Aku terbiasa membaca Qur’an dari awal sampai akhir, dan ini
kulakukan sekali setiap 10 hari. Dari Islam, aku pun punya kekuatan ghaib
memanggil para jin. Dalam Islam, aku boleh bicara dengan mereka, bahkan
tertulis bahwa Nabi Muhammad juga bicara pada para jin. Aku mampu berhubungan
dengan para jin dan mendapat kekuatan dari mereka. Aku bisa mengucapkan doa-doa
bagi banyak orang. Jika ada yang disakiti, maka orang ini lalu datang padaku
dan memintaku mengguna-guna orang yang menyakitinya. Seketika orang tersebut
akan sakit dan mendapat kecelakaan.Sambil menutup mata, aku bisa memberitahu
apa yang dilakukan orang itu di tempat lain. Semua ini membuatku ingin lebih
sakti lagi. Karena itu, aku semedi lebih banyak lagi sambil melafalkan Qur’an.
Suatu malam, aku sedang semedi sambil melafalkan ayat2 Qur’an. Ada ayat2 Qur’an
yang bisa kau ucapkan berulangkali dan ayat-ayat ini tidak bermakna apapun, dan
menjadi rahasia Qur’an. Saat itu seekor jin masuk ruangan dan dia jauh lebih
berkuasa daripada diriku. Aku sangat takut. Kugunakan semua senjata yang
kudapat dari Islam, seperti misalnya: dalam nama Allah kuperintahkan kau pergi,
Setan aku usir kamu, dll. Kugunakan semuanya, tapi tidak ada yang mempan. Saat
itu aku sangat butuh pertolongan, karena rasanya jin itu mencekikku untuk
mengambil nyawaku. Rasanya seperti sekarat hampir mati. Aku menjerit: ‘Tuhan,
tolong aku!!’
Seketika
itu juga aku mendengar suara: ‘Mintalah sejelas seperti kau mendengar
suaraku, katakan: dalam nama Tuhan Yesus.’
Pada
saat itu aku benar-benar tidak berpikir lagi sedetik pun. Rasanya seperti
sedang tenggelam, dan seseorang melemparkan tali padamu. Kau tidak akan
mempersoalkan apa warna tali dan akan dengan cepat merenggut tali itu. Itulah
yang lalu kulalukan.
Kukatakan:
‘Yesus, jika Kau memang benar, tunjukkanlah DiriMu.
Sampai hari ini aku tidak tahu mengapa kukatakan hal itu. Mengapa
aku tidak mengatakan: ‘Yesus, tolong aku’ . Aku tidak tahu mengapa, tapi
begitulah yang kuucapkan. Sebelum aku selesai mengucapkan kalimat itu, semuanya
tiba-tiba kembali normal lagi. Ini bukanlah kejadian di mana aku beralih iman.
Ini adalah saat dimulainya kebingunganku.
Mengapa Yesus menolong seorang Muslim?
Aku telah melakukan semua yang aku mampu lakukan untuk menjadi
Muslim sejati. Aku telah berjuang di jalan Allah, dengan berani mati syahid
berjalan di daerah beranjau. Pemerintah Iran merekrut Muslim yang mau bergabung
dengan Fadayi atau orang yang berkorban nyawa seperti yang dinyatakan Qur’an.
Aku juga ikut melakukan hukum gantung bagi para pidana. Aku telah melakukan
segala hal yang kukira harus kulakukan melawan para kafir, Dan juga segala hal
yang bisa dan harus kulakukan untuk menyampaikan keterangan tentang Allah
kepada siapapun. Tapi aku tahu bahwa ada sesuatu yang salah. Ini bukan karena
aku merasa ragu akan Allah atau akan Islam. Aku sangat percaya tapi aku tidak
tahu apa makna kejadian itu. Aku sangat bingung dan lalu aku mencoba
melupakannya. Tapi pertanyaan mengapa Yesus menolong seorang Muslim tetap
muncul dalam benakku. Aku percaya pada Muhammad sebagai nabi terakhir. Jika
Islam agama yang sempurna, maka mengapa Yesus menolong aku?
Aku merasa bingung selama dua minggu
Lalu aku mengambil keputusan untuk berdoa dan puasa dan langsung
bertanya pada Tuhan untuk menunjukkan jalan yang benar. Aku ingat ayat-ayat
Qur’an yang menyatakan ada banyak jalan menuju Allah. Tidak peduli dari sisi
gunung mana kau mulai mendaki, akhirnya kau tetap akan tiba di puncak gunung.
Kupikir mungkin inilah Tuhan yang sebenarnya. Atau mungkin juga Tuhan punya
jalan tertentu bagiku dan Dia ingin aku mengikuti jalan itu. Kupikir aku tidak
akan pernah tahu jawabannya, maka sebaiknya aku bertanya langsung padaNya. Lalu
aku berdoa dan puasa. Dari lubuk hatiku yang terdalam, dengan segala
kekuatanku, aku bertanya, ‘Tuhan, apakah yang Kau inginkan dariku?’
Jalan
apakah yang Kau ingin aku ikuti?
Selama dua minggu, aku duduk di tempat yang sama. Aku berdoa dan
berpuasa sebanyak-banyaknya. Aku jatuh tertidur di tempat itu, dan begitu aku
bangun maka aku melanjutkan doa dan puasa terus-menerus pada Tuhan. Aku ingin
tahu apa yang diinginkan Tuhan dariku. Setelah dua minggu berlalu, aku tetap
tidak mendapatkan jawaban. Aku sangat kesal. Aku bertanya, ‘Apaan sih semuanya
ini? Omong kosong belaka! Aku tidak akan pernah tahu apa yang Kau inginkan
dariku. Aku bahkan tidak tahu apakah Tuhan itu benar-benar ada. Aku telah
membuang hidup dan waktuku sia-sia untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan
Allah, dan sekarang Dia membuat aku kebingungan.’
Jika Allah itu memang Maha Besar dan tahu hati orang, maka Dia
tentunya tahu bahwa aku mencintaiNya. Tidak ada masalah jika aku memanggilNya
dengan nama apapun, sebab Dia tahu dalam hatiku aku mencintainya. Dan jika ini
jadi masalah, maka aku bertanya padaNya selama dua minggu melalui doa dan
puasa, tapi tidak ada jawaban apapun. Masa bodohlah! Aku akan berbuat
sekehendak hatiku saja. Aku akan jalani jalanku sendiri. Aku akan lakukan hal
yang menyenangkan diriku. Di saat itu juga aku merasakan kekuasaan Tuhan
menimpaku.
Dalam Islam, dosa terbesar yang tak terampunkan adalah meragukan
Allah, ajaranNya, NabiNya… dan aku telah melakukan hal ini. Dalam Islam, kau
diajari bahwa Allah tidak pernah mengunjungi manusia. Aku tahu bahwa meskipun
dalam Islam, aku telah melakukan dosa tak terampunkan, Tuhan sekarang berada di
kamarku. Aku berhadapan langsung dengan kesucianNya. Semua ini terjadi dalam
waktu yang bersamaan. Kesucian Tuhan menyebabkan aku merasakan besarnya dosaku.
Aku tahu, karena Tuhan Maha Adil, maka Dia harus membunuhku dan
melenyapkan aku dari muka bumi karena aku sangat penuh dosa. Aku menangis
karena aku benar-benar tidak mau mati. Tapi aku tahu aku tidak berdaya. Dia
begitu suci, sedangkan aku begitu keji. Karena itu aku lari ke ujung ruangan,
aku angkat tanganku menutupi kepalaku dan aku menangis, ‘Tuhan, ampuni aku,
ampuni aku, ampuni aku, ampuni aku..’
Saat aku menangis, aku merasakan sentuhan pada pundakku dan suara,
‘Aku mengampunimu.’ Di saat kalimat itu diucapkan, aku merasakan secara
jasmaniah merasakan pengampunan. Aku tidak mengerti. Kita sering berkata, ‘Bismillah
al rahman al rahim, dalam nama Tuhan yang Maha Pengampun dan Penyayang’ tapi
kita tidak pernah tahu apakah diri kita benar-benar diampuni sampai di hari Kiamat.
Inilah sebabnya tiada satu pun ayat Qur’an yang menyatakan
Muhammad ada di surga. Sama seperti orang lain, dia pun harus menunggu sampai
hari Kiamat. Di saat itu, semua orang akan dihakimi. Jadi, siapakah Tuhan ini
yang mengatakan, ‘Aku mengampunimu’? Aku benar-benar merasa diampuni
saat ini.
Aku
bertanya padaNya, ‘Siapakah kamu?’
Dia
berkata, ‘Aku adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup.’
Di
saat aku mendengar itu, aku tahu kalimat ini sungguh penting, tapi aku tidak
tahu sama sekali apa artinya itu. Aku tetap tidak tahu siapakah Tuhan ini.
Maka
aku bertanya padaNya, ‘Siapakah namaMu?’
Dia
menjawab, ‘Yesus Kristus, Tuhan yang Hidup.’
Di
saat Dia mengucapkan kata-kata itu, rasanya setiap tulang dalam tubuhku diambil
ke luar. Aku tersungkur ke lantai. Aku mulai menangis tersedu-sedu di hadapan
Tuhan.
Delapan
belas tahun telah berlalu, tapi aku tidak pernah lupa KasihNya, PengampunanNya.
Aku tidak pernah lupa apa yang terjadi pada diriku hari itu. Aku diampuni. Aku
merasakannya. Aku menangis karena bertahun-tahun aku berusaha menyenangkan
Tuhan, tapi itu semua sia-sia. Aku berdoa pada Tuhan, tapi aku tidak
mendapatkan apa-apa. Aku merasa sangat tertipu karena mereka mengatakan inilah
Tuhan, mereka katakan padaku untuk bunuh orang di jalan Allah. Tapi kemudian Tuhan
mengatakan, ‘Kasihilah orang di jalanKu, maafkanlah orang di jalanKu.’
Aku sungguh yakin, ya inilah Tuhan. Tuhan mengajarkan kasih,
pengampunan. Aku menangis selama dua jam. Aku bersujud di hadapan kakinya. Dia
lalu berkata, ‘Tengok ke atas.’ Aku lalu mengengok ke atas dan menyaksikan
penglihatan bagaikan di layar TV dan di situ tampak orang-orang dari berbagai
usia dan negara. Pada setiap orang yang kulihat, aku bisa mengetahui setiap
dosa yang mereka lakukan. Semua itu sungguh luar biasa bagiku. Kukatakan pada
Tuhan, ‘Tuhan, aku hidup diantara orang-orang ini. Semua orang ini adalah
orang-orang berdosa.’ Tuhan berkata, ‘Bagaimanakah mudahnya bagiKu untuk
mengampunimu?’ Kujawab, ‘Sangat mudah. Dalam bahasa Parsi, kami
mengatakan ’semudah minum air’.’ Setelah mengucapkan itu, aku berkata, ‘Tidak,
tidak. Bahkan lebih mudah daripada minum air.’ Dia berkata, ‘Semudah aku
mengampunimu, aku pun dapat mengampuni mereka. Siapakah yang akan memberitahu
mereka?’
Aku
berkata, ‘Kirim aku, Tuhan.’ Dia menjawab, ‘Pergilah.’
Begitulah kisahnya bagaimana aku menjadi orang Kristen. Lalu aku
berdoa, Tuhan, mohon kirim aku Alkitab… Injil. Seseorang datang dari ruangan
lain dan menyerahkan buku padaku dan berkata, ‘Inilah yang kau minta.’ Aku
menguasai bahasa Urdu dan Hindi, sehingga aku tahu buku itu adalah Alkitab. Aku
berkata pada Tuhan, ‘Ya Tuhan, aku berdoa malam lalu, dan sekarang pagi ini
kau beri yang kuminta. Kau sungguh hebat. Benar-benar Tuhan yang Maha Kuasa.
Kau memberikan apa yang kubutuhkan dengan cepatnya.’Dialah Firman Tuhan yang
Hidup’.
Aku membagi kesaksianku agar orang-orang mendengar tentang Tuhan
yang Maha Kuasa ini. Aku tidak berharap siapapun jadi Kristen hanya karena
kesaksianku. Kesaksianku ini hanya berguna bagi diriku saja. Aku ingin
orang-orang mengerti: Ini adalah kisah tentang Tuhan yang Maha Kuasa, yang Maha
Mampu, yang menyelidiki setiap hati yang rindu untuk mencari .Inilah Tuhan yang
mengasihi seluruh umat manusia dengan segala kekuatan dan kekuasaanNya. Jika
ada yang mendengar kesaksianku saat ini, aku ingin mereka berkata, ‘Baiklah,
Tuhan Surgawi, pencipta segalanya, jika kesaksian ini benar, aku juga ingin
mendapatkannya.’ Aku jamin bahwa Tuhan yang Maha Kuasa yang datang, menyentuh,
dan mengubah hidupku, yang mengampuni dosaku sepenuhnya, yang menjamin aku akan
tinggal bersamaNya di surga, Dia pun bisa memberimu jaminan yang sama,
pengampunan yang sama, kasih yang sama.
Itulah
Yesus Kristus. Dipermuliakanlah Dia. Sekarang dan selama-lamanya. Amin.
Saran saya untuk kaum Muslim, pria dan wanita yaitu, saya tahu
mereka bertanya: "Apakah Yesus Kristus itu Tuhan? Bisakah seorang manusia
menjadi Tuhan?" Tentu saja tidak ada seorangpun yang bisa menjadi Tuhan! Namun
saya percaya bahkan sebagai seorang muslim, bahwa Tuhan yang Maha Kuasa, Tuhan yang
maha dahsyat yang dapat melakukan apapun, segala sesuatu. Tapi bisakah Tuhan
yang Maha Kuasa ini menjadi manusia? Dapatkah Dia memperlihatkan diri-Nya dalam
tubuh seorang manusia?Ya Dia dapat! Jadi sebagai orang Kristen kita tidak
mengatakan: Yesus Kristus adalah Anak Allah karena Tuhan mempunyai anak,
tidak.. tidak! Tapi Tuhan menunjukkan diri-Nya didalam tubuh Yesus Kristus
kepada seluruh umat manusia.
Saya menantang siapa saja, jika mereka bertanya kepada Yesus
Kristus dengan hati mereka yang benar, dan Tuhan tahu kita tidak bisa mencobai
Tuhan, kita tidak bisa meragukan Tuhan, Tapi kita bisa bertanya kepada Tuhan.
Kita bisa bertanya kepada Tuhan, dengan penuh kerendahan hati, katakan:
"Tuhan yang maha kuasa, saya mempunyai anggota keluarga yang sedang sakit,
saya mempunyai seseorang yang sangat-sangat membutuhkan kesembuhan, saya
memiliki pertanyaan-pertanyaan, saya remuk hati, saya diliputi oleh depresi dan
tidak ada dokter yang dapat membantuku, saya tidak memiliki harapan, saya tidak
memiliki damai sejahtera... "
Jika Anda bertanya, adakah pengharapan didalam Yesus untuk saya?
Adakah kesembuhan didalam nama Yesus untukku? Adakah kesembuhan untuk anggota
keluargaku? Kelepasan dari depresi? Minta didalam nama Yesus! Kamu akan
menerimanya! Karena Dialah Tuhan yang maha kuasa. Kamu uji, kamu terima. Itulah
Tuhan yang sesungguhnya!

Sayang anda dibawa Paulus ke Neraka
BalasHapusMatius 23:15
Paulus itu Farisi