Kamis, 30 Januari 2014

ALKITAB DIRUBAH ?



"Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal SEGOLONGAN DARI MEREKA mendengar Firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui."(Qs 2:75)
Ayat ini tidak mengatakan bahwa semua orang yang membaca dan memiliki Alkitab mengubah kitab-kitab mereka. Dikatakan dengan jelas bahwa hanya segolongan saja orang yang mengubahnya. Dalam hal ini, kita sama-sama tahu bahwa tentu saja ada aliran sesat di dalam setiap agama, baik apakah itu agama Yahudi, Kristiani, maupun mereka yang mengaku Islam itu sendiri Mereka inilah yang dimaksud oleh ayat ini, yakni bahwa ada segolongan orang yang mengubah kitab suci mereka. Mereka ini adalah orang-orang sesat. Sementara mereka yang tetap mempertahankan keaslian Kitab Suci mereka adalah tentu masih sangat banyak. Sebab takkan mungkin Allah membiarkan kalimat-kalimat -Nya untuk bisa dirubah atau dipalsukan oleh manusia (Qs 6:34,115).

Jika muslim tetap ngotot bahwa Alkitab telah dirubah mereka tidak bisa menunjukan bukti. Apa bukti bahwa Alkitab telah dipalsukan? Kapankah dipalsukannya? Sebelum, pada saat, atau setelah Muhammad wafat? Siapakah yang memalsukannya? Orang2 Yahudi, orang2 Kristen, atau mereka berdua bersama-sama melakukannya? Ayat2 mana yang telah dipalsukan? Bagaimana cara Alkitab dipalsukan? Ingat Alkitab abad pertama sudah disebarkan ke sulurah dunia dan diterjemhkan ke hampir seluruh bahasa di seluruh dunia, Apakah Alkitab2 di seluruh dunia itu ditarik/ dikumpulkan  lalu dan dipalsukan semuanya?
Saya mendapati alasan yang mengatakan bahwa Alkitab itu dirubah sebenarnya hanyalah masalah bahasa dan penerjemahan, kita ketahui bahwa bahasa adalah bagian dari budaya dan budaya itu selalu berkembang sehingga bahasa pun mengalami perkembangan contoh sederhana bahasa indonesia yang sekarang adalah : bahasa indonesia yang baik dan yang disempurnakan, tentu akan terdapat perbedaan Alkitab yang dicetak pertama ketika bahasa Indonesia belum disempurnakan. Hal yang digeneralasisi pun terjadi, misalnya seorang berkata coba kamu lihat Alkitab tahun 80an dengan yang sekarang itu berbeda! Seolah-olah Alkitab itu hanya di bangsa Indonesia saja, saya tanya balik apakah seluruh Alkitab di dunia di tahun 80 mengalami perubahan bahasa yang sama dengan yang sekarang? Tentu tidak, karena setiap bangsa memiliki perbedaan waktu perkembangan bahasanya, atau bisa saja ada bangsa yang tidak mengalami perkembangan bahasanya atau mungkin ada bangsa yang lain memiliki waktu perkembangan bahasa yang lebih banyak peridoe perkembangannya.
Contoh simple nya aja tentang teks proklamasi  yang diltulis apakah sama dengan yang sekarang? Tentu tidak dulunya masi menggunakan ejaan doeloe, apakah dengan perbedaan itu teks proklamsi telah dirubah? tentu tidak khan isinya masih sama saja, maksudnya juga masi sama. Itulah juga yang terjadi pada Alkitab. Rujukan teks yang asli dalam bahasa Yunani dan Ubrani tetap menjadi acuan segala bangsa untuk menerjemahkan ke bahasa mereka masing2 dan itu tetap terpelihara.
Hal-hal lain yang menjadi alasan bahwa Alkitab katanya telah dirubah hanyalah :
-          Salah memamhai cara kerja Tuhan dalam sejarah manusia
-          Salah memahami konteks sejarah atau salah memahami maksud penulis
-          Salah memahami isi cerita
-          Salah memahami maksud tulisan dan penulis
-          Kesalahan penulis ulang berkenaan dengan nama dan bilangan
-          Tidak membaca teks secara keseluruhan
-          Salah mengutip ayat
-          Salah mengartikan ayat atau ayat dicocokan degan pertimbangan sempit
-          Salah memahami penggunaan bahasa Ibrani
-          Salah memahami konteks historis
-          Terlalu mengartikan ayat secara hurufiah
-          Salah faham pemakaian bahasa Yunani atau ayat dipahami secara sempit
-          Salah merujuk cerita satu dengan yang lain.

Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga. (Mazmur  119:89)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar