Islam Fundamentalis tidak eksis
"Fundamentalisme" adalah
sebuah kata yg datang dari jantung agama Kristen. Ini berarti: kepercayaan
sesuai apa yg tertulis dlm Injil. Kristen Fundamentalis, mengikuti Injil, namun
demikian tidak berarti membunuhi orang lain. Tapi dalam Islam, tidak ada yg
namanya Islam fundamentalis. Yang ada hanya Islam. Titik. Pertanyaannya: bgm
Quran ditafsirkan.
Tiba-tiba kita melihat bahwa para
politisi Barat menjadi penafsir Islam terhebat. Mereka merasa lebih tahu dari
para pengkotbah di mesjid yg menyampaikan kotbah kebencian terhdp apapun yg
berbau Kristen ataupun Yahudi. Para politisi Barat ini merasa ada Islam yg baik
dan Islam yg buruk. Mereka merasa paling tahu bgmn membedakan keduanya, kecuali
bahwa tidak seorangpun dari mereka tahu bahasa Arab.
Bahasa Islam
Kita di Barat berbicara ttg Islam
menggunakan bahasa dan terminologi kita sendiri. Kita berbicara ttg Islam
sehubungan dgn demokrasi dan fundamentalisme, parlementarisme dsb, yg kami
ambil dari kamus bahasa kita sendiri. Padahal kita tidak dapat menggunakan
bahasa kita utk budaya atau peradaban orang lain. Bagi Islam, kau harus
menggunakan bahasa Islam.
Prinsip-prinsip Motivasi Islam
Kita semua tahu bahwa prinsip Islam
adalah: satu Tuhan. Tapi tidak cukup utk mengatakan hanya ada satu tuhan.
Seorang Muslim juga harus mengakui bahwa Muhamad adalah nabinya. Tanpa keduanya
ini, bukan Muslim namanya.
Tapi selain itu, Islam adalah sebuah
peradaban. Sebuah agama yg paling utama memberikan sistim hukum unik yg
mencakup seluruh individu, masyarakat dan bangsa dgn segala aturan bertindak.
Ini sangat berbeda dgn ajaran Injil.
Injil
Saya ingin jelaskan perbedaannya.
Saya hanya berbicara sbg pakar agama, bukan sbg seseorang penganut agama. Injil
adalah penciptaan roh sebuah bangsa selama waktu yang sangat panjang. Tapi satu
hal ttg Injil: Injil bertujuan kpd Keselamatan.
Yudaisme bertujuan kpd keselamatan
bangsa - bukan hanya bangsa yg ingin memiliki negara, tetapi juga sebuah bangsa
yg menyembah Tuhan. Itulah prinsip Injil Yahudi, atau Perjanjian Lama.
Perjanjian Baru membawa Perjanjian Lama (Injil Yahudi) maju selangkah menuju
keselamatan pribadi.
Jadi ada dua macam keselamatan, yang,
dari waktu ke waktu, saling bertemu. Namun kata kunci disini adalah
Keselamatan. Keselamatan Pribadi berarti bahwa setiap individu dijaga oleh
Tuhan sendiri yg membawa orang itu, lewat firmanNya, kpd keselamatan. Inilah
maksud Injil. Semua peraturan dlm Injil, bahkan sampai yg ke hal yg paling
mendetilpun, hanyalah dimaksudkan bagi pencapaian keselamatan ini.
Kedua, hal yang sangat penting dari
Injil: gagasan bahwa manusia diciptakan dlm 'image' Tuhan. Jadi, kau tidak
hanya seenaknya bisa menghancurkan 'image' Tuhan. Memang banyak orang
mengacaukan aturan Injil. Sejarah juga menyaksikan banyak pembunuhan masal atas
nama Yesus. Tetapi sbg agama, baik Yudaisme dan Kristen pada dasarnya hanya
berbicara ttg menghormati 'image' Tuhan guna mendapatkan keselamatan. Ini kedua
dasar fundamental.
Esensi Islam
Islam lahir dgn ide bahwa Islam HARUS
menguasai dunia. Jadi bedanya: Dlm Yudaisme tujuannya adalah keselamatan
bangsa, yaitu Israel akan memiliki tanah/negerinya tersendiri, diperintah oleh
rajanya sendiri dan melayani Tuhan. Kristen bertujuan agar setiap orang –
setiap pribadi/person didunia ini bisa diselamatkan dari dosanya, sementara
ISLAM bertujuan utk menaklukkan dunia.
Saya bisa mengutip dlm bahasa Arab,
tapi percuma kalau anda tidak mengerti, maka saya mengutip dlm bahasa Inggris,
"Allah mengirim Mohamad dgn agama yg benar shngg (agama ini) menguasai
semua agama lain." Maksudnya adalah, bukan bahwa seluruh dunia sekarang
juga harus menjadi Muslim, tetapi bahwa seluruh dunia harus ditundukkan atau
ditaklukkan dibawah kekuasaan Islam.
Saat Islam dibentuk thn 634 AD, dlm 7
tahun - 640 - jantung kekuasaan telah dibentuk. Aturannya diambil dari Quran
dan tradisi yg dianggap datang dari nabi Mohamad, diterjemahkan dalam satu
sistim hukum. Yahudi dan Kristen dapat hidup dibawah Islam ASALKAN mereka
membayar PAJAK JIZYAH dan menerima superioritas Islam. Tentu, mereka harus
dihina. Dan bahkan sampai detik ini, Yahudi dan Kristen yg hidup dibawah Islam
memang dihina terus.
Mohamad Menyatakan bahwa semua Nabi dlm Injil adalah Muslim
Mohamad menerima eksistensi nabi-nabi
Injil yg datang sebelumnya. Tapi ia juga mengatakan bahwa semua nabi ini
Muslim. Abraham = Muslim. Malah, Adam adalah Muslim pertama. Isaak dan Jakob
dan Daud dan Solomon dan Musa dan Yesus, SEMUANYA Muslim, dan semuanya memiliki
tulisan yg mirip dgn Quran. Oleh karena itu, sejarah adalah Islami karena semua
pahlawannya Muslim. Bahkan, menurut Muslim, semua nabi membawa pengungkapan
sendiri-sendiri. Musa membawa Taurat, Yesus bawa Perjanjian Baru.
Injil vs Quran
Nah, kalau begitu, mengapa Injil
tidak sama dgn Quran? Itu, kata Muhamad, karena Yahudi dan Kristen memalsukan
Kitab mereka. Kalau tidak, mereka pasti akan mirip sekali. Tapi karena Kristen
dan Yahudi masih memiliki sejumlah kebenaran, maka utk semantara ini Islam
mengaku bahwa mereka tidak bisa seluruhnya dihancurkan oleh perang. (Ingat: utk
sementara ini!).
Tapi aturannya sudah jelas - Yahudi
dan Kristen tidak memiliki hak apapun atas eksistensi independen mereka. Mereka
boleh hidup dibawah kekuasaan Islam selama mereka mematuhi aturan Islam bagi
mereka.
kekuasaan Islam dan Jihad
Apa yg terjadi kalau Yahudi dan
Kristen tidak mau hidup dibawah kekuasaan Islam? Maka Islam harus memerangi
mereka dan perang ini disebut Jihad. Jihad berarti perang melawan mereka yg
tidak mau menerima Islam sbg kekuasaan superior. Itulah jihad. Jadi mereka bisa
saja Yahudi, Kristen, polytheis dsb. Tapi karena pada saat itu tidak ada lagi
polytheis yg tersisa di Timur Tengah, paling tidak perang mereka adalah melawan
Yahudi dan Kristen.
Bin Laden menyerukan jihad vs Amerika
sbg pemimpin dunia Kristen, bukan karena AS adalah pendukung Israel, tetapi
karena AS mengotori Saudi dgn kaki-kaki najis mereka. Orang AS menginjakkan
kaki di Saudi, dimana tidak satupun Kristen diijinkan. Dlm pamflet Bin Laden
ini, tidak ada satupun pernyataan ttg Israel. Hanya bahwa AS mengotori tempat
asal nabi.
Dua Wawasan
Quran membagi dunia kedlm dua wawasan
- Darul Islam (Wawasan Islam) dan Darul Harb (Wawasan Perang, wilayah kafir).
Darul Harb ini yg pada akhirnya harus dikuasai. Mengapa? Karena Allah sendiri
yg mengatakannya dlm Quran. Ingat; Allah mengirim Mohamad dgn agama yg benar
agar pada akhirnya menguasai agama-agama lain. Ini bukan main-main. Jika Quran
menyebut perang, maka peranglah yg harus terjadi.
Islam dan Wilayah
Islam menciptakan satu aturan penting
dan paling fundamental ttg Wilayah. Setiap wilayah yg berada dibawah kekuasaan
Islam, tidak dapat di de-Islamisasi. Biarpun suatu saat, musuh [non-Moslem]
merebut wilayah tsb, wilayah itu tetap utk selamanya dianggap milik Islam.
Itulah jika anda mendengar ttg
konflik Arab-Israel, yg anda dengar - wilayah, teritori, wilayah. Memang ada
aspek-aspek lain dari konflik itu, tetapi wilayah sangatlah penting. Peradaban
Kristen tidak hanya dianggap sbg saingan agama, tetapi sbg bendungan
menghentikan Islam dari mencapai tujuan akhirnya.
Islam diciptakan utk menjadi tentara
Tuhan, tentaranya Allah. Setiap Muslim adalah tentara. Setiap individu Muslim
yg mati dlm menyebarkan islam adalah shahid (martyr) tidak peduli bgmna ia
mati, karena - dan ini sangat penting - ini perang abadi antara kedua
peradaban. Ini bukan perang yg akan berhenti. Perang itu ada karena diciptakan
oleh Allah. Islam harus menjadi penguasa. Ini perang yg tidak ada akhirnya.
Islam dan Perang
Damai dlm Islam HANYA eksis dlm dunia
Islami; damai hanya tercapai antara sesama Muslim.
Bagi non-Moslem hanya ada satu solusi
- gencatan senjata sampai Moslem bisa mendapatkan lebih banyak kekuasaan. Ini
perang sampai hari kiamat. Damai hanya datang jika Islam menang. Kedua
peradaban hanya bisa mendapatkan periode-periode gencatan senjata. Gencatan
senjata dlm islam memiliki preseden penting yg kebetulan disebut Yasser Arafat
di Johannesburg setelah menandatangani Perjanjian Oslo dgn Israel.
Saya ingin mengingatkan anda bahwa
dokumen ini berbicara ttg PERDAMAIAN. Beberapa minggu setelah Perjanjian Oslo
ditandatangani, Arafat pergi ke Johannesburg, dan di sebuah mesjid ia membuat
pidato dimana ia MEMINTA MAAF, "Apakah anda merasa saya menandatangani dgn
Yahudi sesuatu yg menentang aturan Islam?" (Saya memiliki rekaman pidato
Arafat ini.) DIlanjutkannya, "Bukan. SAYA MELAKUKAN SESUATU YG PERSIS
DILAKUKAN NABI MUHAMAD."
Appaun yg dilakukan nabi menjadi
preseden. Arafat mengatakan, "Ingatkah anda cerita Hudaybiya." Nabi
membuat perjanjian dgn Bani Quraish selama 10 tahun. Tapi lalu ia melatih
10.000 tentara dan dalam 2 tahun berbaris menuju kota Quraish, Mekah. Jadi, dlm
yurisdiksi Islam, kau hanya diijinkan berdamai selama maximum 10 tahun. Kedua,
begitu kau mampu, kau harus memulihkan jihad [baca: membatalkan perjanjian
"damai"].
Kita di Israel, memerlukan 50 tahun
utk mengerti bahwa damai abadi tidak akan pernah tercapai dgn Muslim. Dunia
barat memerlukan paling tidak 50 tahun lagi utk mengerti bahwa mereka berada
dalam perang dgn Islam yg alot dan tidak akan berubah. Jadi kita harus
mengerti: kalau kita bicara ttg damai dan perang, kita tidak berbicara dgn
terminologi Belgia, Perancis, Inggris, atau Jerman. Kita berbicara ttg Perang
dlm terminologi Islam.
Genjatan Senjata Sbg Taktik
Apa yg membuat Islam menerima
gencatan senjata? Hanya satu hal - saat musuh terlalu kuat. Ini pilihan taktis.
Dan camkan bahwa pada detik Muslim radikal memiliki senjata atom, kimia atau
biologis, mereka akan menggunakannya. Saya sama sekali tidak meragukannya.
Dimanapun Ada Islam, Disitu Ada Perang
Alasan mengapa kita berperang di
Yugoslavia dan tempat-tempat lain adalah karena Islam berhasil memasuki
negara-negara itu. Dimanapun ada Islam, disitu ada perang. Ini memang hasil
sikap peradaban Islam. Apa salah orang-orang di Filipina, India, Bali, Poso dsb
sampai harus diancam, dibom, diculik, digorok? Apa yg terjadi antara Pakistan
dan India?
Infiltrasi Islam
Ingat pula bahwa Islam tidak hanya
melakukan perang terbuka, tetapi juga perang lewat infiltrasi. Salah satu hal
yg tidak diperhatikan dunia barat adalah pertumbuhan Islam. Apa yg terjadi di
Amerika dan 9/11 bukan sesuatu yg datang dari luar. Dan jika AS tidak sadar
juga, suatu hari orang AS akan menemukan diri menghadapi perang kimia atau
paling mungkin, perang atom, di DALAM AS.
Hari Kiamat
Dlm Yudaisme dan Kristen, kita tahu
persis visi hari kiamat. Dlm Yudaisme, spt disebut dlm Yesaya - damai antar
bangsa, tidak hanya satu bangsa, tetapi antara SEMUA bangsa. Manusia tidak lagi
perlu senjata dan alam akan berubah - akhir yg indah dan kerajaan Tuhan di
bumi.
Kristen sendiri mengatakan dlm
'Revelation' bahwa pada hari Kiamat, Setan akan dihancurkan. Tidak ada lagi
kekuatan setan. Itulah visinya.
Islam melihat hari kiamat: dunia
menjadi Muslim total, dibawah kekuasaan Islam. Kemenangan yg total dan final.
Kristen tidak lagi eksis, karena
Muslim yg di neraka akan diganti oleh Kristen. Yahudi tidak lagi eksis, karena
sebelum hari Kiamat, Yahudi akan dihancurkan semuanya. Saya mengutip dari
jantung tradisi Islam, dari buku-buku wajib anak-anak Muslim: “Semua Yahudi
akan dibunuh. Mereka semua akan lari dan bersembunyi dibelakang pohon-pohon dan
batu-batuan dan pada hari itu Allah akan memberi mulut kpd batu-batuan dan
pohon-pohon dan mereka akan mengatakan, "Wahai Muslim, kesinilah, ada
Yahudi dibelakang saya, bunuh dia."
Tanpa ini, hari kiamat tidak kunjung
datang. Ini ajaran fundamental Islam.
Adakah kemungkinan mengakhiri Perang
ini?
Ini adalah pertanyaan kami di Israel,
apa yg akan terjadi dgn negara kami? Kapan perang ini berkesudahan?
Jawabnya: "Tidak."
Satu-satunya hal yg dapat kami lakukan adalah mencapai situasi dimana selama
beberapa tahun kami mengalami masa sepi. Tapi bagi Islam, pendirian negara
Israel adalah kemunduran bagi sejarah Islam. Pertama, wilayah Islam direbut
dari Islam oleh YAHUDI.
Kau tahu bahwa Islam tidak pernah
akan menerimanya. Bahkan tidak se-incipun! Jadi, siapapun yg berpikir bahwa Tel
Aviv aman, membuat kesalahan besar. Wilayah, yg dulu pernah didominasi Islam,
kini menjadi non-Moslem. Non-Moslem yg independen dari kekuasaan Islam; Yahudi
menciptakan negara independen mereka sendiri. Ini anathema!
Yang paling parah, Israel (negara
non-Moslem), menguasai Muslim! Ini tidak masuk akal sama sekali oleh Muslim.
Oleh karena itulah Muslim sedunia histeris!
Sumber :
Professor Moshe Sharon mengajar
Sejarah Islam di the Hebrew University, Jerusalem. Artikel ini muncul di situs
Betar UK December 24, 2003.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar