilihkan bagi saya suatu
kebenaran beragama. Kenapa sampai begitu terarah saya memusatkan pengharapan ini
kepada Allah. Hal ini dapat dimengerti bahwa setiap orang beragama mempunyai
keyakinan akan adanya kehidupan sesudah kematian dunia fana ini. Dalam
kehidupan di alam baqa itu nanti, hanya ada dua tempat kita berada, yaitu didalam
penghukuman dukacita api neraka, atau didalam sorga bersama Allah.
Saya tidak dapat meremehkan kehidupan ini. Kalau
kita membeli mas seberat 10 gram saja yang bernilai harganya hanya beberapa
puluh ribu saja, kita sudah memerlukan pemeriksaan dan pengujian yang begitu
teliti, agar jangan tertipu dan jangan ada penyesalan dibelakang hari, apapun
pula mengenai jiwa rohani kita yang akan datang, perlu kita berprihatin
memikirkannya, memeriksa dan menguji kebenarannya beragama yang sesuai dengan
kehendak Allah pemilik kehidupan sorga itu saja, agar kita tidak berpenyesalan sepanjang
masa karena kecerobohan kita sendiri. Saya tahu dan meyakini, bahwa pemilik
sorga dan neraka itu adalah Allah sendiri. Dan justru itulah, saya tidak
meminta pilihkan, tidak meminta nasehat pertimbangan manusia, baik seorang
pendeta-Kristen, maupun seorang Ulama Islam karena mereka itu semuanya adalah manusia,
yang pasti tidak tahu persis tentang akan kebenaran yang sesuai dengan kehendak
Allah itu. Saya datang kepada Allah pemilik kebenaran, pemilik sorga itu
sendiri, meminta menggantung harap, agar A!lah itu sendiri memberikan petunjuk
kebenaran dalam hal ini. Puji Tuhan, semua pengharapan dan doa saya ini terjawab
dengan baik. Pertanda bahwa kebenaran itu diberikan dengan segala kenyataan
yang sama sekali tidak meragukan lagi. Patut dicatat, bahwa ayat-ayat Quran
selain dari Quran s.Almaidah 68 itu, masih banyak ayat-ayat lain yang berkesan
kepada saya waktu itu antara lain juga; Quran s.As Sajadah 23: ''Wa Laqad
ataina Musa 'Ikitaaba fala takun fimiryatim min liqaa-ih ..'' (Dan sesungguhnya
telah kami berikan kepada Musa Alkitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad)
ragu-ragu menerimanya) . Quran s. Al Maidah 46: ''Wa qaffainaa 'ala assyarihim
bi 'Isa 'bni Maryama mushaddi qallima baina yadaihi minat Taurati wa atai
naahul Injila fieha hudan wa nurun, wa mushaddi qallima baina yadaihi minat Tauraati
wa hudan wamau' 'izhatan lilmuttaqien.'' (artinya: Dan kami iringkan jejak
mereka (nabi terdahulu) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab Taurat. Dan Kami
telah memberikan kepadanya Kitab Injil yang ber-isikan petunjuk dan cahaya, dan
membenarkan kitab yang terdahulu yaitu Taurat, dan menjadi petunjuk serta pengajaran
untuk orang-orang yang bertakwa). Quran s.AI Maidah 47: Wal yachkum ahlal
Injili bimaa anzala 'llahu fichi wa manllam yachkum bimaa anzala'llahu fa ulaa
ika humul faasikuna.'' (artinya: Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan
perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Barang- siapa tidak
memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah maka mereka itu adalah
orang-orang yang fasik. Quran s.AI Baqarah 62: 'Inna'lladzina aamanu wal
ladzina haduu wan naasharaa wa shaabi iena min aamana billahi walyaumil akhl~i
wa 'amila shalichan falahum ajruhum 'indrarabbihim wa lakhaufun 'alaihim wa la
hum yachzanun, ''(artinya: Sesungguhnya orang-orang yang percaya, orang-orang Yahudi,
Nasrani dan Sabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman/percaya
kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari
Tuhan mereka, dan tidak pula mereka berduka-cita). Dan masih banyak lagi
ayat-ayat Quran yang memenunjukkan bahwa Alkitab, yaitu Taurat dan Injil itu adalah
membawa kepada jalan kebenaran sesuai dengan kehendak Allah. Ayat ayat Quran
inilah yang menggugah pikiran saya untuk menyelidiki lebih jauh akan kebenaran
isi Alkitab ini sebagaimana saya katakan terdahulu, bahwa Allah telah membisikan
dalam roh-jiwa saya akan kebenaran Alkitab itu.
Pada keesokan harinya, sesudah saya berdoa
Istiharah dalam sembahyang tahjud itu, saya merasa ada perubahan yang sangat
nyata sekali. Waktu itu saya sudah memandang Alkitab itu sebagai sahabat,
tidaklah lagi sebagai musuh. Pada pagi itu saya mengambil Alkitab untuk dibaca
dengan maksud mengetahui dengan pasti isi kebenarannya dengan baik dan jujur. Dengan
mengucapkan "Bismillahir rahmanir rahim", atas nama Allah Yang
Pemurah Lagi Penyayang, saya buka Alkitab itu. Ayat yang hendak saya baca
dikala itu adalah Kitab Ulangan 18:15. Kenapa ayat ini yang menjadi perhatian
saya untuk dibaca pada pertama kali itu? Karena ayat inilah yang sering bahkan
selalu saya jadikan palu godam untuk memukul iman orang-orang Kristen, baik ia seorang
pendeta, maupun penginjil, dengan maksud agar mereka mengakui dan percaya akan
kehadiran Muhammad sebagai nabi yang dinubuatkan oleh Alkitab antara lain dalam
ayat Ulangan 18: 15 ini. Dalam huruf yang sama, dalam kalimat yang sama, dalam bahasa
yang sama, juga dalam Alkitab yang sama, namun pengertiannya telah berubah dari
pengertian saya yang sebelumnya. Benar-benar saya menginsyafi sekarang, bahwa
Alkitab tertutup rapat, sulit dimengerti oleh orang yang tidak percaya tetapi sebaliknya
ia menjadi terang dan mudah dimengerti bagi mereka yang percaya, yang didalam
hatinya dipenuhi oleh Rohulkudus.
Bunyi kitab Ulangan 18 : 15 itu lengkapnya
demikian: "Seorang nabi dari tengan-tengahmu, dari antara saudara saudaramu,
sama seperti aku, akan dibangkitkan bagi-mu, oleh Tuhan Allahmu, dialah yang
harus kamu dengarkan". Dulu ayat ini saya artikan merupakan petunjuk
adanya nubuat kenabian Muhammad. Karena dalam kalimat: "seorang nabi sama
seperti aku (Musa)" itu, merupakan penunjukan kepada identitas kenabian
Muhammad itu, karena: - Musa dilahirkan dengan beribu-bapa; Muhammadpun
dilahirkan sama dengan Musa, yaitu beribu-bapa. Tidak sama dengan Isa Almasih,
yang hanya dilahirkan oleh seorang ibu, tetapi tanpa bapa. Musa diwaktu besar
-- dewasa -- nya kawin, Muhammadpun juga waktu dewasanya kawin, sama dengan Musa.
Tidak sama dengan Isa Almasih, yang sama sekali tidak pernah kawin. Musa
dikaruniakan anak; Muhammadpun juga dikaruniakan anak sama dengan Musa. Tetapi
Isa Almasih tidak pernah mempunyai anak, kawinpun tidak pernah. Musa, diwaktu
tuanya mati dan dikuburkan, begitupun Muhammad waktu tuanya mati dan
dikuburkan. Tetapi Isa Almasih tidak pernah mati, melainkan naik ke sorga,
tidak dikuburkan. Jadi nyatalah bahwa nats Ulangan 18 : 15 itu menunjukkan kebenarannya
kehadiran Muhammad sebagai nabi yang sudah dinubuatkan oleh Musa, dan sama
sekali bukan untuk kehadirannya Isa Almasih atau Jesus Kristus sebagai nabi. Kehadirannya
Jesus Kristus menurut kepercayaan Kristen adalah sebagai Anak Allah. Tetapi
pada hari itu, waktu saya membaca ayat itu dengan perlahan-lahan serta dalam
kesungguhan hati untuk dimengerti, apa maksudnya yang sebenarnya. Waktu saya
sampai kepada kalimat " ...................................... sama
seperti aku Musa)." Rohulkudus membisikkan didalam hati (roh) saya dengan
mengatakan, bahwa kalau yang hendak kamu samakan itu adalah Muhammad dan Musa
itu sama-sama dilahirkan dengan beribu-bapa, bahkan seluruh dunia ini manusia
itu dilahirkan dengan beribu-bapa. Bukan itu yang dimaksudkan sama disini. Jadi
ciri demikian ini sama sekali tidak dapat dijadikan ciri dari kebenarannya
nubuat itu. Begitupun juga, kalau Muhammad dianggap sama dengan Musa, disebabkan
waktu dewasanya ia kawin seperti Musa, banyak orang didunia ini melakukan
kawin-mawin. Jadi cara inipun sama sekali tidak dapat dijadikan ciri dari
kebenaran nubuat itu bagi kehadiran Muhammad sebagai nabi yang dinubuatkan. Kalau
Muhammad dianggap sama dengan Musa, karena dikarunia anak sebagaimana juga
Musa, inipun tidak mungkin dijadikan ciri yang menentukan kebenaran nubuat itu,
karena banyak orang didunia ini yang dikaruniai anak beranak. Kalau Muhammad
pada akhir hayatnya mati dan dikuburkan dianggap sama halnya dengan Musa mati
dan dikuburkan dianggap ciri kebenaran nubuat itu. Inipun juga tidak dapat diterima
untuk dijadikan alasan kesamaan itu, karena semua orang didunia ini memang mati
dan dikuburkan. Mati dan dikuburkan inipun, sama sekali bukanlah merupakan ciri
yang khas. Nubuat Musa itu memang menunjuk kepada kehadirannya Jesus Kristus,
karena itu carilah kesamaan-kesamaan Musa dengan Jesus Kristus itu dalam
hal-hal yang khas--Unik--luar biasa.
Memang banyak hal kesamaan Jesus dengan
Musa, di dalam halhal yang unik dan khusus yang tidak sama dengan kebanyakan orang
lain, misalnya: * Gara-gara Musa lahir, Firaun mengamuk, anak laki-laki berumur
2 tahun kebawah dibunuh. Sama halnya dengan garagara Jesus lahir, Herodes
mengamuk anak laki-laki yang berumur dua tahun kebawah juga dibunuh. Diseluruh
dunia, hanya dua pribadi ini yang benar-benar sama peristiwanya. * Musa dimasa
kanak-kanaknya itu berada diluar dari tanah tumpah darahnya sendiri, yaitu
berada di Mesir . Begitupun juga ada kesamaannya dengan Jesus, bahwa dimasa
kanakkanaknya Jesus juga berada dalam pelarian di tanah Mesir diluar dari tanah
tumpah darahnya sendiri . Tidak semua kanak-kanak mesti menyingkir ke Mesir
masa kanak-kanaknya. * Musa sewaktu menjalankan karirnya sebagai nabi utusan
Allah mendapat Kuasa Allah yang dikenal dengan sebutan, mukjizat, begitupun
juga dengan Jesus dalam karirnya sebagai Firman yang Hidup, mendapat Kuasa
Allah berupa mukjizat penyembuhan dan menghidupkan orang mati. * Musa
membebaskan bangsa Israel dari belenggu perbudakannya bangsa Mesir, dan
Jesuspun membebaskan bangsa Israel dari belenggu perbudakan dosa. Maka dengan
adanya banyak bukti-bukti yang menunjukkan adanya kesamaan-kesamaan yang unik
ini, dapatlah saya menyimpulkannya dengan keyakinan bahwa nubuat yang tersebut
dalam Ulangan 18 :15 itu, bukanlah untuk menunjuk kepada kehadirannya Muhammad
sebagai nabi yang dinubuatkan, tetapi adalah untuk menunjuk kepada kehadirannya
Jesus Kristus sebagai Juruselamat, Firman yang Hidup.
Meskipun sudah demikian besar kasih Allah,
memberikan suatu tanda kebenaran Alkitab sebagai Kitab Ilahi itu, namun saya tidaklah
lantas segera menjadi seorang Kristen. Kenapa! ! ! Karena masih ada hal-hal
yang belum dapat saya menerima beberapa ajaran Kristen yang menyangkut hal
keiman-an terutama saya tidak dapat mengatakan bahwa Jesus itu Anak Allah.
Karena saya sedari kanak-kanak sudah diajar dan kemudian saya sendiri sudah
mengajar, bahwa "Allah itu tidak beranak, dan tidak diperanakkan" (................Iam
yalid wa lam yulad ..) Juga saya tidak menyebut Jesus itu Tuhan. Karena saya
sudah diajar, kemudian saya juga sudah mengajarkan,bahwa "Tidak ada Tuhan
kecuali Allah" (La ilaha illallah). Saya juga belum dapat memahami makna
Allah Tritunggal itu. Karena saya sudah diajar dan juga sudah mengajar, bahwa "Kafirlah
orang yang mengatakan bahwa sesungguhnya Allah.itu yang ketiga dari yang
tiga". (Laqad kafaral ladzina qalu innallaha syalisyu syalaasyaht). Juga
saya tidak dapat menerima suatu pendapat bahwa Jesus itu memang mati di kayu
salib. Kalau Jesus itu atau Isa Almasih itu seorang nabi pesuruh kekasih Allah,
apapun pula oleh orang-orang Kristen dikatakan "Anak Allah", begitu
mudah dan leluasa orang-orang Yahudi melakukan penganiayaan dan menyalibnya hingga
mati, kenapa Allah tidak membelanya, malah membiarkan kekasihnya atau Anak-Nya
itu mati digantung orang dikayu salib. Kalau saya melihat anak saya sendiri dianiaya
orang, bahkan mau digantung atau disalib itu, pastilah orang yang menganiaya
yang mau menyalibkan itu, akan saya tubruk habis-habisan untuk membela anak
saya itu, apapun juga yang akan terjadi. Apakah memang Allah itu serdiri sudah
tidak berwibawa terhadap orang-orang Yahudi. Peristiwa ini waktu itu
benar-benar saya tidak atau belum dapat menerimanya. Untuk mendapatkan
penjelasan ini, memang saya sudah datang kepada beberapa pendeta atau para
penginjil untuk mendapatkan penjelasan, kenapa Jesus disebut Anak Allah, kenapa
Jesus disebut Tuhan. Apa makna pengertiannya Allah Tritunggal itu. Kenapa Jesus
Anak Allah itu mati disalib oleh orang-orang Yahudi. Juga masalah dogma Dosa
Warisan yang saya anggap hukum Allah yang tidak adil. Pada umumnya
pendeta-pendeta ini memang memberikan jawaban dan keterangan mengenai masalah
ini, cukup benar, tetapi bagi saya waktu itu belum dapat menerimanya keterangan-keterangan
yang diungkapkan waktu itu secara memuaskan. Hal ini disebabkan perbedaan latar
belakang yang berbeda, yang begitu jauh, yang belum pernah ditelaah dimana sebenarnya
letak perbedaan itu, dan mencarikan kesamaan pengertian didalam hal yang
berbeda itu. Mencari titik temu kesalah fahaman pengertian yang berbeda ini
perlulah ditelaah. Hal ini dapat saya misalkan, bahwa kalau saya waktu itu
adalah dimisalkan sebuah Radio penerimanya, dan pendeta yang dimisalkan Zender
pengirimnya. Meskipun kedua-duanya dalam keadaan baik, tetapi karena berbeda
gelombang penerima dan pengirimnya, maka pesawat penerimanya tidak dapat menangkap
suara siaran penyiarnya. Apa yang diuraikan oleh pendeta dan penginjil itu
hanyalah terdengar masuk kuping kiri keluar kuping kanan karena saya tidak
dapat memahami persis apa yang pendeta uraikan itu. Begitupun apa yang saya
maksudkan, pendeta itu sendiri tidak dapat menangkap secara persis apa yang
saya maksudkan, hingga penjelasannya diluar dari yang saya harapkan. Sekali lagi
saya jelaskan, bahwa hal ini bukanlah disebabkan uraian pendeta itu salah,
bukan tidak benar, melainkan karena berbeda cara berpikir dan cara
penguraiannya, menyebabkan saling tidak mengerti maksud masing-masing. Tetapi
saya sama sekali tidak berputus asa. Saya tetap berkeyakinan, bahwa kalau untuk
pertama kalinya Allah sudah menolong saya, memilihkan kebenaran bagi saya, tentulah
Allah akan tetap bukakan jalan bagi saya, pastilah Allah akan memberikan Roh. kebenaranNya
kepada saya untuk mengerti sepenuhnya apa yang menjadi batu sandungan saya itu.
Karena itu saya selalu berdoa: "Tuhan, tolonglah kiranya agar Tuhan
sendiri mengungkapkan kebenaran apa yang dimaksudkan perkataan "Anak
Allah" dan sebutan ''Tuhan'' bagi Jesus Kristus. Begitupun juga saya mohonkan
agar Tuhan mengungkapkan makna pengertian Allah Tritunggal dan Rahasia Salib
bagi Jesus Kristus itu. Kalau Tuhan sudah berikan pertanda bahwa Alkitab itu
adalah benar Kitab Ilahi, maka pastilah semua yang menjadi batu sandungan saya ini
akan Tuhan ungkapkan pengertiannya melalui Alkitab, sebagai Firman Allah yang
tidak pernah berubah dari dahulu hingga sekarang, bahkan selama-lamanya, sampai
pada kesudahan alam."
Memang !!! Untuk kesekian kalinya Tuhan
menolong saya dengan roh kebenaranNya yaitu Rohulkudus yang bekerja di dalam
hati saya. Bagaimana pertolongan Allah mengungkapkan semua batu sandungan saya
itu, baiklah pada kesempatan ini akan saya jelaskan seluruhnya sebagai berikut:
1. Jesus
Disebut Anak Allah
Dalam
Injil Yohannes 1: 1 dan 14 dikatakan demikian: "Pada mulanya adalah
Firman: Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah".
(ayat-1 ) "Firman itu telah menjadi manu- sia dan diam diantara kita dan
kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya
sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih, karunia dan kebenaran. (ayat :14). Dalam
nats ayat ini terungkaplah bahwa makna Jesus itu disebut "Anak
Allah". ialah dari hal Firman Allah yang telah menjadi daging dalam
kelahiran Jesus Kristus. Dengan lain perkataan juga Jesus dikatakan
"Firman yang Hidup 'sebagaimana disebuntukan da!am 1 Yohanes 1 Jadi
jelaslah bahwa Jesus disebut Anak Allah, bukanlah bermakna Allah beranak secara
biologis sebagaimana sering diartikan orang, bahkan sayapun berpendapat
demikian pada mulanya, meiainkan Firman Allah itu telah dinyatakan didalam kelahiran
Jesus orang Nazaret atau Almasih Isa Ibnu Maryam. Pengertian nats Alkitab
disaksikan kebenarannya oleh Muhammad sendiri yang mengatakan: "Isa faa
innahu Rohullah wa Kalimatuhu'- (Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan
Firman-Nya). (Hadits Anas bin Malik—Mutiara Hadits halaman 353). Quran s.An
Nisaa 171 mengatakan: "Innamal Masihu 'Isa bnu Maryam~ Rasululahi wa
Kalimatuhu alqahaa ila Maryama wa Rohu, minhu..-' (Sesungguhnya Almasih Isa
ibnu Maryam itu, adalah utusan Allah dan Firman-Nya yang ditumpahkanNya kepada
Maryam dan Roh daripadaNya)- Mengenai kata ''Kalimat" atau Firman Allah
yang menjadi jasad Jesus ini, Drs. Hasbullah Bakry dalam bukunya yang berjudul-
"Nabi Isa dalam Al-Quran enz" halaman 109 mengatakan: "Nabl Isa
disebut sebagai Kalimah Allah (Firman Yang Hidup-- pen), disebabkan dia adalah
penjelmaan dari pada Firman Allah yang ditujukan kepada Maryam untuk mengandung
Nabi Isa". Karena itu sekarang saya sama sekali tidak akan ragu lagi untuk
mengatakan bahwa Jesus itu "Anak Allah", yaitu merupakan Firman Yang
Hidup. Kalau dahulunya saya menyangkal menyebut Jesus itu "Anak Allah",
adalah disebabkan mengartikan "Anak" disini secara biologis, secara
kemanusiawian. Nats Al-Quran s.Al Ikhlas yang mengatakan: " ..................Dialah
Allah Yang Esa ...tidak beranak dan tidak diperanakkan .." yang sering
dikemukakan oleh para mubaligh Islam dikala itu, sebagai dalil untuk menolak
bahwa Allah itu mempunyai anak sebagaimana halnya iman Kristen dengan penyebutan
''Yesus Anak Allah''.Sebenarnya ajaran Kristen sendiri dapat menerima
sepenuhnya mengaminkan sepenuhnya ayat Quran ini, karena ajaran Kristen sendiri
sama sekali tidak pernah mengatakan bahwa "Allah itu punya anak"
dalam pengertian secara biologis, yang oleh Quran itu disebut dengan Istilah
"walad". Adapun Jesus disebut "Anak Allah" adalah dalam
pengertian mutasyabihat, yaitu Firman Allah yang Hidup didalam Jesus Kristus,-
bukan dalam pengertian "walad", melainkan dalam pengertisn
"ibn". Dalam masalah ini saya ingin meyakinkan, bahwa tidak ada satu ayatpun
dari Al-Quran secara tegas menolak ajaran Alkitab diatas mengenai sebutan
"Anak Allah" bagi Jesus Kristus. Yang Al Quran tolak adalah jika
Jesus dianggap Anak Allah dalam pengertian walad, yaitu anak secara seksuil
biologis kemanusiawian.
2. Jesus disebut "Tuhan"
Kenapa Jesus disebut "Tuhan". Sebagaimana sudah saya jelaskan
terdahulu, bahwa saya sama sekali tidak sanggup mengatakan "Jesus itu
Tuhan", atau mengatakan "Tuhan Jesus". Karena sedari kecil saya
diajar dan kemudian saya mengajar bahwa"La ilaha illallah'- (tidak ada
Tuhan kecuali Allah). Apakah Jesus disebut Tuhan, karena Dia dilahirkan tidak berbapa?
Tidak! Karena Adam juga dilahirkan tidak berbapa bahkan tidak beribu, Adam
tidak pernah disebut "Tuhan". Atau, apakah karena Jesus berbuat
mukjizat? Inipun juga tidak. Karena Musa pun juga banyak berbuat mukjizat, Musa
tidak pernah disebut Tuhan. Apakah disebabkan Jesus dapat menyembuhkan penyakit
kusta dan menghidupkan orang mati. Inipun juga tidak. Karena Elisapun dapat
menyembuhkan orang penyakit kusta ddn menghidupkan orang mati, Elisa tidak
disebut Tuhan. Atau apakah Jesus disebut Tuhan, karena Dia mikraj naik ke sorga,
Eliapun mikraj naik kesorga, Elia tidak disebut Tuhan.Kalau begitu, apa
sebabnya Jesus itu disebut Tuhan. Jesus disebut Tuhan, natsnya dapat saudara
hayati sebagaimana yang telah saya uraikan terdahulu, yaitu terdapat dalam
Injil Yohanes 1 :1 dan 14, bahwa Firman atau Allah itu telah menjadi manusia
dalam kelahiran Jesus Kristus. Karena itulah dalam 1 Yohanes 1:1 dikatakan
juga, bahwa: Jesus adalah "Firman yang Hidup". Dalam kata lain sering
dipergunakan istilah "Allah telah menjelma jadi manusia". Kata
"menjelma" atau kata dunia apa saja, yang dikaitkan dengan
"Allah", tidak boleh diterjemahkan atau diartikan secara arti kamus
atau arti dunia. Misalnya: "Allah ada", Manusia juga ada. Kata
"ada" yang dikaitkan dengan Allah, berbeda makna pengertiannya dengan
kata "ada" yang dikaitkan dengan manusia. Ada bagi Allah, berbeda
struktur-nya denyan ada bagi manusia. Ada bagi Allah, adalah karena ada dengan
sendirinya, zat wajibal wujud, tetapi ada bagi manusia adalah karena diadakan--diciptakan.
Begitupun juga halnya dengan kata "menjelma" bagi Allah, tidak boleh
diterjemahkan--diartikan--secara kamus bahasa dunia. Menurut kamus bahasa
dunia, kalau kucing menjelma jadi gajah, bermakna kucingnya hilang, yang ada
hanya gajah. Kalau batu menjelma menjadi emas, maka batu sudah tidak ada, yang
ada hanyalah emas. Semuanya ini adalah pengertian "menjelma" menurut
kamus bahasa dunia yang berlaku. Tetapi kata "menjelma" yang dikaitkan
dengan Allah, tidaklah demikian pengertiannya. Menjelma yang dikaitkan kepada
Allah tidak membawa perubahan, karena Allah itu tidak berubah (Malaekhi 3: 6). Allah
menjelma jadi manusia, tidaklah bermakna Allah sudah tidak ada, yang ada
hanyalah manusia. Pendapat demikian memang tidak benar. Ingat! Allah itu tidak
berubah. Allah menjelma jadi manusia, maka A!lah tetap ada, dan manusiapun juga
ada. Jadi kata "menjelma" kita pergunakan hanyalah merupakan kata
analogi, kata yang diserupakan saja, yang diandaikan saja, namun tetap tidak
diartikan secara kamus bahasa dunia, bahasa sehari-hari. Allah menjelma jadi
manusia, bermakna Allah telah menyatakan dirinya,; menyatakan wujudnya,
mewahyukan karyanya dan lain-lain dalam pribadi manusia yang nampak itu, dalam
hal ini didalam Jesus Kristus. Hal ini dapat kita hayati apa yang diucapkan
Jesus. "bahwa Bapa didalam Aku dan Aku didalam Bapa". (Yoh. 10:38b) "Aku
dan Bapa adalah satu" (Yoh. 10:30) "Barang siapa telah melihat Aku,
ia telah melihat Bapa". (Yohanes 14: 9b). Rasul Paulus mengatakan : "Sebab
dalam Dialah (Jesus, penl, berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan
ke-Allah-an." (Kolose 2:9). Nats kedua yang menyatakan bahwa Jesus itu
''Tuhan'', dapat kita baca dalam Matius 28:18, Jesus berkata: "KepadaKu
telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.'' Rasul Paulus mengatakan: "Dialah
(Jesus, pen), kepala semua pemerintah dan penguasa." (Kolose 2:10). Makna
perkataan atau istilah "Tuhan", dalam bahasa aslinya Yunani adalah:
Kyrios. Bahasa Ibrani: Yehova. Bahasa Inggeris Lord, Bahasa Arab, Rabb, yang
kesemuanya itu bermakna ''penguasa'' Allahu Rabbul 'alamin, artinya: Allah
Penguasa (Tuhan) semesta alam. " ...innallaha ja'ala Yasu'a hadza'lladzi
shalabtumuhu antum Rabba wa Masichan".....sesungguhnya Allah telah menjadikan
Jesus yang kamu salibkan itu Tuhan dan Kristus". (A'malul-Rasuli- Kis.
2:36). Disini jelas ada perbedaan antara istilah ''ALLAH'' dan istilah
"TUHAN". Allah dan Tuhan memang satu. Tidak ada sesuatu apapun yang
disebut Tuhan, kecuali hanya Allah. Namun kedua macam sebutan itu berbeda. ALLAH,
dalam bahasa Ibrani dikatakan E'loah atau El'ohim bahasa Grika: Theo. Bahasa
Inggris: God, Bahasa Arab: Allah. Merupakan wujud pribadi atau Oknum alkhalik,
pencipta semesta alam. TUHAN dalam bahasa lbrani : Yahova bahasa Grika
dikatakan Kyrios. Bahasa Inggeris; Lord. Bahasa Arab: Rabb. Bahasa Indonesia:
Tuhan. Bermakna : Penguasa merupakan fungsionil Allah, kewibawaan Allah. Ke-Tuhan-an
Allah, atau kewibawaan Allah, dalam Kristologi ada tiga, yaitu: 1) Mencipta,
(2) Berfirman, dan (3). Membimbing, memberi taufik dan hidayaht. Ke-Tuhan-an
Allah berfirman, dan ke-Tuhan-En Allah membimbing ada di dalam Jesus Kristus
pribadi. Dan itu- lah sebabnya Jesus dikatakan "Firman yang Hidup"
dan "Juruselamat". Jesus sebagai Firman yang Hidup melaksanakan
keTuhan-an Allah berfirman dan penyelamat, dan itulah pula sebabnya Jesus
dijadikan "Tuhan' oleh Allah.(Kis. 2:36, Kolose 2 :10). Alkitab
mengatakan: " ..dilimpahkan kuasa seluruhnya baik yang dibumi maupun yang
disorga kepada Jesus." (bacalah lengkapnya Matius 28:1Cool! Tuhan Jesus,
bermakna bahwa Jesus penguasa, yang berkuasa menyelamatkan dengan sempurna,
Jesus Juruselamat kita semua, Firman yang Hidup. Jesus memperingatkan: "Akulah
jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa,
kalau tidak melalui Aku." (Yohanes 14:6). Patut dicatat, bahwa yang
menjadi batu sandungan saya tidak dapat menyebut Jesus itu Tuhan, adalah karena
saya sudah diajar dan mengajar, bahwa: "La ilaha illallah" (Tidak ada
Tuhan, kecuali Allah). Terjemahan ini kurang tepat. Tepatnya terjemahan makna:
"La ilaha illallah" itu, ialah: 'Tidak ada ilah kecuali Allah".
Jika demikian, maka sama sekali tidak bertentangan dengan Alkitab. Karena dalam
Keluaran 20: 3 dikatakan demikian: Jangan ada padamu Allah (ilah) lain
dihadapanKu". Karena itu
dapat saya tegaskan bahwa ke Tuhan-an Jesus itu tersimpul dalam
kesaksian Muhammad yang mengatakan 'Isa faa innahu Rohullah wa Kalimatuhu':
(Jesus itu sesungguhnya Roh Allah dan Firman-Nya).
3. Tauhid Kristiani
Tauhid Kristiani, istilah ini memang terasa asing kedengarannya,
karena memang jarang dipergunakan dalam istilah-istilah Theologia Kristen. Tauhid
Kristiani, bermakna ajaran Kristen untuk mengenal pengertian ke-Esa-an Allah
Tritunggal. Ke-Maha-Esa-an Allah Tritunggal yang menjadi iman Kristen ini sering
diperdebatkan orang, yang pada umumnya masih kurang difahami oleh
saudara-saudara kita yang berlatar belakang pendidikan Islam. Allah Yang
Maha-Esa ---------------------------- Setiap orang Muslim, berkeyakinan akan
adanya Allah Yang Maha Esa, yang dikenal dalam Ilmu Tauhid Islam adalah merupakan
masalah yang tidak mungkin dapat dirobah, apapun pula untuk dihapuskan. Sementara
itu, dalam kepercayaan Agama Kristen, juga mempunyai keyakinan yang sama.
Ucapan orang-orang Kristen selalu mengatakan adanya ke-Tuhanan Yang Maha-Esa,
atau Allah Yang Maha Esa. Timbul pertanyaan, apakah pandangan Islam dan Kristen
mengenai pengertian Ke-Maha-Esa-an Allah ini memang sama? Ya, memang sama.
Dalam ajaran Agama Islam, ke-Esa-an Allah ini dijelaskan dalam Quran antara
lain Q.S. Al Ikhlas 1, Qs.AI Baqarah 163, QS. Almaidah 73 b, dan lain-lain. Sementara
itu juga dalam Alkitab diuraikan tentang ke Maha- Esa-an Allah ini, antara
lain: Yesaya 45:5 Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain, kecuali Aku tidak ada
Allah". Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal
Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Jesus Kristus yang telah
Engkau utus". 1 Kor 8:4b.........dan tidak ada Allah lain dari pada Allah
Yang Esa". 1 Kor 8:6 ".......bagi kita hanya ada satu Allah saja,
yaitu Bapa, yang dari padaNya berasal segala sesuatu yang untuk Dia kita
hidup........" Melihat kepada kenyataan nats Alkitab ini, maka saya sarma sekaili
tidak bimbang lagi, bahwa pendirian saya atau keyakinan saya sendiri dahulu
sebagai Muslim, dan sekarang ini sebagai seorang Kristen, sama sekali tidak
membawa perubahan perubahan sedikitpun tentang Tauhid ke-Esa-an Allah itu . Dengan
lain perkataan, bahwa meskipun saya dewasa ini menyatakan diri pribadi saya
sebagai orang Kristen, namun tidaklah berarti telah meninggalkan ajaran Tauhid
atau menolak kebenaran keMaha-Esaan Allah itu, malah saya merasakan lebih
memurnikan Jadi dapat saya yakinkan bahwa tidaklah benar duga-dugaan orang
bahwa agama Kristen itu adalah memperkosa ajaran Tauhid, menolak ke-Maha Esa-an
Allah. Malah saya dapat meyakinkan, bahwa ajaran Kristen itu, sunguh-sungguh memurnikan
pengajaran Tauhid keMaha-Esa-an Allah. Tauhid Kristiani sungguh murni dan
terunggul. Masalah ini dapat kita uji. Dan silahkan memperhatikan uraian Masalah
syirk dibawah ini. Masalah Syirik ------------------- Dalam ajaran Islam,
masalah syirk adalah merupakan hal yang perlu diperhatikan dengan seksama, agar
pengakuan ke Maha Esa-an Allah itu tidak bercacat. Demikian pun juga dalam ajaran
Kristiani Masalah ini perlu diperhatikan. Syirk, dalam ajaran Islam adalah
merupakan dosa yang tidak terampunkan. Sebab itulah mengenai masalah Syirk ini
sangat menjadi perhatian saya yang sungguh dalam usaha perbandingan agama ini,
selalu saya telaah dengan seksama, apakah dalam ajaran Kristen itu sendiri
terdapat unsur syirk ini.- Mula pertama saya menemukan satu nats Alkitab yang berbunyi:
"Jangan ada padamu Allah (ilah) lain dihadapanKu. Jangan membuat bagimu
patung yang menyerupai apapun ..Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah
kepadanya." (Keluaran 20:3-5) Dalam Surat 1 Yohanes 5:21 memperingatkan
"Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala." Mengenai masalah
berhala ini haruslah ditetapkan bagaimana sesuatu benda itu disebut
"berhala" Sebab bukan setiap patung dikatakan berhala, Semua
benda-benda itu akan menjadi berhala atau sudah diberhalakan, jika terhadapnya orang
melakukan sesuatu ibadah, bersujud serta menggantungkan harap berdoa kepadanya.
Termasuk syirk-lah juga hukumnya, yang mempercayai adanya ilmu-ilmu ghaib
dukun-dukun peramal nasib, penenung-penenung dengan pelbagai cara/sarana
mantera dengan alat-alat kemenyan dan pedupaan sebagai sarana pemanggil atau pengantar
roh-roh orang mati. Alkitab dengan tegas sekali memperingatkan, agar kita
jangan melibatkan diri, melainkan hendaklah menjauhinya dari ilmu pedukunan
ini, seperti yang tersurat dalam Kitab Ulangan 18: 10-13 yang bunyinya
demikian: "Diantaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan
anaknya laki-laki atau perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang
menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir, seorang pemantera
ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang
meminta petunjuk kepada orang mati. Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal
ini adalah kekejian bagi Tuhan, dan oleh karens kekejian inilah Tuhan Allahmu menghalau
mereka dari hadapanmu. Haruslah engkau hidup dengan tidak tercela dihadapan
Tuhan Allahmu". (Ulangan 18:10-13) Mengenai masalah syirk ini dapat saya
simpu!kan, bahwa:
1. Agama Kristen mutlak mengakui bahwa Allah itu Esa. Hanya kepada
Allah yang Esa itulah saja setiap orang wajib menyembah dan berbakti. Berbuat
lain daripada itu adalah dosa yang berat.(Baca: Lukas 4:8, Matius 4:10, Ulangan
6:13, Yosua 24:14-15, dan lain-lain.
2. Dalam merealisasi ke-Esa-an Allah ini, ajaran Tauhid Kristiani,
tidak membenarkan adanya ilah-ilah lain dihadirat Allah berupa apapun juga,
seperti patung- patung ukiran dalam segala bentuk, berhala-berhala berupa
bangunan atau batu-batu buatan manusia atau pun alamiyah, meskipun dengan sebutan
ka'bah baitullah sekalipun, baik berwarna putih, merah ataupun hitam, tidaklah
dibenarkan untuk bersembah sujud di hadapan atau di bawahnya sebagai suatu
ibadah kebaktian. (Bacalah: Keluaran 20:3-5).
3. Seorang Kristen yang baik menurut Alkitab, ia akan menjauhkan
diri dari berbuat atau mempercayai ramalan-ramalan atau mantera-mantera para
dukun, jimat-jimat, meskipun terbuat dari Kitab Suci apa saja, pembakaran dupa dan
kemenyan sebagai pemanggil dan penolak roh-roh yang mati dan lain-lain. Ia
haruslah bebas dari ketakutan pengaruh tahyul, roh-roh kegelapan. (Bacalah:
Ulangan 18:10-13).
4. Seorang Kristen Alkitabiyah tidak usah takut, bahkan tidak akan
khawatir dengan pengaruhnya roh-roh jahat atau sesuatu yang dapat ditafsirkan
sebagai kekuatann-kekuatan ghaib, kuasa gelap. Dalam banyak hal Alkitab telah
menyatakan bahwa kuasa Kristus menundukan semua daya roh-roh jahat dan takluk
kepadanya maka sudah seharusnya juga roh-roh jahat itu takluk kepada
orang-orang Kristen pengikut Kristus
(Bacalah: Yohanes 14: 12, Markus 16:17, dan lain-lain) .
5. Orang-orang Kristen tidak akan memandang benda-benda tertentu,
misalnya batu cincin, keris, jimat dan lain-lain sejenisnya seolah-olah
memiliki ke-ampuhan ghaib istimewa. Keampuhan istimewa bagi ajaran Kristen
hanyalah Roh Allah:yaitu Rohulkudus (Baca: Roma 14:17-18 dan lain-lain.).
6. Baik ketakutan, rasa-gelisah, rasa kuatir, maupun keperluan-keperluan
hidup lainnya, bagi setiap orang Kristen, adalah suatu hal yang yang perlu
dibawa kehadirat Allah dengan doa, karena hanyalah Dia saja yang dapat memahami
keperluan-keperluan kita yang sebenarnya dan dapat memenuhi Doa kita. (Maz.
5:3, Mat 6:25-34; Mat 7:7-Cool. Bukan kepada kubur-kubur keramat, bahkan juga
tidak kepada kubur-kubur para nabi sekalipun. Akhirnya dengan sadar, dapatlah
saya meyakini dan percayalah, bahwa inilah Tauhid Kristiani..Tauhid yang
terunggul dan termurni.
4. Allah Tritunggal Maha Esa
Sebelum saya menerima pertobatan dalam Jesus Kristus memang
masalah doktrin Tritunggal ini menjadi sandungan. Bahkan menjadi sandungan
banyak orang. Halnya adalah hanya disebabkan salah mengerti memahami ajaran
iman Kristiani ini. Ajaran dan kebenarannya pengertian "Allah
Tritunggal" itu telah saya ketemukan, yang sama sekali tidaklah memperkosa
makna Tauhid ke-Esa-an Allah itu sendiri. Quran s.AI Maidah 73 yang mengatakan:
"Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwasanya Allah yang
ketiga, dari tiga."(teks aslinya: Laqad kafaral ladzina qaalu innal laha syalisyu
syalaasyht ..........." Juga Quran s.An Nissa 171c mengatakan: "Janganlah
kamu katakan Allah itu Tiga" (wa la taqulu syalasyht). Ayat-ayat Quran ini
sering dikemukakan oleh saudara-saudara kita yang beragama Islam, termasuk saya
sendiri waktu dulu, sebagai dalil untuk menolak faham Tritunggal yang dianut
oleh iman orang-orang Kristen. Ayat-ayat Quran ini jelas menolak faham
Tritheisme (ke-Tiga Allah-an) dan bukanlah menolak faham-Allah Tritunggal (Trinitas)
ajaran imannya orang-orang Kristen. Bagi orang Kristen ayat Quran ini sangat
dihargai karena ajaran Kristen juga menentang setiap faham dalam bentuk Polytheisme
dalam mana termasuk faham Tritheisme ini, yaitu faham ke-tiga Allah-an.
Disamping itu, ajaran Kristen juga menentang faham-faham Atheisme Pantheisme. Alkitab
telah menggariskan kepercayaan kepada Allah itu demikian: "Shema Israel!
Dengarlah olehmu hai Israel; sesunggunnya Tuhan, Allah kita. Tuhan itu Esa
adanya." Ulangan 6:4 Dalam Kitab Yesaya 45:5 dikatakan: "Akulah Tuhan
dan tidak ada yang lain. Kecuali Aku tidak ada Allah." Dalam Injil Yohanes
17:3 dikatakan: "Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenai
Engkau satu-satunya Allah yang Benar, dan mengenal Jesus Kristus yang telah
Engkau utus." Tidak ada kemungkinan barang sedikitpun, bahwa pengakuan Allah
Tritunggal itu, berlawanan dengan keMaha Esa-an Allah Yang Maha Esa itu,
bukanlah berarti Tiga Allah bersatu dalam satu kesatuan, sebagaimana sering
ditafsirkan orang. Rumus Allah Tritunggal sering dituliskan orang dengan angka:
1 = 3, 3 = 1, bermakna sebagai berikut: 1 = 3, yaitu SATU zat Allah, didalam
TIGA Qudrat Kuasa Allah, (Tiga Qudrat Kuasa Allah itu, ialah: (1 ) Mencipta,
(2) Berfirman, dan (3) Bertindak, (Menolong, membimbing, memberi taufik, dan
hidayah). Mencipta, dengan kata lain disebut ''Bapa''. Berfirman, dengan kata
lain disebut "Anak". Membimbing, dengan kata lain disebut
"Rohulkudus". 3= 1, yaitu TIGA oknum Ilahi (Bapa, Anak dan
Rohulkudus), adalah SATU wujud zat Allah Yang Maha Esa dan Maha Kuasa. Uraian
lebih lanjut yang dimaksudkan Allah Tritunggal itu dapat dijelaskan lagi
sebagai berikut: (1) ALLAH alkhalik, dengan kata lain disebut "Bapa"
adalah sebagai pencipta semesta alam, (sebanding dengan kata sifat "Qadirun
= Berkuasa" dalam ajaran Islam). (2) FIRMAN, dengan Kata lain disebut
"Anak" yang telah jadi jasad manusia dalam kelahiran Jesus, sebagai
Firman yang hidup, untuk menyampaikan hukum-hukum Allah, kehendakkehendak Allah,
menyatakan janji-janji Allah, dan lain-lain kepada umat manusia, berbicara
dalam bahasa manusia. (Sebanding dengan sifat "Muridun = Berkehendak"
dalam ajaran llmu Tauhid Islam). (3) ROH ALLAH, dengan kata lain disebut
"Rohulkudus", yang memberi Taufik dan Hidayaht (pertolongan dan
bimbingan Roh Kebenaran) kepada umat yang percaya dan bertakwa kepadaNya. (Sebanding
dengan sifat : "Hawun = Hidup" dalam ajaran Islam). Ketiga unsur
diatas ini (Bapa, Anak/Firman dan Rohulkudus) digambarkan masing-masing sebagai
oknum (sebanding dengan istilah "Sifat" dalam ajaran Islam) adalah
Esa dalam wujud zat Allah, yang tidak terpisahkan satu sama lainnya, sama
kuasanya sama kekalnya tidak ada yang terdahulu atau terkemudian diantara satu
dengan yang lain. Bapa, Anak/Firman dan Rohulkudus, dapat diucapkan dalam sepatah
kata, yaitu: "ALLAH". Dalam Alkitab berbahasa Arab dikatakan:
"Bismil Ulbi wal ibni wal Ruhulqudusi (Dengan nama Bapa dan Anak dan
Rohulkudus). Aba, Ibni, Rohulkudusi = Allah. Dalam bahasa Arab dapat dibaca
ringkas: "Bismillah'. Kata Bismillah ini mengandung unsur ke-Tri-
tunggal-an iman Kristiani. Dengan susunan kalimat bentuk lain masih dapat
dijelaskan lagi sebagai berikut:
1. ALLAH disebut"Bapa", adalah dalam aktivitasNya
sebagai alkhalik, pencipta semesta alam, Maha Kuasa. (Qadirun = Berkuasa).
2. ALLAH itu juga, disebut "Anak" atau dengan kata lain
disebut "Firman" (Yoh. 1:14), atau "Firman yang Hidup" (1
Yoh. 1:1), adalah dalam aktivitasNya sebagai pemberi amaran/perintah menetapkan
huku, menyatakan kehendak, menyatakan janjijanji Allah kepada umat manusia.
Anak atau Firman ini telah menjadi daging dalam rupa manusia, yaitu
kelahirannya Jesus Kristus (muridun= berkehendak).
3. ALLAH yang itu juga, bukan Allah yang lain lagi, dikatakan "Rohulkudus"
atau Roh kebenaran, adalah dalam aktivitasnya sebagai pemberi Taufik dan
Hidayaht, memimpin rohani orang-orang Kristen membawa kepada kebenaran, hidup
yang kekal (Hayyun = Hidup). Sebab itu dengan penyebutan "Allah Bapa"
atau "Allah Anak", ataupun "Allah Rohulkudus", tidaklah
sama sekali menunjuk kepada makna jumlah banyaknya tiga Allah, meskipun terjadi
tiga kali disebut nama Allah, namun Allah itu adalah tetap hanya Esa, tidak
lebih. Penyebutan yang berbeda, hanyalah sekedar menunjukkan adanya perbedaan
aktivitas, yaitu:
a. disebut "Bapa" atau "Allah Bapa" adalah
sebagai alkhalik, pencipta semesta alam, yang Maha Kuasa (Qadirun) .
b. disebut "Anak" atau "Allah Anak" adalah
sebagai Firman yang hidup, berbicara kepada manusia dalam bahasa manusia (Muridun).
c. disebut "Rohulkudus" adalah sebagai pemberi Taufik
dan Hidayaht, pembimbing rohani umat manusia yang percaya, hidup dalam Roh
Kebenaran (Hayyun). Jadi jelaslah kiranya, bahwa ke-Maha-Esa-an Allah
Tritunggal didalam iman Kristen, sama sekali tidaklah berarti memperkosa ajaran
Tauhid, dan tidaklah juga diartikan sebagai satu kesatuan yang terdiri dari
beberapa Allah atau beberapa Tuhan, seperti sering disalah tafsirkan orang. Al-Quran
sama sekali tidak menentang atau menolak akan pengertian Allah Tritunggal iman
Kristen ini. Yang ditolak oleh Quran seperti yang disebut dalam Qs. Al-Maidah
73 itu, ataupun Qs. An Nisaa 171, adalah faham ke-Tiga Allahan atau Tritheisme.
Ajaran Kristenpun menolak faham Tritheisme atau ke-Tiga Allah-an ini. Sebab itu
yakinlah bahwa tidak ada satu ayatpun Quran menentang "Allah
Tritunggal" iman Kristen ini.
5. Kematian Dan Kebangkitan Jesus Kristus
Quran surat.An Nisa 157 mengatakan: "-dan karena ucapan
mereka: 'Sesungguhnya kami telah membunuh Almasih Isa anak Maryam seorang Rasul
Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, melainkan orang
yang diserupakan dengan dia. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih faham tentang
(pembunuhan) Isa itu benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu."
Nats Quran ini, dipergunakan pada umumnya oleh para mubaligh Islam termasuk
saya sendiri waktu dulu dalam kedudukan saya sebagai seorang mubaligh Islam
untuk menolak kebenarannya Jesus Kristus itu mati di kayu salib. Saya waktu itu
berpendapat, bahwa tidak mungkin seorang kekasih Allah yang menjadi rasul-Nya
itu, Allah sendiri- 'tidak memberikan perlindungan barang sedikitpun, malah membiarkan
Isa Almasih (Jesus Kristus) itu mati diatas kayu salib. Apapun pula seperti
yang dikatakan orang-orang Kristen itu, bahwa Jesus itu adalah Anak Allah,
tidak mungkin kalau Allah Bapa, tidak memberikan perlindungan barang
sedikitpun. Setelah saya meyakini bahwa Alkitab itu ditunjang kebenarannya oleh
Al-Quran sebagaimana saya-telah diilhami dengan ayatnya Qs. Al Maidah 68 dan
lain-lain itu, maka masalah "Kematian Jesus dikayu salib" ini, perlu
saya tinjau kembali, diselidiki secara jujur, baik dari apa yang ditulis dalam
Quran itu, maupun apa yang diwartakan dalam Alkitab, Maka akhirnya dapatlah
saya menarik suatu kesimpulan yang meyakinkan sebagai berikut:
1. Menurut Quran tersebut, ternyatalah bahwa memang telah terjadi
peristiwa "seseorang telah disalib dan mati' tetapi tidak dipastikan siapa
yang mati itu.
Quran menyangkal bahwa yang mati itu adalah Isa Almasih, atau
Jesus Kristus. Ada yang mengatakan bahwa yang disalib dan mati itu, adalah
Yahuza atau Yudas.
2. Menurut Quran itu juga dikatakan bahwa ada orang-orang memang
mengatakan dengan yakin. bahwa sesungguhnya mereka telah "membunuh
Jesus" itu. Sekarang saya harus mencari keterangan yang meyakinkan, siapakah
sebenarnya yang disalib dan mati itu, Jesus atau orang lain. Untuk mendapatkan
keterangan ini, kita haruslah mencari bukti suatu dokumentasi sejarah yang
objektip. Hal ini adalah Alkitab, merupakan dokumentasi yang terbuka yang dapat
menjadi bahan informasi. Cerita mengenai kematian Jesus di kayu salib itu,
terdapat dalam empat Injil yang masing-masing ditulis oleh Matius, Markus,
Lukas dan Yohanes. Kesaksian dari 4 penulis Injil ini adalah merupakan
kesaksian mata yang mereka lihat dan alami sendiri. Kalau kita berpijak kepada
ketentuan hukum bahwa kesaksian 2 atau 3 orang yang melihat sendiri dalam
sesuatu peristiwa, sudah cukup bahwa sesuatunya itu diteguhkan sebagai hal yang
benar secara hukum. (Ulangan 17: 6--7). Sebab itu kesaksian dari 4 penulis
Injil ini yang mereka masing-masing melihat sendiri tentang benarnya terjadi
itu peristiwa Jesus disalib dan mati, adalah merupakan kesaksian yang benar dan
syah serta meyakinkan kebenarannya dapat dipercaya, dibandingkan dengan
kesaksian Al-Quran atau Muhammad yang ditulis sesudah enam abad kemudian dengan
hanya merupakan dugaan-dugaan yang tidak meyakinkan, karena memang tidak menyaksikan
sendiri. Kesaksian yang lain dapat juga ditambahkan, bahwa waktu Jesus
dinyatakan mati oleh kepala pasukan, maka Yusuf Arimatea datang kepada Pontius
Pilatus untuk meminta mayat tersebut untuk dikuburkan. Permintaan itu dikabulkan
(Markus 15:41-46). Seandainya yang diturunkan dari Salib itu bukan Jesus,
pastilah Yusuf Arimatea menolaknya atau memberikan keterangan ketidak
benarannya itu. Bukti lain lagi, adalah orang-orang Yahudi meminta kepada Pontius
agar kuburan Jesus dijaga. Permintaan inipun dikabulkan. Seandainya yang
dikuburkan itu bukan Jesus, tidaklah mungkin orang-orang Yahudi itu menjagai
kuburanNyaitu. Hal ini terjadi, karena Jesus pernah mengatakan bahwa pada hari
ketiga Ia akan bangkit hidup kembali diantara orang mati. Bukti lain lagi,
bahwa jika sekiranya yang disalib itu bukan Jesus, tidaklah mungkin Ia dapat
mengeluarkan kata-kata yang penuh kasih sebagai aslinya tabiat Jesus, misalnya:
"Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat dan
kalimat: "Sudah Genap" (Tetelestai). Ini semua membuktikan bahwa yang
mati tersalib itu tidaklah lain daripada Jesus Kristus sendiri. Dengan demikian,
maka sampailah saya kepada kesimpulan yang meyakinkan bahwa "yang disalib
dan mati" seperti yang diwartakan dalam Quran s. An Nisaa 157, tidaklah
diragukan lagi, ialah Jesus-sendiri, bukan orang lain, bukan Jahuza, juga bukan
Yudas. Karena kesaksian mata dari 4 penulis Injil itu adalah cukup meyakinkan,
syah dan benar. Kebangkitan Jesus diantara orang mati -----------------------------------------------
Mengenai peristiwa kebangkitan Jesus dari kemati- an-Nya, Al Quran tidak pernah
menyangkal. Menurut Qur'an, Muhammad menerima wahyu tentang ucapan Jesus
demikian: "Selamatlah diriku ketika dilahirkan dan ketika mati dan ketika berbangkit
kembali hidup." Q.s. Maryam 33). Teks aslinya. 'Wassalamu'ala yauma
walidtu wayauma amutu wa yauma ub'asyu hayya." Dengan kata "ub'asyu
hawa" (bangkit hidup kembali) adalah merupakan kehidupan yang real—nyata
sesudah mengalami kematian (amutu) yang real nyata --pula. Dengan nats ini
dapatlah meyakinkan saya, bahwa Jesus memang telah mengalami kematian yang real
--nyata-- meskipun kematiannya disangkal di kayu salib dan bangkit hidup
kembali, (ub'asyu hawa). Jesus hidup kembali pada hari ketiga diantara orang
mati secara real--nyata--kebangkitan badani yang sudah dipermuliakan (Filipi
3:21), yang dapat dilihat dan dijamah. Kematian Jesus sama sekali tidak ada
artinya, jika tidak berkelanjutan dengan Kebangkitan Hidup Kembali diantara orang
mati. Sekiranya Jesus yang disalibkan itu mati dan terus mati memang adalah
akan merupakan satu pukulan yang hebat bagi iman Kristen, karena Tuhan-nya
telah mati. Dan pastilah agama Kristen tidak akan dapat berdiri teguh sampai
saat ini, karena memang sudah tidak ada harapan apa yang dapat diharapkan bagi
keselamatan para pengikutnya di alam sorgawi. Kalau Jesus itu mati dan terus
mati, dan sekarangpun ada kuburannya untuk apa iman orang Kristen berTuhan-kan
orang mati. Untuk apa orang Kristen dibaptiskan atas nama orang mati. Untuk apa
orang Kristen meminta syafaat kepada orang mati. Dan malah tidak masuk akal,
kalau sekarang orang-orang Kristen, menjadikan orang mati menjadi
juruselamatnya, sedangkan simati sendiri tidak selamat, dia didalam kubur. Tetapi
karena kasih Allah, bahwa Jesus disalibkan bukan mati untuk mati, melainkan
mati untuk hidup kembali, dan memang hidup selama-lamanya kekal hingga pada
kesudahan alam. Kebangkitan Jesus, Hidup kembali diantara orang mati, bukanlah
dalam khayalan, tetapi memang dalam kenyataan yang dapat dilihat dan disaksikan
oleh banyak orang. Kematian dan kebangkitan Jesus, adalah merupakan inti dari kesaksian
iman Gereja sedunia. Kita sekarang memiliki iman yang penuh pengharapan. Kita
mempunyai Juruselamat yang hidup selama-lamanya hingga pada kesudahan alam.
Kita memiliki iman yang berdasarkan kasih. Kita sudah menjadi waris penerima
janji-janji Allah bersama-sama dengan Kristus. Menderita bersama, juga
dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. (Roma 8 : 17). Karena itu yakinlah,
bahwa kita sebagai pengikut Kristus akan dibangkitkan dari segala jenis
kematian:
= Kita akan dibangkitkan
dari kematian bahagia rumah tangga.
= Kita akan dibangkitkan dari kematian rezeki nafkah hidup dari hari
ke hari.
= Kita akan dibangkitkan dari kematian hati yang lemah dan rusuh.
= Kita akan dibangkitkan dari kematian iman yang sudah suam.
= Kita akan dibangkitkan dari kematian kasih.
= Kita akan dibangkitkan dari kematian segala rupa hal ihwal yang
mencekam jiwa, dari segala kekuatiran, dari segala penderitaan hidup, segala
penderitaan sakit penyakit, dan lain lain.
Makna Salib Kristus bagi kita.
-------------------------------------
Rasul Petrus menuliskan ilhamnya sebagai berikut: "Sebab
adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung
penderitaan yang tidak harus ia
tanggung. Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukul
karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu
harus menderita, maka itu adalah kasih karunia Allah. Sebab untuk itulah kamu
dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu, dan telah meninggalkan
teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejakNya. Ia tidak berbuat dosa, dan
tidak ada tipu dalam mulutNya. Ketika la dicaci-maki. Ia tidak membalas dengan mencaci-maki;
ketika ia menderita. Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkan kepada Dia yang
menghakimi dengan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita didalam tubuh-Nya di
kayu salib, supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran.
Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba,
tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala pemelihara jiwamu." (1
Petrus 2: 12 - 25). Salib yang dihubungkan dengan pribadi Jesus, adalah merupakan
puncak kesengsaraan-Nya. Mati di kayu salib, bukanlah hal yang diidam-idamkan,
meskipun hal itu sesuai dengan takdir rencana Allah. Karena masalah sengsara
Jesus ini sudah dinubuatkan dalam Kitab Nabi Yesaya 53:1-12. Dan Jesus sendiri
telah menginsyafi bahwa nubuat itu akan tergenapi diatas pribadinya sebagai
Hamba Allah yang dimaksudkan oleh nubuatan itu. Itulah sebabnya Jesus
mengatakan disaat menghadapi saat sengsara ini, kepada seseorang yang menyertai
Jesus yang bersikap untuk mengadakan perlawanan, Ia berkata: "Masukkan pedang
itu kembali kedalam sarungnya, sebab barang siapa menggunakan pedang akan
binasa oleh pedang. Atau kau sangka bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapaku
supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?
Jika begitu, bagaimana akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang
mengatakan bahwa harus terjadi demikian?" (Matius 26:52-54). Jesus dihukum
salib oleh penguasa--Imam--Yahudi, bukanlah disebabkan Dia melakukan sesuatu
Kejahatan berbuat dosa melanggar Hukum Taurat. Dia dihukum oleh
penguasa-penguasa imam Yahudi, karena pengajaranNya menyelamatkan umat manusia dari
kuasa dosa, juga karena Ia menyungguhkan (claim) diri-Nya Anak Allah, Mesias,
Tuhan Juruselamat. Dari keterangan diatas maka dapatlah disimpulkan bahwa lambang
salib, adalah mengingatkan kepada kita setiap penganut Kristen, bahwa Jesus
menderita dan telah menjadi korban mati sengsara- di kayu salib, karena
da'wah-Nya untuk menyelamatkan kita semua dari penguasa dosa, agar kita mendapatkan
hak hidup yang kekal di alam sorgawi.
Jesus naik ke sorga (mikraj)
----------------------------------
Kenaikan Jesus ke sorga (mikraj) disaksikan oleh kesebelas murid-muridNya
diluar kota dekat Betani. (Lukas 24: 50) Mengenai peristiwa kenaikan Jesus ke
sorga (mikraj) ini tidak ada sanggahan Quran, malah ditunjang dengan adanya
ayat Quran s.Ali Imran 55 yang antara lain mengatakan: 'Idz qalallahu ya 'Isa
inni mutawaffika wa rafi'uka..''
(Ingatlah ketika Allah berfirman: Ya Isa bahwasanya Aku mewafatkan
engkau, dan mengangkat engkau kepadaku ......) Dalam peristiwa kenaikan Jesus
ke sorga ini ada dua masalah yang perlu kita catat:
1. Amanat Jesus kepada murid-muridNya, bahwa juga kepada kita
sekalian yang menjadi pengikut-pengikut Kristus dewasa ini, yaitu :
a. Pergilah ke segenap penjuru dunia ini, beritakan Injil Keselamatan,
menjadikan semua orang jadi murid Jesus;
b. Membaptiskan mereka atas nama Allah Tritunggal: Bapa dan Anak
dan Rohulkudus.
c. Mengajar mereka dengan apa yang diajarkan Jesus, yaitu Kristus
khususnya, dan Alkitab pada umumnya.
2. Janji Jesus, akan momberikan Kuasa Rohulkudus kepada murid-muridNya,
yang juga berarti kepada kita sekalian yang menjadi murid-muridNya atau
pengikut-pengikut Kristus dewasa ini, untuk bersaksi bagi kebenaran Jesus Anak
Allah, firman Yang Hidup, dan menyertai kita sekalian untuk selama-lamanYa, hingga
pada kesudahan alam.
Kedatangan Jesus untuk kedua kalinya.
------------------------------------------------
Kedatangan Jesus untuk yang kedua kali menjadi hakim yang adil,
menghakimi yang hidup dan yang mati diberitakan dalam Kisah para Rasul 1: 11
dan Wahyu 20: 11-15. Kedatangan Jesus pada akhir zaman ini untuk menjadi hakim yang
adil itu, pun menjadi kepercayaan bagi umat Islam pada umumnya, karena dalam
beberapa hadits Bukhari dan Muslim, masalah ini ada diberitakan. Antara lain
dapat dicatat sebagai berikut:
1. Hadits Bukhari dari Abu Hurairah, Jilid ll, hal 256: "Kaifa
antum idzalabna Manyama fikum wa imaamukum min kum." (Bagaiana halmu,
apabila Ibnu Maryam turun jadi imam daripada kamu.).
2. Hadits dari Musnad Imam Ahmad ibd. Hambal,jilid 11-- halaman
411 : 'Yu syiku min 'asya minkum an balqa 'Isa Ibna Maryama imama mahdiya wa
hakama 'adlan." (Dari padamu akan bertemu dengan Isa ibnu Maryam sebagai
imam Mahdi dan Hakim yang adil).
3. Nabi Muhammad sendiri pernah bersumpah untuk meyakinkan bahwa
Isa Almasih ibnu Maryam akan datang kembali untuk menjadi Hakim yang Adil. Muhammad
berkata: "Wallaha liyunzilna ibna Maryama hakuman 'adlan." (Demi
Allah, sesungguhnya akan turun (datang) putra Maryam selaku hakim yang adil).
(Hadits Muslim jilid I - Halaman 76) Syarahan Hadits ini adalah mengkhabarkan
kedatangannya Isa Almasih untuk kedua kalinya kelak (akhir zaman). Perkataan ''hakuman''
(menjadi hakim), mengisyaratkan bahwa kedatangannya Isa Almasih Jesus Kristus)
yang kedua kali itu, tidaklah selaku Nabi membawa risalah atau syariat agama, dengan
Quran ataupun Alkitab (Taurat-lnjil), yang berlaku sekarang, tetapi hanyalah ia
turun menjadi Hakim antara segala hakim-hakim umat ini, dengan kitab baru, yang
dinamakan "Kitab al-Hayat" (Wahyu 20:11-15). Nats dari Hadits shahih
Bukhari-Muslim diatas, dapat dibanding dengan Alkitab, Roma 2 :16 yang berbunyi
demikian: "Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah sesuai dengan Injil
yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati
manusia oleh Kristus Jesus," (Roma 2 :16). Karena itu tidak ada alasan
yang memberatkan bagi saya untuk ragu-ragu menerima Jesus sebagai Tuhan dan
Juruselamatku pribadi, begitupun untuk me-nantikan kedatangan Jesus Kristus yang
kedua kali, sebagai Hakim yang adil. Keselamatan menjadi Pengikut Kristus,
Quran telah bersaksi sebagai berikut: "Idz qala'llahu ya 'Isa inni
mutawaffika, wa raafi uka ilayya wa muthahhiiruka minal ladzina kafaruu wa yaa
'ilul ladzinat taba'uka fauqal ladzina kafaruu ilaa yaumil giaamaht ...............':
(Ingatlah ketika Allah berkata: "Ya Isa bahwasanya Aku mewafatkan engkau,
mengangkat engkau kepadaKu, membersihkan engkau daripada orang kafir, dan
menjadikan orang-orang yang mengikut engkau diatas daripada mereka yang tidak
percaya hingga hari kiamat." Jelas, bahwa Quran tersebut bersaksi, bahwa
pengikut-pengikut Kristus terjamin keselamatannya, dalam hal ini adalah Hidup Kekal
di alam sorgawi, sebagaimana dikatakan oleh Jesus sendiri: "Aku berkata
kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu dan percaya kepada Dia
yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum sebab
ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup." (Johanes 5:24). Akulah
jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa,
kalau tidak melalui Aku." (Johanes 14:6).
6. Kebenaran Alkitab
Sebagaimana diuraikan pada awal kesaksian ini, bahwa mula pertama
yang merangsang saya untuk menyelidiki kebenaran Alkitab (Bible) itu adalah
disebabkan oleh salah satu ayat Quran, yaitu s. Almaidah 68 yang mengatakan
bahwa Alkitab (Taurat dan Injil itu) adalah merupakan Kitab yang benar bagi orang
yang beragama dalam kebenaran menurut kehendak Allah. Ada beberapa ayat dalam
Quran yang sering dipergunakan oleh para Mubaligh Islam dan termasuk juga oleh
saya sendiri tempo dulu dalam kedudukan saya sebagai seorang mubaligh Islam, yang
ditafsirkan sebagai bukti bahwa'Alkitab (Taurat dan Injil) itu telah dipalsukan,
dirubah disana-sini oleh tangan kotor-jahil manusia. Secara teliti sekarang
saya ingin mengerti yang sebenarnya makna ayat-ayat Quran tersebut secara
wajar, sebagaimana juga halnya saya ingin mengerti isi Alkitab yang sewajarnya.
Dengan penuh rasa kejujuran, saya coba memeriksa kembali sampai di mana
kebenarannya yang dimaksudkan oleh ayat-ayat (nats) Quran itu. Akhirnya
dapatlah saya memberikan suatu
kesimpulan sebagai berikut:
1. Quran s. Al Baqarah 75.
"Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu,
padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka merobahnya
setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui." Pada umumnya
orang-orang Muslim mengatakan tafsirannya bahwa yang dimaksud "segolongan
dari mereka" (friqun minhum) itu, adalah ahli-kitab (Yahudi/Nasrani) yang
telah mengubah firman Allah itu, dalam hal ini mereka artikan merubah teks
Taurat dan Injil (Alkitab-Bible). Dalam penyelidikan saya, pengertiannya ayat
Quran s. Baqarah 75 ini tidaklah demikian. Yang dimaksudkan "segolongan
dari mereka" itu, ialah orang-orang Islam itu sendiri yang berasal dari
penganut agama Yahudi/Nasrani, kemudian mereka (segolongan ini) kembali
menolak. Islam setelah mereka mengetahui apa sebenarnya ajaran Muhammad itu.
Oleh Quran, mereka dituduh merubah makna--penafsirannya--Quran itu sendiri,
jadi bukanlah Al-kitab (Taurat/lnjil). Hal ini jelas dapat difahami akan
pengertian ayat tersebut yang mengatakan: "..apakah kamu (maksudnya:
Muhammad), Masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu".
"Kamu" atau "kepadamu" disini, jelas dimaksudkan adalah
Muhammad. Tetapi kemudian mereka (orang-orang Yahudi/Nasrani) yang tadinya
sudah mengaku percaya akan kenabian Muhammad ini, mereka menolak/keluar dari
Islam, lalu mereka dituduh merubah pengertian--pendengaran--ayat firman Allah
(dalam hal ini adalah Quran itu sendiri) yang selanjutnya juga mereka dituduh
orang-orang bodoh, pembual, buta huruf dan sebagainya. Yang jelas, bahwa ayat
Quran ini sama sekali tidak ditujukan kepada ahli kitab (Yahudi/Nasrani) dan
juga tidak mengatakan Alkitab (Taurat-lnjil) itu yang telah dirubah-rubah,
melainkan malah Quran itu sendiri.
2. Quran s. Al Baqarah 106. "Apa saja ayat yang kami
nasokh-kan (hapuskan) atau Kami
jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik
daripadanya atau yang sebanding dengannya....". Perkataan "ayat''
yang dimansokh-kan (dihapuskan) dalam nats Quran s. Al Baqarah ini, juga pada
umumnya mereka artikan "Alkitab/Taurat-lnjil". Tetapi dari beberapa
buku tafsir/terjemahan Quran hampir sepakat mengatakan bahwa makna "ayat
yang yang dimansokhkan/ dihapuskan" disini pengertiannya adalah bahwa ada beberapa
ayat Quran itu sendiri yang telah di hapus hukumnya. Bahkan menurut buku At
Tadjdid fil Islam mengatakan bahwa sedikitnya 5 sampai 500 ayat-ayat dalam
Quran itu telah mansokh. Ada juga yang berpendapat bahwa- makna "ayat yang
dimansokh-kan" itu, adalah mengenai ke-mukjizat-an Muhammad artinya bahwa
Muhammad sebagai nabi dan rasul menerima wahyu Allah sudah tidak mendapat kuasa
Allah bermukjizat sebagaimana halnya para nabi-nabi sebelumnya, seperti Musa
dan Isa Almasih. Jadi jelaslah pula bahwa maksud nats Quran s. Al Baqarah 106 inipun
tidaklah pula kena-mengena untuk menjadi dalil menolak kebenaran kehadirannya
Alkitab sebagai Kitab Ilahi yang menjadi dasar kebenaran bagi setiap orang
untuk beragama yang benar.
Bersambung Posted: 2007-01-21 11:56:56 # Subzero Member
3. Quran s. Al Maidah 13.
"......karena mereka melanggar janjinya,
Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah
perkataan (firman) Allah dari tempatnya dan mereka (sengaja) melupakan sebagian
dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad)
senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka, kecuali sedikit diantara mereka
yang tidak ber-khianat'' Perkataan "mereka" dalam Quran s. Al-Maidah
13 ini biasanya mereka sengaja tambahkan dalam tanda kurung: (Ahli Kitab) atau
(Yahudi/Nasrani) dan hapuskan sedangkan makna kalimat: "Mereka suka merubah
perkataan (firman) Allah dari tempatnya ...." mereka artikan Alkitab atau
Taurat/lnjil itu sudah ditukar-tukar dan dihapuskan /dirubah kebenarannya. Padahal
yang sebenarnya, ayat inipun sama halnya dengan Quran s. Al Baqarah 75 adalah
juga ditujukan kepada orangorang Islam pengikut Muhammad sendiri dimana
hidup-nya Muhammad itu sendiri, yang tadinya memang berasal dari penganut agama
Yahudi/Nasrani, berbalik kembali pada agamanya semula (menolak Islam). Oleh
Quran, mereka dituduh ber-khianat merubah-rubah firman Allah, dalam hal ini adalah
Quran itu sendiri. Mereka menolak kebenaran Islam, sesudah mereka mengetahui
ajaran Muhammad yang sebenarnya. Hal ini dapat dibaca dari seluruh hubungan
ayat Quran ini mulai ayat 7 s/d 13. Jadi jelaslah pula, bahwa ayat Quran s. Al
Maidah 13 ini pun tidaklah dapat dijadikan dalil untuk menolak kebenaran Alkitab.
Masih banyak nats-nats Al-Quran yang senada dengan contoh di atas yang tadinya
diartikan sebagai menolak kebenaran Alkitab itu, saya coba memahaminya secara
jujur maka dapatlah saya meyakinkan, bahwa tidak ada satu ayatpun dalam Quran
yang secara tegas mengatakan bahwa Alkitab (Taurat dan Injil) itu telah
dipalsukan, dirubah dan lain-lain dari kebenaran aslinya. Pada akhirnya
dapatlah saya menyimpulkan, bahwa apa yang Quran katakan dalam surat Al Maidah
68, s. Al Baqarah 62, Qus. As Sajadah 23, dan lain-lain yang telah saya
kemukakan terdahulu dalam ke-saksian ini, memang benar dan meyakinkan bahwa
Alkitab (Taurat-lnjil) itu adalah merupakan kebenaran bagi setiap orang yang
mau ber-agama dalam kebenaran sesuai dengan kehendak Allah.
7. Bergumul Dengan Pengaruh Lingkungan
Meskipun saya sudah begitu mantap dan yakin akan kebenaran ini,
dan siap sedia untuk menerima Tuhan Jesus, sebagai Juruselamat pribadi-ku,
namun saya belum juga dibaptiskan secara wajarnya, karena adanya pengaruh
lingkungan yang merupakan batu sandungan. Rasa takut dan khawatir menghantui. Pengalaman
saya dewasa ini menunjukkan bahwa memang banyak orang yang pernah menyatakan
ke- inginannya untuk menerima Tuhan Jesus sebagai Juruselamat pribadi mereka,
namun mereka sering terbentur kepada pengaruh lingkungannya, mungkin karena
segan atau takut dengan orang tuanya, kadangkala juga takut dengan majikannya
kalau-kalau ia nantinya diberhentikan. Ada juga yang terbentur kepada hubungan
bakal isteri yang belum mau menerima Jesus bersama-sama, dan lain-lain masih
banyak macam ragamnya batu sandungan yang menyebabkan seseorang tersandung menerima
Jesus bertahta didalam hatinya. Pengaruh lingkungan,yang menakuntukan dan
mengkhawatirkan ini, memang sudah di aba-abakan oleh Jesus sendiri, sebagaimana
diutarakannya dalam Injil Matius 10:34-36. Penderitaan yang mungkin akan
diterima oleh setiap orang yang ingin menjadi pengikut Kristus, misalnya akan
dibenci oleh ibu bapa; akan terputusnya hubungan keluarga, bahkan sampai kepada
terancamnya jiwa sendiri. Tetapi bagi mereka yang berbulat hati tanpa ragu
menerima Jesus bertakhta dihatinya, kekhawatiran demikian sama sekali tidak
perlu ada. Setiap kekhawatiran itu pasti akan teratasi oleh pertolongan Tuhan sendiri.
Pengaruh lingkungan demikian, memang saya alami sendiri. Namun Tuhan, selalu
membuka jalan. Dalam tahun 1962 hingga 1964 itu, saya masih saja melakukan ibadah
kembar, yaitu bersembahyang secara Islam dan ke Mesjid setiap hari Jumat, juga
pergi ke Gereja setiap hari Minggu, dan hari Sabtu ke Gereja Advent. Kepergian
saya ke Gereja waktu itu, belumlah merupakan suatu keyakinan, tetapi lebih
banyak hanya merupakan penyelidikan kebenaran. Karena saya sering membaca uraian-uraian
pihak non-Kristen yang mengatakan bahwa di Gereja itu adalah ibadah menyembah
berhala, seperti patung-patung dan lain-lain. Karena itu saya pergi ke semua
Gereja yang ada disekitar Jakarta ini berganti-ganti setiap minggu, bahkan
sering saya lakukan dalam satu hari Minggu itu saya kunjungi dua atau tiga Gereja
untuk membuktikan apa benar ada penyembahan berhala berupa: patung-patung atau
benda-benda lainnya. Akhirnya dapatlah saya berkesimpulan dan membuktikan bahwa
sangkaan saya itu sama sekali tidak benar. Karena setiap Gereja yang saya
kunjungi, sama sekali tidak pernah ada penyembahan demikian. Maka sejak tahun
1964, memang roh-jiwa saya telah dipenuhi oleh Roh panggilan Tuhan, yaitu Roh
Kebenaran atau Rohulkudus. Karenanya pada saat itu dengan begitu mantap saya
sudah dapat menerima Jesus sebagai Juruselamat pribadi saya. Namun masih ada
kelemahannya, yaitu saya belum berani menyatakan diri pribadi saya secara
terbuka. Saya masih merahasiakan ke Kristenan saya. Saya sudah pergi ke Gereja GKI.
Kwitang untuk yang pertama kalinya meminta supaya saya dibaptiskan secara
rahasia, karena saya tidak ingin diketahui oleh keluarga, antara lain oleh
isteri saya sendiri. Saya tidak tahu persis siapa petugas Gereja waktu itu.
Namun permintaan saya yang istimewa ini ditolak dengan alasan bahwa tidak ada
pembaptisan secara rahasia. Beberapa minggu kemudian, dengan maksud yang sama
saya pergi juga menemui pendeta J. Sapulete, Gereja Bethel Jatinegara. Saya
segera akan dapat dibaptiskan, asalkan saja saya membawa 2 atau 3 orang saksi
tetangga orang-orang seiman Kristen, yang akan dapat mengawas dan memimpin agar
saya dapat hidup benar-benar secara Kristen. Syarat ini tentu saja tidak dapat
saya terima, karena saya masih belum dapat menyatakan dari saya sebagai seorang
Kristen secara terbuka. Hal ini adalah disebabkan pengaruh lingkungan, terutama
sekali keluarga rumah tangga sendiri, yang tadinya saya kirakan akan menimbulkan
reaksi penentangan atau pemutusan keluarga dan lain-lain. Saya takut
membicarakan ke-Kristen-an ini kepada isteri saya, karena saya menduga akan
menimbulkan kericuhan rumah tangga. Saya takut mengajak isteri saya pergi ke
Gereja, sebab kalau-kalau saya dibalasnya mengajak saya ke Penghulu untuk bercerai.
Saya takut jika dihadapkan kepada perceraian itu. Karena itulah saya ingin
menerima Jesus Kristus ini hanya secara diam-diam saja. Namun jiwa saya memang
sudah tidak berubah lagi. Saya tidak ragu menerima Jesus Kristus. Saya tidaklah
lagi beribadah secara kembar, melainkan sudah manunggal hanya ke Gereja saja.
Tetapi saya masih ada rasa takut dan khawatir reaksi keluarga. Saya sudah tidak
tahu pasti bagaimana caranya, untuk mengatasi kesulitan ini. Juga saya tidak
pernah datang kepada siapapun juga untuk meminta nasehat atau pandangan dalam
hal ini. Pergumulan saya waktu itu benar-benar terasa sekali beratnya. Tetapi
Tuhan untuk- kesekian kalinya membuka jalan menolong memecahkan pergurmulan
saya ini. Kalau tadinya saya menduga bahwa kalau saya berbicara dengan isteri
saya untuk berpindah agama dari Islam ke Kristen ini, pastilah akan menimbulkan
reaksi tantangan, maka Tuhan malah melalui isteri saya itu sendiri pintu
kebenaran ini dibukakan. Kepada isteri saya diberikan suatu penglihatan
kedamaian melalui terangnya dan indahnya pohon natal yang pada waktu itu sedang
berkelap-kelip di banyak rumah keluarga Kristen. Terlintas di dalam hatinya
betapa indahnya kehidupan didalam keluarga Kristen yang ia dapat rasakan
kedamaian dalam lagu-lagu Natal yang syahdu dan terang cemerlang natal yang menggambarkan
kehidupan cerah setiap keluarga Kristen. Untuk menyatakan rasa hatinya itu,
isteri saya beserta seorang anak saya yang perempuan datang kepada saya,
menyatakan keinginannya untuk menjadi seorang Kristen dalam keluarga Kristen. Kesempatan
ini, tentu saja tidak akan saya abaikan. Karena itu besok paginya tepat hari
Natal, saya datang menemui Bapak Pdt. J. Sapulete untuk kedua kalinya, dengan menyatakan
bahwa kami sekeluarga ingin dibaptiskan untuk menerima Tuhan Jesus. Permintaan
saya sekali ini, benar-benar berjalan dengan lancar dan kami sekeluarga
dibaptiskan pada tanggal 26 Desember 1969 oleh Bapak Pdt. J. Sapulete, di Gereja
Bethel Jemaat GPIB. Koinonia Jatinegara, yaitu saya beserta isteri dengan 7
anak. Seorang anak lagi menyusul seminggu kemudian. Rupanya anak saya yang
laki-laki inipun sebenarnya juga sudah sering ke Gereja, tetapi secara sembunyi-sembunyi
pula takut diketahui oleh ayahnya. Dan saya ke Gereja takut diketahui oleh
anak-anak dan isteri saya. Jadi kami ke Gereja saling umpet-umpetan rupanya. Puji
Tuhan, karena akhirnya memang seluruhnya menjadi pengikut Kristus, menerima dan
menempatkan Jesus Kristus bertahta dihati kami masing-masing. Berkat yang
berkelimpahan.
---------------------------------- Sesudah saya dan keluarga
dibaptiskan 26 Desember 1969, suasana rumah tangga kami terasa sekali
perubahannya yang menggembirakan dan penuh sukacita. Banyak berkah yang kami terima
dan rasakan berupa perubahan-perubahan hidup dan kehidupan. Rasul Paulus
mengatakan: "Jadi siapa yang ada didalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang
lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2 Korintus 5:17
). Apabila seseorang menerima Jesus Kristus sebagai Juruseiamatnya, maka Allah
membuat suatu perubahan dalam hidupnya. Sifat Kristus dimasukkan kedalam
dirinya. Alkitab berkata: "Kamu ada bagian didalam sifat llahi".
Sifat yang baru ini menghasilkan kesukaan yang baru, keinginan yang baru, ketidak
sukaan yang baru, kasih yang baru. Hal-hal yang dulu seseorang sayangi,
sekarang ia benci, dan hal-hal yang dulu ia benci, sekarang ia sayangi.
Kehidupannya telah berubah. Perubahan ini nampak juga pada kehidupan secara
lahiriah bagi seseorang, dan akan diperlihatkan kepada orang-orang sekitarnya.
Seluruh pandangannya akan di'ubah, dan hal ini akan membawa perubahan dalam
kata-kata dan apa yang diucapkan dan dibicarakannya. Sungguh ajaib ! Perubahan-perubahan
ini memang saya alami dan rasakan seluruhnya dalam hidup dan kehidupan kami
sekeluarga dalam waktu sangat singkat sekali. Tabeat pemarah menjadi hilang dan
berangsur ganti dengan kasih. Kehidupan rohani dapat kami rasakan kelegaan dan
rasa damai bahagia. Perasaan bimbang dan ragu sudah tidak ada lagi. Jiwa kami
sungguh-sungguh merasa mantap dan penuh dengan kesuka-citaan. Begitupun kehidupan
jasmani kami mengalami perubahan yang sangat nyata berupa berkat-berkat
kelimpahan. Pengalaman ini membuktikan kebenaran janji janji Allah yang disampaikan
oleh Jesus Kristus. "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan
minum. Barangsiapa yang percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh kitab
Suci: "Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."
(Yohanes 7:37-3Cool Jesus berkata: "Aku datang, supaya mereka mempunyai
hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.'' (Yohanes 10:10b). Tetapi
perubahan hidup rumah tangga kami yang begitu nyata dan cepat inipun menjadi
fitnah. Tetangga-tetangga kami bahkan keluarga kami sendiri mengira, kami
mendapat bantuan dari Gereja sebagai imbalan kami menjadi Kristen. Sering orang
sampaikan ketelinga kami pameo orang yang mengatakan: "Kalau ingin kaya
mendadak, turuti sikap Pak Ambrie tuh, jadi orang Kristen, nanti akan menerima
sokongan Gereja jutaan rupiah" dan lain-lain. Hal ini mereka sangka bahwa
perubahan hidup kami yang berkelimpahan itu adalah semata-mata dikarenakan
pemberian Gereja, sebagai imbalan karena menjadi seorang Kristen. Tidak! Sama
sekali tidak! Satu senpun kami tidak pernah menerima bantuan dari Gereja
ataupun dari seseorang pribadi sebagai imbalan pembujukan untuk menerima
Kristus, baik berupa uang, maupun berupa materi lainnya atau janji-janji pekerjaaan
dan lain-lain. Benar-benar perubahan hidup kami yang berkelimpahan waktu itu,
adalah semata-mata karena berkat kemurahan Tuhan, yang memang sudah dijanjikan bahwa
kepada yang percaya akan diberikan segala kelimpahan.
.jpg)
Hamran ambrie tokoh penginjil yang banyak melakukan diskusi lintas agama
BalasHapus